Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 109


__ADS_3

Rasanya amarah di dada Maira sedang bergemuruh saat ini, ingin sekali dia mengungkapkan kebusukan Nyonya Shinta didepan semua tamu yang hadir, tapi Bima mencegahnya.Bima menatap sendu Maira dan menggelengkan kepalanya, lalu menggenggam tangannya agar Maira bisa tetap tenang dan bersabar.


Semua orang terlihat bahagia,hari ini keluarga Sasongko benar-benar mendapatkan kebahagiaan besar, ke-tiga Puterinya semuanya sedang mendapatkan berkah. Itulah yang dilihat oleh semua orang,tapi pada kenyataannya.. ada sebuah hati yang terkoyak, tercabik-cabik, hancur karena baru saja mengetahui sebuah kenyataan yang sangat pahit di dalam hidupnya.


****


Seorang gadis kecil menghampiri Maira dan Bima.


"Hallo Om Bima dan Tante Maira?. "sapanya dengan ramah.


Pipi cuabi gadis kecil itu sangat menggemaskan, Maira yang melihatnya pun menjadi sedikit terhibur.


" Hallo juga Clara, apa kabar?. "tanya Maira sambil berjongkok didepan Clara, yang tak lain adalah putrinya Pak Krisna.


" Kabarnya Clara baik Tante, sebentar lagi Clara akan punya Mama baru. Dia orangnya baiiiik banget sama Clara,Clara juga akan punya saudara laki-laki juga. "ujar gadis polos itu.


" Saudara laki-laki?. "sepertinya Maira tahu siapa yang dimaksud oleh Clara.


" Maafkan putri saya Maira,karena sudah mengganggu kalian berdua. "tiba-tiba Pak Krisna datang dengan didampingi oleh Ester yang juga menggandeng putera semata wayangnya Gabriel.


" Pak Krisna. "Maira pun balas menyapa.


" Hallo Bim, a-pa ka-bar?. "tanya Ester dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.


" Aku baik,kamu?. "tanya Bima balik.


" Yaaaa, i'm good. "jawab Ester dengan senyuman termanisnya.


" Ehemm. "Maira hanya berdehem agar pasangan mantan kekasih itu bisa ingat akan keberadaannya disana.


" Oh iya sayang,kamu mungkin belum berkenalan secara formal dengan Ester?. "Bima ingin mencoba membuat hubungan antara Maira dan Ester bisa jadi seperti seorang teman akrab.


Maira hanya menanggapinya dengan tersenyum miring,dihatinya sama sekali tidak ada keinginan untuk bersahabat sama mantan pacar suaminya itu, ngapain??!.

__ADS_1


" Kami sudah kenalan kok,apa kamu lupa pas didepan rumah waktu itu?. "jawab Maira santai.


Ester kurang paham betul apa yang dibicarakan oleh Maira karena Bahasa Indonesia yang ia tau baru sebatas kata-kata umum saja, cuma yang penting-penting. Seperti menyapa, ucapan terimakasih, dan sebagainya.


" Eee,bagaimana kalau kita cari tempat duduk untuk mengobrol santai? . Nah disana ada meja kosong, kita berenam bisa duduk disana sambil menikmati hidangan. "usul Bima.


Maira merengut, 'entah apa maksud suaminya itu??, hukhk!!'


" Baiklah, ayo. "jawab Pak Krisna.


Mereka pun berjalan menuju meja bundar besar yang masih kosong itu.


Setelah semuanya duduk, Bima memanggil waiters yang bertugas menghidangkan makanan untuk melayani mereka.Beberapa makanan sudah terhidang, tapi belum satu pun dari keempat orang dewasa yang ada di meja itu yang buka suara.


Sesekali Ester terus saja menatap Bima,baginya sekarang Bima sudah jauh berubah. Penampilannya jauh lebih rapi, kumisnya sudah tidak ada lagi. Wajahnya bersih terawat, tidak urakan lagi seperti dulu saat bersamanya.


"You really have canged, Bim. " batin Ester.


"O iya, saya juga ingin mengucapkan selamat ya atas kehamilan kamu Maira.Semoga Ibu dan bayinya selalu sehat dan kuat. " ujar Pak Krisna.


Bima sedikit kesal mendengarnya,mungkin karena laki-laki itu dulu pernah terang-terangan ingin merebut Maira darinya.


