
Setelah lama menimbang-nimbang, akhirnya Maira membiarkan barangnya dibawakan oleh pelayan butik secara khusus ke dalam bagasi mobilnya,tentu saja Maira terpaksa mengganggu sang supir untuk memastikan barang belanjaannya benar-benar tidak salah tempat.
Tak lama berselang,Maira kembali dikejutkan dengan genggaman tangan seseorang.Padahal dia tidak berencana untuk menemui pria ini,ia hanya mampir untuk berbelanja saja.Namun ternyata sudah ada karyawan Mall yang menyampaikan kepada pria yang menghampiri dirinya ini kalau sekarang dia tengah berbelanja di Mall ini, pantas saja dia mendapatkan discount yang sangat fantastis.
"Sayang, kok kamu gak bilang mau kesini?"tanya pria yang tak lain adalah suaminya itu.
"Aku cuma mau beli pakaian kerja aja,tau sendiri 'kan?Sekarang semua baju aku udah banyak yang gak muat." tunjuk Maira ke perutnya yang membuncit.
"'Kan kamu bisa pesan aja,aku akan belikan yang banyak. "
"Gak perlu,aku sekalian pengen pilih langsung.Kalau minta kamu yang belikan, pasti seisi butik itu bakal kamu pindahin ke rumah,"tolak Maira.
"Tentunya, hehehe. "
Maira sudah tahu apa yang ada di dalam fikiran suaminya itu,sudah pasti Bima akan melakukan hal yang menurutnya sangat konyol, terlebih Maira bukanlah pecinta fashion yang harus gonta-ganti baju setiap kali berpergian dan harus baru terus.
Bisa dibilang Maira ini wanita yang hemat,gemar menabung, walaupun sesekali juga suka berbelanja dan mengkoleksi. Intinya ia belanja,pasti barangnya itu ada saatnya untuk dibutuhkan.Tidak akan sia-sia dan hanya jadi pajangan doang.
"Habis ini kamu mau kemana?" tanya Bima.
"Mm,gak tau deh sayang.Rencananya langsung mau pulang ke rumah sih.Udah sore juga."ujar Maira.Tak terasa lama juga ia berkeliling mencari-cari pakaian yang cocok, hingga jam sekarang sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB.
"Bagaimana kalau kamu naik ke atas aja,ke kantor aku.Suruh aja Pak Andi pulang duluan.Biar kamu pulangnya sama aku aja," ujar Bima.
Sebenarnya Maira sih seneng aja kalau bisa terus bersama dengan suaminya.
"Mmmmm,baiklah.Aku kasih tau ke Pak Andi dulu,biar nanti belanjaan aku ditaruh di kamar sama Bik Piya."
Bima menunggu istrinya itu selesai menelpon sang supir.
Tadi pas Bima baru saja selesai rapat, ia menelpon Pak Andi untuk menanyakan keadaan Maira sekarang bagaimana dan di mana.Akhirnya dia tahu kalau istrinya itu ternyata sedang berada di Mall miliknya.
Bima pun langsung mengecek seluruh CCTV Mall dari layar komputer besar yang ada di dalam ruangannya.Benar saja,ternyata Maira ada disalah satu pusat penjualan baju-baju kantoran.
__ADS_1
Bima langsung saja meluncur ke bawah untuk mencari Maira,karena ia sangat rindu.
Rasanya gak ingin jauh-jauh dari wanita cantik yang sedang mengandung buah hatinya itu.Pengennya nempel terus kayak perangko, mengingat keduanya jarang ada waktu bersama selain di rumah pada malam hari, selepas bekerja seharian di luar rumah.
"Udah sayang?"tanya Bima ketika ia melihat istrinya memasukkan ponselnya kedalam tas nya yang bermerek.
"Udah sayang,jadi kita lansung ke atas nih?Apa kamu gak mau ajak aku makan dulu gitu sebelum naik ke atas?Perut aku rasanya lapar lagi, pengen makan Mie ayam yang ada di food court yang ada di lantai empat,"ujar Maira dengan nada manja sambil mengelus perut buncit nya perlahan.
Bima tersenyum melihat kemanjaan istrinya itu, inilah yang ia suka dari Maira.Seorang Maira yang strong woman bisa berubah jadi sosok yang manja saat ia sedang hamil begini.Rasanya inilah kesempatannya sebagai seorang suami untuk menunjukkan kelebihan dan kualitas dirinya sebagai suami siaga dan calon ayah siaga.
