Flash Marriage

Flash Marriage
EPISODE 83


__ADS_3

Hari berganti hari, Maira dan Bima kini sudah berada didalam mobil yang dikemudian oleh Bima dan sebentar lagi akan tiba dikomplek perumahan mereka.


Senyuman bahagia terus menghiasi bibir pasangan ini,tangan kiri Bima dipeluk mesra oleh Maira, dan istrinya itu tak segan untuk bersender disana.


"Kita ke dokternya nanti Sore aja ya sayang,badan kamu pasti masih capek habis perjalanan jauh." Bima yang perhatian tak ingin Maira kecapean.


"Iya,kamu juga pasti capek kan karena nyetirnya jauh. " ujar Maira sambil mengels-elus pundak suaminya.


"Seandainya ada yang mau mijitin aku sampe rumah nanti. " Bima sengaja ngomong gitu,siapa tau ada yang mau mijitin. Sesekali matanya melirik kearah Maira.


"Aduuuh, badanku juga pegel-pegel nih. Apalagi pinggangku. Nanti aku mintak pijitin sama Bik Piya aaahhh. " Maira sengaja membalas seperti itu agar Bima tau kalau dia gak mau mijitin karena badannya juga capek terasa.


"Ihhh, baru aja pengen di pijitin sama istri, malah sudah ditolak secara halus. " Bibir Bima sengaja dikerucutkan agar terlihat manja.Anggap saja dia sedang ngambek.


"Ceillleee.. pandai banget ya sayang Ayahmu aktingnya. " ujar Maira sambil mengelus perutnya.Kali ini ia ingin melibatkan sang buah hati yang masih didalam kandungannya untuk ikut ngobrol bersama mereka berdua.


"Bundamu gak mau pijitin Ayah nak. " Adu Bima pada sang baby, matanya sekilas melihat kearah perut Maira.


"Ayah ini bagaimana ciiiih, kan Bundana tapek Yah hayus bawa-bawa atu kemana-mana.Ayah ga kacian apa cama Bunda. " Ujar Maira seolah-olah bayinya yang menjawab perkataan Bima tadi.


"Iya cayang,Ayah ngerti. Maafin Ayah ya. " jawab Bima sambil mengusap perut Maira, dan keduanya pun akhirnya tertawa bersama mengingat kekonyolan mereka sendiri.


Disaat mobil mereka mau belok di tikungan, Tiba-tiba mereka berpapasan dengan mobil Pak Krisna, Maira hafal betul kalau itu adalah mobil mantan bosnya itu.


"Kayak mobilnya Pak Krisna ya?. " ujar Maira refleks.


"Duhhh yang masih ingat sama mantan Bos nya. " sindir Bima.


"Eh tunggu dulu, pelankan saja mobilnya sayang.Kok aku tadi sepintas kayak lihat mantan kamu itu loh dirumah yang tadi. "Maira baru saja melihat Ester dirumah yang tadi ada mobilnya Pak Krisna.


" Serius kamu???, gak mungkin dia ada disini."ujar Bima tak percaya.

__ADS_1


"Aku yakin aku gak salah lihat.Lalu apa hubungannya dengan Pak Krisna??. " keduanya jadi disibukkan dengan fikiran mereka masing-masing.


"Sudahlah, gak ada hubungannya sama kita ini. " Bima memecah keheningan, yaa walaupun didalam hatinya seketika timbul kekhawatiran yang baru, tapi ia mencoba menutupi nya agar Maira tidak kepikiran.


Maira diam-diam tersenyum smirk sambil melirik ke arah Bima yang terus mengemudi.


"Horeee, sudah sampai dirumah. " Sorak Maira saat Mobil yang mereka naikin sudah tiba di depan gerbang rumah mereka.


Bima membunyikan klakson beberapa kali, nampak Bik Sarni keluar dari pintu dan berlarian ke arah gerbang karena ingin membukakan gerbang.


"Kayaknya gerbangnya kita ganti yang pake remot aja deh sayang, jadi Bik Sarni gak perlu lari-lari begitu. " ujar Maira.


"Boleh juga usulnya,kita pertimbangin ya." jawab Bima kemudian.


Setelah mobil sudah terparkir aman di garasi yang terletak di basemant rumahnya, Bima dan Maira menaiki anak tangga menuju lantai dua rumahnya.Sesampainya di lantai dua, mereka sudah disambut oleh Bik Piya yang sudah siap menunggu perintah dari majikannya.