"Santai saja Bung, saya sekarang sudah memiliki seseorang yang bisa menggantikan posisi Maira dihati saya.Anda tidak perlu khawatir. " ucap Pak Krisna,dia seakan bisa tau apa isi yang ada dihati Bima saat ini, tatapan Bima padanya sudah seperti mau menerkam saja.


"Maksud Pak Krisna?? Ester??. " tanya Maira.


"Iya Tante, Clara akan segera punya Mama yaitu Mom Ester. " jawab Clara.


Ester dengan lembutnya mengelus puncak kepala Clara.Sudah seperti seorang ibu yang sangat menyayangi putrinya, sikap Ester sangat keibuan sekali.


"Baguslah kalau begitu,saya ucapkan selamat buat kalian berdua.Saya harap kedepannya kita tidak akan pernah berselisih tentang masalah apapun lagi. "ujar Bima.


" Tentu saja, saya dengar dulu anda dan Ester memiliki hubungan saat di Amerika?, apa benar itu?. "tanya Pak Krisna.

__ADS_1


" Itu hanya masalalu,Anda tidak usah khawatir soal itu. Saya dan Ester menjalani hubungan yang sehat,dan saya pastikan saat ini dan seterusnya hanya istri saya Maira yang akan ada didalam hati saya. "jawab Bima mantap.


"Baguslah kalau begitu, karena sebentar lagi saya akan melamar Ester untuk menjadi istri saya.Saat pertama kali bertemu dengannya saya sudah merasa kalau kami berdua ini ada kecocokan." tutur Pak Krisna sambil menggenggam tangan Ester.Ester pun tersipu malu sambil balas menatap Pak Krisna.


Seketika satu beban dihati Maira serasa terangkat ke udara,haruskah ia jujur pada suaminya kalau ini adalah hasil comblangannya??


"Saya turut bahagia untuk Bapak, akhirnya Pak Krisna bisa menemukan orang yang tepat untuk Pak Krisna dan juga Clara." ujar Maira.


"Terimakasih Maira,walaupun dulu keadaan diantara kita sempat canggung, tapi saya harap kedepannya kamu dan saya bisa jadi teman dan bila perlu anggap saja saya ini seperti kakak kamu sendiri. " sahut mantan Bosnya itu.


"Tentu Pak, dengan senang hati. " jawab Maira.


Pandangannya beralih kepada Ester yang sedari tadi terlihat menatap dirinya dan juga Bima secara bergantian.Maira tidak ingin kalau pertemuan Bima dan Ester hari ini akan menjadi ajang reuni antara dua mantan kekasih itu.Maira mencari cara agar bisa menjauhkan Bima dan juga Ester, sebelum keduanya terlibat pembicaraan lebih jauh.


"Sayang,aku pengen sup buah deh. Ayo temanin aku mengambilnya. " pinta Maira, itu hanya pura-pura saja sih sebenarnya.


Bima yang merasa tidak enak pada kedua tamunya itu langsung mengucapkan kata Maaf karena tidak bisa menemani mereka lebih lama lagi.


"Mohon Maaf Pak Krisna, Ester, kami permisi dulu ya?. " ujar nya.


"Oh, sayang sekali. Silahkan kalau begitu. " jawab Pak Krisna.


Ester yang kurang paham hanya kebingungan, kenapa mantan kekasihnya itu membawa istrinya pergi dari sana.


"What haven Kris?." tanyanya pada Pak Krisna.


"Oh, Nothing.Bima's wife might be jealous of you?. " jawab Pak Krisna.


"Ooo...really??"


Ester tersenyum senang mendengar jawaban dari Pak Krisna, ia sekarang merasa diatas angin karena bisa membuat Maira cemburu.😊😏.


Sementara kedua bocah kecil disamping mereka kini tengah sibuk memakan puding 🍮 cokelat yang disediakan oleh para pelayan.

__ADS_1


*****


Jangan ditanya dimana pasangan suami istri tadi, karena saat ini Maira sedang melahap sop buah dengan rakusnya,tadi hatinya sudah panas karena melihat tatapan Ester kepada suaminya,belum lagi masalah dengan ibu tirinya yang tidak tahu diuntung itu. "Hekh!! " Maira benar-benar butuh yang adem-adem yang bisa meredakan rasa panas dihatinya.


__ADS_2