"Oke,apapun yang Nyonya Arthayuda minta,pasti akan saya kabulkan,"ujar Bima seraya menunduk hormat di depan Maira.
Banyak pengunjung dan karyawan Mall yang memperhatikan mereka berdua,bahkan tak jarang dari mereka ada yang berbisik.
"Wah,Pak Bima romantis banget ya,sama istrinya.Suami siaga banget,"puji mereka.
"Iya,beruntung banget ya jadi istrinya Pak Bima.Istrinya juga senyumnya manis banget, cantik lagi.Mereka memang pasangan yang sangat serasi," tambah pelayan yang satu lagi.
Disaat sedang memesan mie ayam yang diinginkan oleh Maira,tak sengaja Bima bersenggolan dengan seorang wanita yang sangat ia kenal.
"Sorry," ucap Bima,ketika ia tak sengaja menyenggol wanita yang sedang membawa baki berisi nasi dan lauknya.
"Bim.. kamu."Wanita itu mengenalnya,dan dia juga sudah bisa sedikit bahasa Indonesia.
"Ester??"Bima terkesiap,ia langsung menoleh ke arah Maira yang duduk menunggunya.
"Maaf Bim,aku kesana dulu ya.Anak-anak sudah menunggu," ujar Ester.
"Baiklah,silahkan!"sahut Bima.
Untung saja Maira tidak menyadari hal yang baru saja terjadi.Dari tempatnya berdiri,Bima bisa melihat kalau lagi-lagi Ester pergi makan bareng Pak Krisna dan kedua anak mereka.
Bima bisa merasa lega sekarang, kelihatannya Ester dan Pak Krisna benar-benar menjalin hubungan yang serius.Bima turut bahagia melihatnya.
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka langsung naik ke lantai lima tempat kantor Bima berada.Mereka berdua hanya masuk sebentar untuk merapikan berkas dan juga mengecek beberapa pekerjaan Bima sebelum akhirnya keduanya pulang bareng kerumah mereka.
Saat melewati rumah yang dikontrak untuk Ester,Maira melihat Pak Krisna dan anaknya juga ada disana.Terlihat Pak Krisna dan Clara baru saja keluar dari rumah yang dihuni oleh mantan kekasihnya Bima itu.
"Sepertinya mereka memang akan berakhir sebagai pasangan yang menikah,"ujar Maira.
"Iya sayang,aku turut senang akhirnya Ester bisa muveon dan semuanya akan bahagia, dan kamu tidak perlu cemburuan lagi sama dia ya,"ujar Bima menggoda Maira yang sekarang jadi manyun.
Kesal juga kalau diingatkan perihal Ester yang notabene adalah mantan kekasih terindahnya Bima. 😕
****
Setelah tiba dirumah,Bik Piya sudah menantikan Maira dan Bima di depan pintu utama.
"Sore,Non,Den," sapanya.
"Sore juga Bik," sebisa mungkin Maira bersikap biasa saja terhadap Bik Piya,walaupun di dalam hatinya masih sangat kesal,tapi coba ditepisnya.
"Non,bisa bibik bicara sama Non Maira sebentar?"tanya Bik Piya.
"Kalau Bibik mau ngebahas soal kasus itu, sebaiknya tidak usah dibahas lagi Bik.Saya sudah bisa menerima semuanya sekarang.Semoga dari sini kedepannya nanti Bibik tidak akan pernah menyembunyikan sesuatu pun dari Maira lagi," jawab Maira.Tentu saja Bik Piya jadi tertunduk mendengarkan.
"Sekali lagi Bibik minta maaf ya ,Non. "
"Iya,sudah Maira maafkan kok Bik.Bibik tidak usah cemas.O ya, kata pengacara saya, minggu depan sudah masuk persidangan, saya harap jika nanti Bibik diminta datang ke persidangan,Bibik bisa memberikan kesaksian yang sejujur-jujurnya di depan hakim."ujar Maira.
"Tentu saja Non,Bibik juga tidak akan mengkhianati almarhumah Nyonya Nurmala," jawab Bik Piya.
"Ya sudah,sebaiknya sekarang Bibik beristirahat.Sebentar lagi Sholat Maghrib,
kita akan sholat jama'ah seperti biasanya. "
Setelah mengatakan itu, Maira menyusul Bima yang sudah naik ke atas duluan.
__ADS_1