"Selamat datang kembali Non dan Den Bima. " sambutnya.


"Ah Non Maira bisa aja,ini ulah si Sarni.Dia ngajarin Bibik memakai make-up.Habisnya kami gak ada kerjaan Non selama Non dan Aden pergi.Kalau udah beres-beres ya palingan duduk-duduk sambil nonton TV aja. " ujar Bik Piya.


"Gak apa-apa kok Bik, Maira malah senang kalau Bik Piya dan Bik Sarni bisa kompak kayak gini. Itu artinya kalian betah bekerjasama." jawaban Maira membuat Bik Sarni yang baru tiba di dapur merasa bahagia karena sudah mendapatkan majikan yang sangat royal dan tidak kaku kayak majikan kebanyakan.


"Oo iya, tolong ambilin barang-barang di bagasi mobil ya Bik. koper sama beberapa oleh-oleh buat Bibik berdua juga ada. Bawa saja semuanya kemari.Ini kuncinya. " ujar Bima sambil memberikan kunci mobilnya kepada Bik Piya.


"Ayo Sarni, kita berdua saja. " ajak Bik Piya kepada Bik Sarni.


"Ayo mbak yu. " sahut Bik Sarni, seraya mengekor dibelakang rekannya itu.


Maira tersenyum melihat keduanya, "Mereka lucu ya?. " ujar Maira seraya menggandeng lengan Bima dan mengajaknya naik ke atas, ke kamar mereka.


"Kita beruntung memiliki mereka sayang, susah loh cari orang yang jujur kayak mereka."

__ADS_1


"Benar sayang,makanya Bik Piya aku ajak ikut kita, karena kesetiaannya sudah teruji. " sambung Maira.


"Bik Sarni juga orang nya jujur, aku sudah pernah mengujinya.Selama ia jadi pembantu freelance dulu,gak pernah ada barangku yang hilang, walaupun aku taruh sembarangan.Padahal aku kan kerja dan dia baru datang dengan kunci tersendiri." jelas Bima.


"Bagus deh,itu artinya kita tidak perlu mencemaskan rumah kalau kita harus pergi keluar kota. " ujar Maira lagi.


******


Setelah pasangan itu tiba dikamar mereka, Maira langsung menuju ke kasur. Sudah dari tadi ia ingin merebahkan tubuhnya yang terasa capek dan pegal-pegal, tak lupa ia meraih remot AC diatas nakas dan menyalakan benda pendingin ruangan itu ke level menengah.Lalu ia juga mengerak-gerakan kakinya agar otot-otot kakinya meregang dan lemes.


Bima hanya memperhatikan saja dari tadi,senyum nya pun tak berhenti mengembang ketika melihat ulah istrinya itu.


"Istirahatlah dulu sayang,nanti aku bangunin kalau sudah waktunya kita ke dokter.Aku mau cek pekerjaan dulu ya diruang kerja sebelah." Bima pamit ke sebelah.


"Mmm." Angguk Maira.


Setelah Bima keluar dari kamar mereka, Maira buru-buru bangkit dari tempat tidur dan memastikan pintunya dikunci.Lalu buru-buru ia meraih tas jinjingnya dan mengambil ponselnya.


Maira mencari kontak sang sekretaris, ya siapa lagi kalau bukan Andini.Maira keluar menuju balkon dan duduk di sofa bulat berbahan sintetis yang ada di balkon kamar itu.


Panggilan tersambung.....


["Hallo Andini. "]panggil Maira setelah panggilan itu terdengar telah diangkat.


[" Iya, Hallo Bu Maira."]balas Andini.


["Gimana-gimana,apakah rencana kita berhasil?. "]tanya Maira.Dia sudah tidak sabar menantikan jawaban dari sekretaris nya.


["Semuanya sesuai rencana kita Bu Maira,target sudah masuk kedalam pernagkap. " ]


["Bagus kalau begitu,lanjutkan rencana berikutnya!. "]Maira kembali memberikan perintah lainnya kepada Andini.

__ADS_1


Entah apa yang sedang mereka rencanakan,yang pasti ini adalah kerjasama antara Maira Andini dan satu lagi.. hanya Author yang tau 😁😁😁


__ADS_2