
Pelakor?
Kata seperti ini tidak pernah muncul untuk mendeskripsikan Juwita.
Ekspresinya kaku,"Apa yang kalian katakan?"
Namun karena dia bersuara dan membuat orang lebih percaya lagi bahwa dia adalah Juwita. Jika tidak dilihat dengan jelas, maka mungkin saja mereka tidak bisa mengenalinya.
Melihat identitasnya yang terbongkar, Juwita lalu membuka masker dan kacamata hitamnya.
Dia awalnya ingin tersenyum kepada semua orang dan mengatakan bahwa dirinya hanya sedang jalan-jalan bersama temannya saja. Namun dia sedikit tegang, dia terus saja merasa ada sesuatu yang terjadi malam ini.
Jika tidak, mengapa pandangan orang-orang ini begitu aneh? Apalagi julukan 'pelakor' tadi, Jangan-jangan?
Juwita seolah berhasil menebak sesuatu, dia tercengang, dan mengeluarkan ponselnya lalu memainkannya.
Jangan-jangan hubungannya dengan Raymond terbongkar?
Juwita masih belum tahu mengenai foto yang tersebar di Internet, namun sekali dia membuka Instagramnya, dan melihat penelusuran tertinggi, dia langsung tercengang, wajahnya langsung berubah pucat.
Foto-foto mereka membuat tubuhnya gemetaran.
Raymond lebih cepat menyadarinya, sebelum Juwita mengeluarkan ponsel, dia juga sudah mengeluarkan ponselnya dan melihat foto mesra mereka dilihat oleh begitu banyak orang, meskipun dia sudah lama di dunia bisnis, tapi dia tetap saja,merasa malu.
__ADS_1
Alisnya mengerut, orang yang mengelilingi mereka semakin banyak, bahkan diantaranya ada wartawan, dia juga tidak tahu mengapa mereka bisa muncul begitu cepat di sini.
"Itu benar-benar adalah Juwita, dia muncul bersama dengan direktur Raymond ditoko perhiasan, tadi sepertinya mereka ingin membeli cincin, jelas terlihat bahwa mereka adalah sepasang kekasih, ditambah lagi foto mesra di Internet... ternyata pacar Tifanny benar-benar direbut oleh saudaranya sendiri.
"Dasar pelakor, Juwita dulu kamu masih berakting polos, aku bahkan pernah membantumu memarahi Tifanny."
"Juwita, kapan kamu mulai menjalin hubungan bersama Direktur Raymond? Sebagai kakak sepupu dari Tifanny, apakah kamu tidak merasa bahwa kamu tidak bermoral?"
"Direktur Raymond, Tifanny masih mengekspos foto bunga mawar yang Anda berikan kepadanya di Instagram, apakah dia tidak tahu bahwa Anda selingkuh?"
....
Para rombongan dan wartawan tentu saja tidak akan melepaskan kesempatan seperti ini, mereka terus saja mengelilinginya dan bertanya terus menerus.
Tifanny melihat mereka dari samping, dengan tatapan seram dan marah, pertanyaan orang-orang sampai juga ditelinganya, dia juga mengeluarkan ponselnya dan membuka Instagram.
Terbongkar?
Apakah Tuhan yang sedang membantunya? Dari dulu dia ingin membongkarnya namun terus saja tidak mempunyai bukti, dari mana datangnya foto-foto ini? Sentum Hotel? Kabarnya tempat itu sangat aman dari para wartawan.
Meskipun sedikit diluar dugaan, namun Tifanny tetap saja mengakui bahwa dirinya sedikit lega melihat foto-foto itu, dia lalu tersenyum, dia juga tidak sibuk untuk memilih cincin, dia hanya menggunakan identitas orang lewat untuk melihat apa yang akan terjadi.
"Juwita! Settingan kamu sebagai wanita polos sirna pada malam ini!"
__ADS_1
"Aku ingin melihat bagaimana caranya kalian menghadapi semua malam ini." Ucap Tifanny Wen dalam hati.
Tatapan Tifanny Wen menyapu wajah Juwita dan Raymond yang pucat, namun sejenak kemudian wajah mereka terlihat kembali biasa saja, rasa takut dan tegang dalam mata mereka juga sirna dalam sekejap.
Juwita dan Raymond. Satunya adalah artis besar di dunia hiburan, dia tentu saja pernah bertemu dengan berbagai jenis wawancara, sedangkan Raymond, dia telah berada didunia bisnis begitu lama, dia juga tidaklah gampang.
Kemampuan menutupi perasaan dari kedua orang itu membuat Tifanny mengulurkan ibu jarinya
Jika tidak dia tidak akan dibohongi begitu lama oleh mereka berdua.
"Semuanyaa..."
Raymond dengan cepat membenarkan ekspresinya, dia mengerti bahwa hari ini dia tidak bisa menutup topik ini, dia lalu merenung sejenak lalu berkata,"Aku dan Tifanny telah putus 5 hari yang lalu, sekarang Juwita adalah pasanganku yang sebenarnya, aku ingin bertanya: apa yang salah jika mesra dengan pasangan sendiri?"
Raymond mengerti bahwa dia tidak bisa mengelak dari hal ini, jadi dia langsung saja membenarkan dari sisi lain.
Dia langsung mengumumkan bahwa, dia telah putus dengan Tifanny, dan Juwita lah pacarnya yang sebenarnya.
Jika mereka adalah sepasang kekasih, maka segala perbuatannya dengan Juwita tidak melanggar apa-apa.
Palingan hanya bisa mengatakan Raymond terlalu tidak liar.
Benar saja...
__ADS_1
******
Bersambung