Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 74


__ADS_3

Mendapatkan pesan chat dari Maira,membuat Bima jadi semakin cemas. Karena istrinya itu bilang kalau dia akan menemui penculik Netta.


Bima berusaha menelpon Maira namun tak kunjung diangkat, belum juga ia menemukan lokasi Netta disekap sekarang malah istrinya akan ke tempat itu sendirian.


"Bagaimana, apakah kamu sudah bisa menemukan lokasi HP istriku?. "


"Titiknya bergerak kearah selatan Kota. " jawab detektif Andi.


"Ayo, kita harus segera sampai disana. Jangan sampai terlambat. "


Maira yang sedang menyetir dengan menggunakan mobil Tiara kini sudah hampir sampai dirumah mertua Netta, dia masih ingat rumah ini.Rumah yang dulu pernah ia datangi saat sedang mengikuti Rico.


"Jalan ini, sepertinya aku tahu siapa dalang dari penculikan Kak Netta.Aku harus segera menghubungi polisi. "Bima meminta bantuan pada detektif Andi untuk menelpon polisi.


Untuk sementara, mereka akan berusaha membebaskan Netta sebisa mereka sebelum polisi datang.Karena polisi juga sudah mengetahui soal kasus ini, jadi mereka pun segera bertindak.


Mobil yang dikendarai Maira sudah berada didepan rumah Ibunya Rico.Dengan tanpa rasa takut,Maira akan masuk kedalam.Niatnya untuk bernegosiasi dulu dengan Bu Parida agar mau melepaskan Kakaknya Netta.


" Masuklah Maira, akhirnya kau datang juga kesini.Dimana Ayah mu si tua bangka Sasongko itu?. "tanya Bu Parida.


" Tentu Anda sudah memeriksa terlebih dahulu sebelum ini, tidak mungkin kalau Anda tidak tahu kalau Ayah sedang berada di luar kota, iya kan?!. "jawab Maira.


" Hahaha, kamu memang tidak bodoh seperti Netta Kakakmu itu, seharusnya kamu saja yang menjadi menantu saya. "sahut Bu Parida.


" Cepatlah katakan saja apa yang sebenarnya Anda inginkan!,karena aku yakin Anda juga tidak ingin membuang-buang waktu kan?. "ujar Maira mencoba bernego agar masalah ini segera selesai tanpa ada yang harus terluka.


" Seperti yang aku bilang, aku ingin Rico segera dibebaskan.Atau kalau tidak aku juga akan menyekap mu dan juga Netta agar si tua bangka Sasongko itu akan memohon dan mengemis di kakiku untuk minta dikasihani!. "ujar Bu Parida.


" Saya tahu, pasti Anda sebagai orang tua khususnya sebagai Ibu pasti ingin melihat anaknya bebas dan juga bisa menghirup udara dengan leluasa.Tapi apa Anda ingat senang apa yang sudah putera Anda lakukan?. "


"Itu semua memang aku yang menyuruhnya, jadi kau harus mau menjamin kebebasan Rico atau kalau tidak, aku tidak akan segan untuk menyakiti kalian berdua!. " ancam Bu Parida.


"Dimana Kak Netta sekarang??!. " tanya Maira.


"Dia akan aman kalau kau dan Ayah mu mau mencabut laporan atas Rico. Aku berjanji tidak akan berurusan dengan keluarga kalian lagi,tapi kalau kalian menolak! dengan terpaksa aku harus memerintahkan anak buah ku untuk menyakiti kau dan kakakmu biar si tua bangka Sasongko itu tau rasa!. "


"Jangan berbelit-belit,bawa saja aku ke tempat Anda menyekap Kak Netta!. " ujar Maira.


"Apa yang bisa kau lakukan Nona Maira 😂, kau hanya seorang wanita lemah, mana bisa mengancam seorang Parida. hahaha😂😂. " tawa Bu Parida memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


Sementara itu, Bima dan Pak Andi sudah masuk kedalam pekarangan rumah Bu Parida. Tidak ada penjagaan di bagian depanku, mungkin mereka tidak banyak orang, dan semua sedang berada didalam dan didepan gudang tempat penyekat.


Bima dan Pak Andi mengendap-endap dan melihat dari jendela, kalau-kalau ada istrinya didalam.


