
Sekali melihat ponselnya, dan membuka pesan multimedia dari nomor yang tidak dikenalnya itu, Tifanny tercengang.
Catatan penyewaan kamar hotel?
Ini?
Bukankah bukti yang dia inginkan?
Benar-benar beruntung! Siapa yang sehebat itu hingga bisa mendapatkan hal seperti ini, dan begitu berbaik hati untuk membagikannya kepada dirinya sendiri?
Mata Tifanny bersinar, senyuman di wajahnya semakin jelas terlihat, dalam sekejap, dia langsung membagikan catatan penyewaan kamar hotel kepada Suara Hiburan Nasional di Instagram.
Dia percaya, dalam waktu 10 menit, Suara Hiburan Nasional akan langsung mengirimkannya ke internet lagi.
Hanya menggunakan waktu kurang dari 40 detik saja, Tifanny sudah berhasil menyelesaikan semuanya, setelah itu, dia lebih tidak ingin menjelaskannya lagi.
.....
Tifanny menatap Raymond dan Juwita lalu bertanya,"Jadi, kakak datang kesini untuk membeli cincin nikah?"
Mengapa sikap Tifanny tiba-tiba berubah?
Orang-orang bingung, seketika tidak mengerti mengapa Tifanny mengalihkan topik pembicaraan, dia tidak menjelaskan hal yang tadi dia katakan dan sikapnya terlihat membaik.
Jangan-jangan dia takut orang lain mengetahui fakta bahwa dia membelokkan kenyataan, jadi dia tidak berani untuk melanjutkan topik ini?
Semua orang berpikiran bahwa Tifanny takut.
Juwita tercengang, meskipun dia sedikit terkejut, namun dia langsung menyambung perkataan untuk berpura-pura sebagai saudara baik Tifanny,"Iya, kami datang untuk membeli cincin nikah. aku sangatlah senang karena adik menerima direktur Raymond bersama denganku. apakah kamu ingin membantuku memilih cincin pernikahan? Kamu sangat ahli dalam memilih sesuatu, jika kamu bisa membantuku memilih cincin pernikahan, aku akan sangat senang sekali."
__ADS_1
Tifanny berpikir dalam hati, kapan dirinya mengatakan bahwa menerima mereka?
Tapi, cincin pernikahan?
"Baik. Aku akan membantumu memilihnya!"
Tifanny tidak berkata apa-apa, dalam matanya terlihat tatapan licik, dia lalu berjalan ke sebuah etalase, dan menunjuk ke arah cincin berlian yang tadi dia suka, lalu berkata,"Bagaimana dengan cincin itu??"
Menyuruhnya memilih?
Tifanny memilihnya dengan sangat baik, Cincin ini adalah cincin yang dia suka, dia sama sekali tidak berniat untuk mengelabui mereka.
Namun mengenai harga...
Karya terakhir dari Jim. Raymond, kamu benar-benar harus keluar banyak uang.
Apakah Tifanny benar-benar takut?
Tatapan mereka langsung tertuju pada cincin yang ditunjuk oleh Tifanny, awalnya mereka mengira dia akan dengan sengaja memilih sebuah cincin yang buruk, namun tidak disangka bahwa dia memilih cincin berlian merah yang begitu indah!
Indah sekali!
Juwita memberikan tatapan bingung, dia menatap cincin berlian merah itu, dia terlihat sangatlah menyukainnya.
"Kamu menginginkannya?" tanya Raymond kepada Juwita, tatapannya melirik kearah Tifanny, entah kenapa,dia punya firasat yang kurang baik.
Sikap Tifanny tidak seharusnya seperti itu.
"Iya! Adik memang pintar memilih, cincin ini bagus sekali." Juwita tidak mengerti maksud Tifanny, namun dia benar-benar tertarik dengan cincin ini.
__ADS_1
"Apakah kalian punya versi laki-lakinya? aku ingin membelinya sepasang."
Didepan begitu banyak orang, Raymond langsung mengatakannya tanpa menanyakan harga cincinnya.
Raymond paling memperhatikan nama baiknya, dan dia percaya juga dengan kekayaannya, hanya sebuah cincin saja masih tidak akan membuatnya bangkrut. dia mengeluarkan kartunya dan melemparkannya kepada pelayan, lalu menyuruh membungkusnya.
Tindakan ini, tentu saja membuat semua orang terutama para wanita menjerit dan kagum, mereka merasa lelaki seharusnya seperti itu, mudah memberi dan tegas.
Ini membuat semakin banyak orang yang percaya dengan perkataan Juwita, karena Juwita sama sekali tidak terlihat takut, malah Tifanny yang mengalihkan topik pembicaraan dan terlihat takut.
Namun, sesaat kemudian, perkataan pelayan membuat suasana menjadi canggung.
"Tuan Raymond, sisa saldo didalam kartu anda tidak cukup untuk membeli sepasang cincin ini."
"Hah?" Raymond tercengang,"Tidak mungkin, didalam kartu itu ada berpuluh-puluh miliar, tidak mungkin seperti itu."
"Tuan Raymond, selain berbahan berlian merah, ini juga adalah karya terakhir dari Designer internasional nomor satu di Kerajaan Inggris, nama cincin ini adalah 'Jatuh cinta sekali bertemu', ini adalah harta paling berharga di toko kami, sepasang cincin ini seharga 222 miliar 222 juta."
Perkataan pelayan membuat orang kaget, ini ternyata adalah karya terakhir dari JIM? Ini sangatlah bagus untuk di kenang, jika seperti itu, maka harganya memang masuk akal.
Ekspresi Raymond langsung berubah muram, dia menatap sepasang cincin itu dan kartu bank yang dikembalikan kepadanya, lalu berkata,"Mengapa kamu tidak mengatakannya dari awal?"
"Tuan Raymond tidak bertanya, jadi aku kira saldo Anda pasti cukup."
Raymond: ??
******
Bersambung.
__ADS_1