Flash Marriage

Flash Marriage
Bab 27 Cincin Berlian, Jatuh Cinta Sekali Bertemu (1)


__ADS_3

Tifanny ada disini, maka perkataannya tadi...


Raymond juga tercengang, tatapannya terhenti diwajah Tifanny yang cantik, dia terlihat sedikit tegang.


Dia juga ada disini?


Pikiran Raymond sedikit kacau, dia berpikir bahwa dirinya pasti harus putus dengan Tifanny, Tifanny seharusnya mengetahui sedikit hal.


Namun, beberapa hari belakangan ini, wanita ini sedikit aneh, tidak hanya kembali kedunia hiburan secara diam-diam, bahkan dia tidak datang ke Sentum Hotel hari ini, dan sekarang malah muncul sendiri disini dan melihat semua situasi tadi.


"Tifanny, apakah kamu sudah putus dengan Direktur Raymond 5 hari yang lalu, apakah yang mengakibatkanya adalah sifatmu yang buruk?"


"Nona Tifanny, apakah kamu akan merestui Juwita dan direktur Raymond?"


Sekali bertemu dengan Tifanny, mereka semua tentu saja mempertanyakannya.


Mendengar pertanyaan ini, tatapan Tifanny sedikit seram, dia terlihat menyindir,"Aku memang sudah putus dengan direktur Raymond."


Perkataan ini membuat semua orang berpikir, bahwa memang benar perkataan direktur Raymond.


Raymond dan Juwita sedikit tercengang.


Tifanny melanjutkan ucapannya dengan santai,"Waktu putus itu adalah sekarang, direktur Raymond, kita putus."


Waktu putus adalah sekarang!


Maksud perkataannya adalah...


Membantah perkataan Juwita dan Raymond sebelumnya, 5 hari yang lalu tidak putus, Juwita adalah pelakor, malam ini Tifanny baru tahu bahwa pasangannya selingkuh, jadi saat ini dihadapan semua orang, dia sedih dan mengatakan putus.

__ADS_1


Tatapannya tulus, dalam matanya terlihat kekecewaan, dia tidak terlihat sedang berbohong. Dan kedua orang yang tidak tahu malu itu juga tidak terlihat tegang.


Ini... mereka sama sama memegang teguh perkataan mereka, seketika orang-orang tidak bisa membedakan yang mana yang benar, mereka saling menatapi, setengah percaya dan setengah curiga, mereka tidak tahu siapa sebenarnya yang benar.


Disaat ini, Juwita langsung berkata,"Adik, maafkan aku, kamu baru saja putus dengan direktur Raymond 5 hari yang lalu, dan aku langsung bersama dengannya secepat ini, memang tidak baik. namun bagaimana bisa kamu membalikkan pernyataan didepan begitu banyak orang, jelas-jelas kamu sudah putus 5 hari yang lalu, kamu malah marah hingga pergi interview untuk karakter Erin, aku tahu aku salah, aku bisa memberikan karakter ini kepadamu, tapi aku... juga tidak bisa melihat dirimu membalikkan fakta."


Perkataan ini...


Karakter Erin diberikan oleh Juwita kepada Tifanny?


Tampangnya membuat orang lebih percaya kepada Juwita lagi, dan berpikir, Juwita memang mencarikan sebuah sebab yang sangat bagus, mengapa Tifanny tiba-tiba pergi interview untuk karakter Erin, dengan begitu, Tifanny kembali kedunia hiburan karena dia telah putus.


"Wanita ini memang punya potensi untuk menjadi pengarang." Ucap Tifanny dalam hati.


Diluar kerumunan, Yansen memegang ponsel dan menatap kerumunan beberapa saat.


Dia sudah selesai menelepon dari tadi, hanya saja dia melihat Raymond dan Juwita, dia tidak terburu-buru untuk kembali mencari Tifanny.


Dia berusaha untuk terlihat biasa saja, tatapannya menyapu kejadian tadi, dia melihat semua yang terjadi tadi, rasa tidak peduli terlihat diwajahnya, dia terlihat menyindir.


Munafik!


Tatapannya menyapu kearah Tifanny, wanita ini memang kecewa dan sedih. namun tidak takut dan panik, sama sekali tidak lost control karena marah, dia juga sedikit memujinya.


Wanita itu lumayan bisa menahan marah.


Yansen tiba-tiba mengeluarkan ponselnya yang lain, dia mengirimkan sebuah pesan multimedia ke Tifanny menggunakan nomor baru, bersamaan dengan itu, dia langsung menggunakan akun kecilnya untuk menelusuri Weibo dan menemukan 'Suara Hiburan Nasional', dan mengirimkan pesan kepadanya.


Isi dari kedua pesan itu adalah transaksi Raymond dan Juwita menyewa kamar Sentum Hotel.

__ADS_1


Di internet hanya ada foto mesra, masih belum ada catatan transaksi. Sekarang adalah sebuah kesempatan yang tepat untuk mempublikasikan catatan transaksi dan membuat mereka malu.


Didalam catatan itu, kedua orang itu, dari 3 tahun yang lalu terus saja menyewa kamar Sentum Hotel di waktu yang sama, dan biasanya kamarnya berdekatan.


Meskipun hanya perlu satu kamar saja sudah cukup, tapi karena identitas khusus Juwita, dia tentu saja akan dikenali oleh petugas hotel, jadi kebanyakan waktu dia selalu menyewa kamar yang lebih untuk menutupi dari orang lain.


Jika sekali atau beberapa kali berada dan menyewa dihotel yang sama, itu masih wajar.


Tapi bagaimana jika ratusan kali, kedua orang berada dihotel yang sama, dan hampir waktu yang bersamaan, dan menyewa dikamar yang berdekatan, orang bodoh saja juga bisa mengetahui hubungan mereka.


DING DONG!!


Sekali mendengar pesan dari ponselnya, Tifanny juga tidak buru-buru untuk menjelaskan.


Melihat pesan dan mengangkat telepon tepat waktu adalah kebiasaannya dari dulu.


Dia lalu memainkan ponselnya seolah tidak ada orang lain, dia seolah tidak mendengarkan perkataan Juwita, seolah dia tidak mau menjelaskannya.


Didepan dua orang yang tidak tahu malu ini, apa lagi yang harus dijelaskan? tidak ada gunanya.


Kalau begitu lebih baik pikirkan bagaimana cara keluarkan bukti untuk membuktikan perkataannya tidaklah bohong, saat itulah baru bisa membuat mereka malu.


Tifanny berpikir seperti itu.


Namun bukti... dia sekarang tidak memilikinya, tapi tidak berarti dikemudian hari dia tidak bisa memilikinya.


Namun yang berada diluar dugaan adalah....


******

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2