Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 102


__ADS_3

["Eh buset dah, elo ngagetin gue aja.Emangnya ada apaan?. "]tanya Maira dengan keterkejutannya.


[" Elo ya, bahkan gue telepon di WA, gue Chat gak lo balas, dasar lo ya. Untung aja semalam Shakti ngelamar gue dan ngasih gue surprise yang sangat fantastik, kalau gak ,,,, gue pasti udah ngamuk nih sama elo say. "]ujar Rasty menyatakan kekesalannya.


["Ya maaf, semalam itu gue ada tugas dan kewajiban sebagai seorang istri. Jadi gue gak sempat lihat ponsel gue.Kan kami nontonnya dari ponsel laki gue. "]Maira hanya bisa jujur kalau sudah seperti ini.


[" Wah, parah nih. Sahabatnya disini deg-degan ampe mau copot nih jantung karena kejutan yang diberikan oleh Shakti, eh elo disana malah asyik-asyikan sama lekong lo.Untung aja gue adalah sahabat yang baik. "]ujar Rasty sambil mencebikkan bibirnya.


[" Iya, iya, gue kan udah minta maaf. Jadi berita apa nih yang tadi mau elo sampaikan ke gue. Mumpung Pak suami lagi meeting nih, takutnya nanti dia denger lagi. "]sahut Maira.


[" Ini soal rival elo, si Esteler. "]ucap Rasty.


Saking asyiknya ngobrol panjang dengan Rasty, Maira sampai tak menyadari kalau Bima sudah kembali dengan dua orang pelayan yang siap menemani Maira di kamar mereka sampai jam makan siang tiba.


" Es teler, siapa sayang?. "tanya Bima, membuat Maira kaget bukan main, begitu juga dengan Rasty yang juga ikutan panik ketika melihat Bima ada dilayar dan sedang berada dibelakang Maira.


" Eeeee, itu... anu... eeee.. itu.... "Maira bingung mau jawab apa, bagaimana kalau seandainya dia jujur soal rencananya kepada Bima, dan Bima jadi marah?.


Untungnya Rasty dengan cepat menyambar pembicaraan suami istri itu,[ "Begini loh Pak Bima,sebenarnya istri anda itu sedang ngidam pengen minum es teler katanya.Coba deh Pak Bima cariin, takutnya nanti bayinya ngences kalau gak diturutin. " ]tukas Rasty dari dalam layar ponsel Maira.


Maira mengurut dadanya pelan, rasanya ada sedikit kelegaan.Beruntung dia memiliki sahabat yang otaknya encer walaupun sedikit gesrek kadang-kadang.


"Benar begitu sayang, nanti sehabis rapat selesai, aku akan cariin es teler buat kamu.Kamu tunggu aja, pasti akan ada nanti di hadapan kamu es teler nya. " ujar Bima dengan senyuman.


"O Iya, kok kamu balik lagi?. " tanya Maira.

__ADS_1


"Aku balik lagi buat nganter Mbak-Mabk ini, buat jagain kamu sayang. " Bima memperkenalkan dua pelayan wanita yang baru saja ia bawa dari bagian layanan kamar.


"Oooo,tapi nanti kamu balik lagi kan?. " Maira menatap sendu suaminya.


"Tentu sayang, aku balik pas jam makan siang. " jawab Bima seraya diikuti dengan kecupan mesra di puncak kepala Maira.


"Oke, aku tunggu. " sahut Maira tersenyum lega.


["Wuuuuu, dasar pasangan bucin. Gak ingat nih disini masih ada gue yang nontonin kalian.Untung aja gue udah ada pasangan kalau gak udah gue matiin nih Video Call. Males banget dibuat pengen. "]Ujar Rasty yang lagi-lagi harus menyaksikan kemesraan sahabatnya itu.


[" O iya,selamat ya Rasty atas lamarannya, sampaikan salam gue juga buat Shakti. "]Kali ini Bima yang bicara lewat virtual.


[" Oke siap, udah dulu ya say. Nanti kita sambung lagi. "ucap Rasty pamit.


