
Malam harinya, dikamar mereka.Kedua suami istri itu sedang disibukkan dengan laptop masing-masing.
Walaupun mereka bersama, tapi mereka masih disibukkan dengan urusan pekerjaan yang masih dibawa pulang.
"Udah??." tanya Bima kepada Maira yang terlihat sudah mengantuk, tapi masih harus mengetik di laptopnya.
"Punya kamu?. " Maira malah balik nanya.
"Punya ku udah nih,sudah ku simpan salinannya di flashdisk.Mau aku bantuin gak?" Bima ingin menawarkan bantuan kepada Maira, dia tidak tega melihat istrinya itu yang sudah menguap beberapa kali karena menahan kantuk nya.
"Beneran mau bantuin aku,bikinin aku kopi boleh??. " tanya Maira.
"Kopi??, kayaknya kopi kurang bagus sayang kalau untuk Ibu hamil. Aku bikinin susu Ibu hamil aja mau ya?." usul Bima.
"Kalau minum susu nanti aku malah makin ngantuk dan cepat ketiduran. " Maira cemberut dan menolak ide Bima.
Bima bingung harus bagaimana,sehingga ia pun menyerah ."Ya udah, kalau begitu akan aku buatkan.Tapi sedikit aja ya sayang jangan Banyak-banyak minumnya. Takutnya kamu malah gak bisa tidur semalaman."ujar Bima.
"Iya deh,yang penting dibuatkan.pekerjaan aku masih banyak nih. Paling gak butuh waktu satu jam lagi buat menyelesaikan semuanya." jelas Maira.
"Okey kamu tunggu disini ya. "
Bima pun berlalu kebawah untuk membuatkan kopi yang dipesan oleh istri tercinta nya.
Sementara Bima masih dibawah,Maira berusaha menahan rasa kantuk yang menyerangnya.Sampai akhirnya dia pun tertidur dengan bertumpu pada kedua tangannya yang terlipat diatas bantal.
Saat Bima sudah membawakan segelas kecil kopi,ternyata istrinya itu sudah terlelap ke alam mimpi.Maira yang mudah sekali tertidur tidak menyadari kalau suaminya sudah membenarkan posisi tidurnya.
"Hmmm, pasti kamu lagi capek banget ya sayang. Hihihi, kalau sudah tidur gak ingat waktu dan tempat.Semoga saja anak kita gak mewarisi sifat kamu yang satu ini ya."ujar nya lirih sambil memencet hidung Maira.
Untung saja istrinya itu tidak terusik sedikitpun, malah Maira mengubah posisi tidurnya dan sekarang sedang memeluk guling.
Bima bermaksud membereskan sisa pekerjaan Maira.Ditelitinya apa yang sedang istrinya itu kerjakan, dan ternyata sebuah laporan.
__ADS_1
" Kenapa laporan seperti ini kamu juga yang harus mengerjakannya sayang, kamu kan CEO.Kenapa tidak suruh Andini saja. "gumam Bima.
Tapi dengan cekatan, Bima bisa menyalin rangkuman laporan itu dari tumpukan kertas menjadi cetakan satu rangkap setelah ia me ngeprintnya.Bima juga menyimpan file itu di Laptop Maira.
Saat ia ingin mematikan Laptop milik istrinya itu,tiba-tiba Bima tersenyum ketika melihat fotonya dan Maira yang menghiasi layar itu.
Foto yang dulu sempat diambilkan oleh Bik Piya saat masih dirumah Sasongko sehari setelah mereka menikah.
" Ternyata kamu menyimpannya sayang, aku tau kamu juga sangat sayang padaku.Percayalah kita berdua memang sama-sama saling mencintai. Jadi semoga kedepannya kamu tidak pernah lagi berfikir bahwa aku akan menghianati dirimu sayang. "Lirih Bima, namun ternyata Maira masih bisa mendengarkan ucapan Bima itu, Maira pun tersenyum dalam tidurnya.
Bima menyimpan laptop istrinya itu di meja yang ada didekat sofa, lalu ia juga membaringkan tubuhnya di sisi Maira, dan kemudian memeluk tubuh istrinya itu sambil mengelus perut Maira yang mulai nampak menyembul seiring usia Kandungannya yang bertambah.
" Anak Ayah,baik-baik ya didalam sana. Ayah akan menunggu kelahiranmu sayang nya Ayah,Bunda mu juga akan sangat menyayangi mu anakku. "ujar Bima sambil mengelus perut istrinya , Maira.