Dari kaca jendela dia bisa menyaksikan kalau istrinya itu sedang adu mulut dengan Ibu Parida yang walaupun sudah tua, tapi masih saja bersikap kasar dan tidak segan-segan untuk memaki orang.


"Gawat, Maira memang sudah didalam, apa kita masuk saja ya?. " tanya Bima.


"Tapi kita tidak boleh gegabah, sebaiknya kita lewat pintu belakang saja. " usul pak detektif.


"Baiklah, aku duluan. " ujar Bima.


Baru saja mereka melewati kolam renang, Bima mendengar Suara anak buah Bu Parida yang sedang mengobrol dan membicarakan soal Nyonya nya yang sudah tua, dan seorang wanita yang sangat tega mengurung menantunya sendiri didalam gudang dan mereka disuruh menjaganya.".


"Kak Netta ada di gudang, tapi bagaimana dengan Maira??. " Bima bingung harus menyelamatkan yang mana dulu.


"Begini saja,kamu selamatkan istri kamu dulu dan saya yang akan menyelamatkan kakak ipar kamu. " usul Andi.


"Oke, kalau begitu, kita berpencar. "


Andi mengacungkan jempolnya 👍.


Memang tak begitu banyak penjaga,hanya ada dua orang yang ada di depan gudang itu.Mereka juga tidak memiliki senjata, malah sedang asyik bermain kartu di gazebo yang terletak tak jauh dari gudang itu.


Andi membuka pintu secara diam-diam dan ia berhasil masuk kedalam gudang,didalam gudang masih ada satu ruangan lagi yang merupakan tempat Netta disekap.


Sayang sekali pintu kamar itu sedang dikunci dengan sebuah gembok besar,sepertinya Bu Parida memang tidak main-main mengunci Netta berjam-jam didalam sana.


Andi mencari solusinya, ia mencoba mengetuk pintu itu dua kali.


"Tok.. tok.. ".


" Bu Netta. "panggil nya.


" Siapa???. 'ujar Netta.


"Ini saya, detektif yang ditugaskan oleh Pak Bima untuk menyelamatkan Anda dari sini. "


"Bima suaminya Maira? " tanya Netta.

__ADS_1


"Iya Bu, bagaimana keadaan Anda didalam?. "


"Saya baik-baik saja,apa anda datang sendiri!?. " hanya Netta dibalik pintu.


"Tidak, saya datang bersama Bima dan juga istrinya"


"Maira juga ada disini?. "tanya Netta speechless.


" Iya Bu Netta, justru kami sedang mengikutinya untuk menyelamatkan Ibu dari sekapan mertua Anda. "sahut Andi.


" Ya sudah, tolong cepat keluarkan saya dari sini. "ujar Netta.


" Sabar sebentar ya Bu, saya akan cari sesuatu yang bisa untuk membuka kuncinya.


"Baik."


Andi menemukan sebuah besi panjang digudang itu, dan dia tak habis akal untuk membuka pintu itu, sekuat tenaga ia mencoba membuat kunci itu melengkok dan akhirnya Netta berhasil dibebaskan.


Mata Netta sejenak bertatapan dengan mata Pria yang bernama Andi ini, keduanya sempat saling mengagumi satu sama lain sebelum akhirnya Andi menyudahi tatapan itu.


"Kenalkan,saya Andi. "Ujar Pak Andi sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Oh, saya Netta. Terimakasih Anda sudah menyelamatkan saya. "sambut Netta disertai senyuman nya.


"Sama-sama, ini sudah tugas saya. " Jawab pria yang baru saja dikenal nya itu.


Netta pun tersenyum,lalu mereka berdua berusaha keluar dari gudang itu.Keduanya mengendap-endap agar tidak ketauan.


Anak-anak buah Bu Parida masih sibuk bermain kartu.Hal itu memudahkan bagi Netta dan juga Andi untuk melarikan diri.


Mereka menyelusup ke arah depan dan berjalan disamping rumah utama dengan kembali mengendap-endap.


***


Didalam rumah.


Bu Parida terkejut karena ternyata Maira tidak datang sendirian.Bima kini sedang berdiri di belakang Maira dengan santainya.


"Siapa kamu???!." tanya Bu Parida yang terlihat sedikit gentar melihat kehadiran Bima disana.

__ADS_1


__ADS_2