Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 104


__ADS_3

Benar saja,Maira sudah merasa kecapean setelah memeriksa dua buah map saja. Maira cepat sekali mengantuk belakangan ini,hamilnya memang tidak seperti Ibu hamil lainnya yang mengalami morning sickness,melainkan mudah kecapean dan mengantuk.


Kondisi ini benar-benar membuat Maira sedikit keteteran dalam pekerjaannya, untungnya dia selalu bisa menyelesaikan semuanya tepat waktu.Walaupun harus berperang dengan rasa lelah dan kantuk yang sering menyerangnya belakangan ini.


Bima mengambil jas yang ia gantung di tempat ia biasa menggantung jas nya, dengan perlahan ia membenarkan posisi tidur Maira di sofa itu dan memberikan bantal lembut di kepalanya. Lalu dengan lembut pula ia selimuti tubuh istrinya itu dengan jas yang tadi ia ambil.


"Kamu manis sekali kalau lagi tidur begitu,i love you istriku sayang.Semoga kamu dan anak kita selalu dilindungi dan diberikan kesehatan oleh Allah SWT, aamiin. " ucap Bima sambil mengelus pipi Maira dan berpindah keperut istrinya.


Rasa bahagia yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata mengalir didadanya,tanpa pikir panjang. Bima mengambil ponselnya dan memotret Maira,ia tersenyum melihat hasilnya.


Setelah memberikan sebuah kecupan yang dalam dikening istrinya itu, Bima pun kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


****


Di Kantor SN Group


Netta yang masih sibuk memimpin rapat kecil diruangannya jadi terganggu dengan datangnya sebuah surat keputusan dari pengadilan.


Tadi sekretarisnya datang dengan membawakan sebuah surat dari pengadilan Agama.Karena kedua belah pihak tidak hadir dan keduanya juga sudah setuju berpisah, maka sudah tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan rumah tangga antara Netta dan juga mantan suaminya si Rico.


Walaupun sempat merasa terganggu, tapi setelah mengetahui hasilnya Netta merasa lega dan terbebas dari bayang-bayang Rico.


"Semoga kita tidak akan pernah bertemu lagi. " ucap Netta dalam hatinya.


Mungkin setelah ini, Netta akan bersiap untuk menerima pinangan Andi yang sudah dengan terang-terangan menyatakan keseriusannya.


Seulas senyum terbit di sudut bibir Netta ketika ia membayangkan Andi didalam benaknya.

__ADS_1


******


Sepuluh hari dengan cepat berlalu,kini Bima dan Maira sedang melakukan acara pelepasan tamu khusus dihotel mereka.


Para tamu ini memberikan ulasan yang positif untuk hotel mereka, terbukti dengan begitu banyaknya turis asing maupun turis lokal yang kembali memenuhi Bimaira Hotel.Mungkin ini yang disebut rejeki anak, baru aja keluar tamu yang lama, datang lagi tamu yang baru,sungguh sebuah berkah yang tak terkira untuk pasangan ini.


Bima membantu Maira untuk mengemasi barang-barang yang akan ia bawa untuk oleh-oleh ke Jakarta.Barang yang ia beli waktu jalan-jalan bersama suaminya itu di kota Surabaya dan sekitarnya.


Dua hari terakhir memang dimanfaatkan oleh pasangan ini untuk quality time berdua, karena malam itu tidak jadi jalan-jalan. Maira ketiduran sampai sore diruangan Bima, bahkan Bima harus menggendongnya kembali ke kamar mereka dilantai tujuh.


****


Maira dan Bima berpamitan dengan seluruh karyawan di setiap lantai.Sampai di Lobby pun keduanya telah disambut dengan kejutan dari para karyawan yang bertugas dilantai satu, Pak Danu juga ikut mengantar Bos dan Bu Bosnya ke bandara.