Padahal obrolan penting mereka tadi belum selesai.Nyaris aja Maira mau mengakui soal rencananya mendekatkan Ester dengan Pak Krisna.


"Sudah, sudah sayang. Mereka pasti udah ngerti kok. Sekarang cepat selesaikan meeting nya, dan kita makan siang bareng.Oke?. " Maira menyadari kalau kedua pelayan itu sedikit risih dengan tugas yang dijabarkan oleh Bosnya itu.Seolah-olah mereka belum juga mengerti, diulang lagi dan di ulang lagi.


Maira saja yang hanya mendengarkan jadi keki mendengarnya, apalagi kedua pelayan yang diceramahi oleh Bima. Pasti kesal sekali. Dia tau kalau suaminya itu sangat protektif dengan dirinya dan juga bayinya.


"Baiklah, aku pergi dulu ya sayang, kalau ada apa-apa segera hubungi aku." ucap Bima sebelum berlalu dibalik pintu kamar itu.


Maira hanya bisa tersenyum melihat kepergian suaminya yang posesif itu sambil menggelengkan kepalanya jengah, tapi syuka.


"Hadeuh, hampir saja. Tadi si Rasty mau ngebahas soal si Ester, memangnya ada apa ya, jadi penasaran deh. " sungut Maira ketika mengingat obrolan yang terjeda dan terpaksa di akhiri.

__ADS_1


*****


Kedua pelayan yang bernama Susy dan Eva itu mulai bekerja merapikan ruangan, dan bersih-bersih. Sedangkan Maira, dia kembali lagi duduk di kursi favoritnya.


"Ternyata Pak Bos aslinya bucin banget ya,mana protektif banget sama istrinya. " bisik Susy kepada Eva.


"Itu tandanya dia suami setia. " jawab Eva.


"Kamu sih anak baru,jadi gak lihat saat pertama kali mereka datang kesini, Kira-kira kurang lebih 4 bulan yang lalu.Keduanya tidak seharmonis ini, tau gak?. " jelas Susy.


"Oooo." Mulut Eva hanya bisa membulat .


Mereka dari tadi gak tau kalau Maira mendengarkan secara seksama apa yang mereka bicarakan. Tapi Maira tak mau ambil pusing soal itu, lagian gak ada untungnya juga buat dia.


*****


Bima sedang memimpin rapat yang membahas soal pengembangan bangunan taman bermain anak di area samping hotel, agar semakin bisa menarik minat pengunjung.


Beberapa orang bertanya jawab dengan pimpinan Hotel itu.Bima meneguk sebotol air mineral yang terletak didepannya.Membasahi kerongkongan nya yg mulai terasa kering karena terus menerus berbicara.


"Baiklah, rapat kali ini selesai sampai disini.Buat Pak Danu,saya minta hasil rapat kali ini segera direalisasikan setelah tamu-tamu kita yang dari event itu checkout dari hotel kita, dan satu lagi, saya ingin Proyek taman bermain ini dikerjakan oleh SN Group. " terang Bima.


"Tapi ini kan hanya proyek kecil Pak, apa tidak masalah kalau melibatkan perusahaan sebesar SN group?. " Pak Raka manajer keuangan instruksi.


"Tentu tidak, karena taman bermain anak-anak ini adalah usulan dari istri saya sendiri, dan dia adalah CEO SN group itu sendiri, saya ingin dia yang mendesignnya sesuai apa yang dia inginkan.Karena ini juga menyangkut anak kami nanti, taman itu juga dipersiapkan untuk anak kami yang beberapa bulan lagi akan lahir, sekaligus untuk menarik perhatian pengunjung agar lebih betah menginap disini. " Bima menjelaskan dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Oooo, begitu toh". Karyawan-karyawan itu akhirnya menganggukkan Kepala mereka dan menyetujui apa yang dihasilkan rapat hari ini, padahal yang mengambil keputusan adalah orang yang menentukan tanpa mau dibantah.


🤔


__ADS_2