Maira tersenyum mendengar apa yang suaminya itu ucapkan barusan, dia terbangun saat ada yang mengelus-elus perutnya.
😊😊😊😊😊
Bima masih terlelap karena ia harus begadang semalam, sedangkan Maira buru-buru bangun untuk menyelesaikan pekerjaannya.Tapi ternyata semua tugasnya sudah dikerjakan oleh sang suami secara rinci dan semuanya rapi.
" Terimakasih sayang "ucap Maira sambil mengecup pipi kanan suaminya.
Bima pun terbangun dari tidurnya dan ia pun membalas ciuman yang diberikan oleh istrinya.
" Ayo kita mandi bareng,bentar lagi kan kita mau berangkat kelokasi proyek kamu di Bandung."ujar Bima mengingatkan.
"Bener sayang,kamu kayaknya masih ngantuk nih. Terimakasih ya karena sudah membantu ku mengetik Berkasnya. " ucap Maira.
"Tentu saja sayang.Aku tau kamu membutuhkannya untuk hari ini. " jawab Bima sambil memeluk pinggang istrinya dan mencium perut Maira yang mulai kelihatan menyembul keluar.
"Habis dari proyek, kita ke dokter yuk lihat kondisinya. " Bima mengajak Maira untuk cek kandungan ke klinik dokter kandungannya.
__ADS_1
"Iya,aku juga kangen pengen lihat perkembangannya." Maira juga tak bisa menyembunyikan kerinduannya untuk melihat wajah bayinya.
"Pasti dia cantik kayak Bundanya. " ucap Bima penuh rayu.
"Bagaimana kalau dia laki-laki?.Bukankah kamu inginkan anak laki-laki?. "Maira ingin melihat reaksi Bima, ditatapnya mata cokelat pria dihadapannya itu dengan tatapan yang menuntut jawaban diiringi senyuman di bibirnya yang mengembang.
"Sayang, laki-laki atau perempuan keduanya sama saja.Kita akan memiliki keduanya nanti."ucap Bima sambil mengelus perut istrinya.
" Iya, kamu benar. Aku ingin punya dua orang anak.Bagaimana menurut kamu?. "Maira yang dulunya takut punya anak malah bilang ingin dua anak, tentu saja Bima jadi tersenyum senang.Impiannya malah ingin punya banyak anak, karena hidupnya yang sendirian didunia tanpa keluarga.
Tapi setidaknya dua anak dulu cukup,mungkin nanti akan bertambah seiring waktu.
***
Hari ini Bima cuti dari kantornya dan menepati janjinya untuk mengantarkan sang istri ke lokasi proyek di puncak.
Suasana Puncak yang indah dan cuacanya yang sejuk memang cocok sekali untuk pasangan yang akan memadu kasih.Apalagi pasangan Bulan Madu.Mereka kan juga belum lama menikah,Maira tidak tau kalau suaminya itu sudah menyiapkan koper di bagasi mobilnya.Bima berencana akan menyewa Villa untuk mereka berdua menginap beberapa hari disana tanpa sepengetahuan sang istri,sekalian pergi menurutnya apa salahnya kalau mereka honeymoon dadakan.
Bima berharap semoga setelah ini hubungan mereka yang sempat renggang karena kehadiran Ester, akan segera membaik dan jauh lebih mesra lagi.
" Kenapa kamu senyum-senyum begitu?? Apa ada sesuatu yang membuat kamu happy!."Maira menatap curiga pada Bima.
"Tentu sayang, aku bahagia banget bisa bertiga sama kalian keluar kota.Kita bisa menghabiskan waktu bersama. " jawab Bima sambil mencium punggung tangan kanan Maira, sedangkan tangan sebelah nya sibuk menyetir.
"Oo, kirain ada apa?. "Maira salah menduga.
" Memangnya kamu fikir ada apa?. "tanya Bima balik.
" Gak ada apa-apa, aku kan kesini buat kerja bukan buat liburan sayang. "
"Nanti kita bisa cari waktu di sela-sela kerja. " sahut Bima.
"Terserah kamu lah 😊. " Maira jadi tersipu saat Bima kembali mencium pipinya.
__ADS_1
"Fokus aja nyetir. " tukas Maira.
"Iya sayang. " Bima pun kembali fokus pada setirnya.