Banyak sekali oleh-oleh yang didapat dari para karyawan, tapi karena tidak memungkinkan untuk membawanya bersama mereka, Bima meminta kepada Pak Danu untuk mengirimkannya melalui jasa antar paket ke Rumah mereka di Jakarta.


"Terimakasih untuk semuanya, semoga kita bisa segera bertemu lagi. " ucap Bima seraya memberikan sambutan terakhirnya untuk Karyawan-karyawan di hotel nya itu.


"Iya Pak. " Sahut semuanya.


Bima dan Maira merasa sangat terharu sekali, benar-benar tak menyangka kalau usaha yang ia mulai dengan sedikit rasa tak percaya diri, kini bisa berkembang dengan sangat pesat.


"Alhamdulillah kalo begitu, saya dan istri saya pamit dulu ke Jakarta. Tolong do'akan kami agar bisa tiba di Jakarta dengan selamat. " ucap Bima.


"Aamiin." sahut seluruh karyawan.


Akhirnya keduanya bisa berangkat juga ke bandara dengan diantar oleh Pak Danu dan juga supir hotel.

__ADS_1


"Pak Danu, titip hotel ya. Bulan depan saya akan datang lagi, kita akan segera melaksanakan pembangunan Taman bermain anak-anak." Bima memberikan intruksi.


"Siap Pak Bima, saya akan segera membentuk Tim khusus untuk proyek ini agar kerjasama kita dengan SN group akan berjalan dengan lancar. " sahut Pak Danu.


"Nanti saya akan kirim tim saga ke hotel Pak, besok setelah saya kembali ke kantor, saya akan menyuruh tim saya untuk segera menghubungi Pak Danu sebagai penanggung jawab proyek ini dari pihak Bimaira hotel.Kebetulan proyek ini juga lansung saya yang akan menanganinya. " ucap Maira.


"Baik Bu. " Jawab Pak Danu.


*****


Ditempat berbeda, Netta sedang merasa sangat bahagia.Hari ini ia akan memberitahukan kepada keluarganya kalau Andi sudah bersiap untuk melamarnya. Rencananya mereka juga akan bertunangan terlebih dahulu sambil menunggu masa iddah nya habis.


Tiara juga sudah pulang dari rumah sakit, rumah keluarga Sasongko kini lebih semarak karena kehadiran Baby imut nan gembul itu.


Pak Sasongko terlihat sangat bahagia, setidaknya dimasa tuanya ia diberi kesempatan untuk menimang cucu dari putri bungsunya, dan tak lama lagi cucu dari Maira dan Bima juga akan segera lahir ke dunia.


"Panggil Opa ya sayang. " ucap laki-laki yang tak lagi muda itu sambil menimang cucu perempuannya ditaman depan rumah.


"Kabarnya hari ini Maira akan pulang ke Jakarta Yah, gimana kalau acara lamarannya di majukan jadi besok pagi. Mumpung keluarga kita bisa ngumpul semua. " ujar Netta yang baru saja tiba dengan kekasihnya Andi.


"Boleh juga itu, aku akan segera memberitahukan hal ini kepada orang tua asuhku." ujar Andi.


"Itu bagus,lagipula kita memang sudah lama gak kumpul bareng. Ini kesempatan untuk keluarga kita yang memang jarang sekali punya waktu buat ngumpul bareng." ujar Pak Sasongko setuju.


"Sekalian aqiqah Baby girls. " ujar Farhan suaminya Tiara.


"Benar sekali Mas. "sambung Tiara.

__ADS_1


" Baiklah, kalau semuanya sudah setuju. Mama akan segera menghubungkan pihak Catering, kita pesan aja makanan. Undang para tetangga dan kolega juga agar mereka semua bisa menyaksikan pertunangan Netta dan Andi, sekalian kita umumkan kalau Netta sudah resmi bercerai dengan Rico. "ucap Nyonya Shinta.


" Ayah setuju. "sahut Pak Sasongko. " Segera kamu urus semuanya Ma. "tambahnya lagi.


__ADS_2