Flash Marriage

Flash Marriage
Bab 44 Kemampuan Berperan Tidak Sesuai Standar (2)


__ADS_3

__Happy Reading_______


Lalu, Aliando Zhang seketika itu juga marah sambil melotot ke arah para penjaga, berkata: "Tifanny adalah pemeran utama wanita, bagaimana mungkin disebut orang yang tidak memiliki kepentingan."


Dia juga menunjuk Raymond Jiang, sambil berkata: "Orang ini yang harusnya tidak memiliki kepentingan, mata kalian dimana?"


Kalimat ini.....


Seketika itu juga membuat semua orang yang ada di lokasi merasa heran, mereka merasa sulit mempercayainya sambil mengedipkan mata.


Apa sutradara Zhang hari ini salah minum obat?


Untungnya Raymond Jiang masih dianggap sebagai manusia, seorang pengusaha ternama, apa keberadaannya tidak bisa diberikan sebuah kehormatan?


Dan lagi..... Tifanny Wen ternyata tidak dipecat? bukankah sutradara menyuruhnya untuk tidak mengikuti syuting lagi?


Mengenai Kevin Qin yang tidak ada di lokasi, para penonton malah tidak banyak memikirkan hal itu. Karena hari ini tidak ada peran Kevin Qin.


Peran utama «Five Musts» memang diperankan oleh pemain wanita. Pemeran pria muncul di akhir episode, dan tidak terlalu banyak, tetapi masih dianggap penting.


Raut wajah Raymond Jiang berubah menjadi muram. Dia masih tidak menyangka, seorang sutradara tidak memberinya sebuah kehormatan sama sekali.


Meskipun dia adalah seorang manusia biasa, melihat raut wajah Juwita Wen, seharusnya sikap dia juga tidak seperti ini.


Namun, hal yang membuat dia sangat tidak menyangka adalah.....


Tatapan mata Aliando Zhang tiba-tiba tertuju pada Juwita Wen, sambil berkata: "Juwita, aku sudah mempertimbangkan, kemampuan actingmu masih tidak cukup handal, demi membuat karya «Five Musts» semakin mengesankan, sebaiknya pemain lama yang memerankannya. Aku sudah membawa pemeran Angela yang baru. Kamu sebaiknya tinggalkan lokasi lebih dulu. Masalah pemutusan kontrak kerja, tunggu setelah ini baru aku akan mencari waktu senggang untuk merundingkannya."


Sutradara berkata, sambil menunjuk aktris yang dia bawa kemari: Yuri Bai.


Yuri Bai, seorang aktris lama yang handal.

__ADS_1


Bisa dibilang dia sudah menjadi aktris sejak kecil, jadi sekarang dia sudah terkenal.


Dari segi kemampuan berperan, sudah jelas tidak perlu diragukan lagi.


Semua orang yang ada di lokasi, semuanya mengenal Yuri Bai. Tetapi mereka tidak menyangka, sutradara membawa Yuri Bai kemari, ternyata demi memerankan tokoh Angela.


Ternyata sutradara berencana untuk memecat Juwita Wen!


Tatapan mata semua orang mengarah ke raut wajah Juwita Wen yang memucat, seketika itu juga mereka menengokkan kepala dan melihat ke arah Tifanny Wen yang duduk dengan suasana hati yang tenang. Lubuk hatinya dikejutkan oleh perkataan sutradara Zhang tadi, seketika itu juga hatinya bergejolak, dia merasa belakang punggungnya menyemburkan hawa dingin.


Sebenarnya seberapa mengejutkannya latar belakang Tifanny Wen?


Semua orang yang ada di lokasi sepertinya sudah menduga latar belakang Tifanny Wen sejak awal.


Bagaimanapun, dia adalah orang yang seharusnya dipecat oleh sutradara, tapi dia tiba-tiba kembali ke dalam tim aktris, dan tidak disangka sutradara malah membelanya.


Lagipula, kemampuan berperan Juwita Wen juga lumayan bagus, Sutradara Zhang benar-benar salah jika memecat Juwita Wen.


Apa mungkin......


Karena latar belakang Tiffany Wen lebih kuat, bahkan sutradara pun tidak berani menghukumnya?


Jika tidak kuat, dia tidak mungkin tidak menghormati Raymond Jiang.


Tika Luo merasa sulit mempercayai ini, dia merasa dirinya salah dengar.


Kemudian, setelah melihat ekspresi wajah orang-orang yang ada di lokasi, dia meyakinkan diri bahwa dirinya tidak salah mendengar.


Sutradara memang akan memecat seseorang, dan yang akan dia pecat ternyata adalah Juwita Wen!


"Sutradara Zhang, Anda telah sangat menghina seseorang."

__ADS_1


Juwita Wen pun sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya lagi.


Sutradara bergumam,"Biaya melanggar perjanjian pasti akan kami ganti. Mengenai masalah ini, kami sudah membicarakannya dengan atasan pemilik perusahaan Hairui Entertainment, mereka juga tidak memiliki pendapat lain.... Apakah manajermu belum memberitahumu?"


Manager Juwita Wen, beberapa hari ini sedang sakit, hari ini dia juga tidak menemaninya syuting.


"Alasannya! aku butuh alasannya."


Juwita Wen merasa tidak terima sambil berdiri ditempat semula.


"Kemampuan actingmu tidak sesuai standar." Sutradara langsung melontarkan kalimat ini.


Mengenai masalah waktu itu.... dia mendengar perkataan Direktur Qin bahwa Kevin Qin mendengarkan hasutan Juwita Wen, dia tidak mengatakan tentang penculikan Tifanny Wen, tapi dia melakukan hal yang buruk semacam itu terhadapnya.


Ini adalah pelanggaran hukum!


Aliando Zhang, paling benci seorang aktris yang bertopeng.


Mendengar sutradara mengatakan kata,"Kemampuan berperannya tidak sesuai standar," jawaban yang begitu acuh membuat dia merasa terpukul, Juwita Wen semakin merasa tidak terima.


Saat itu, dia sudah menyakini didalam hatinya bahwa : 'Tifanny Wen memberikan suapan uang pada sutradara!'


Lagipula, dia adalah seorang yang memiliki latar belakang keuangan yang sangat kuat!


Dia takut jika Tifanny Wen bisa saja memilih jalan ini demi membalaskan dendamnya pada Raymond Jiang dan dirinya..


Juwita Wen begitu memikirkan hal ini, terlebih lagi tentang bagaimana pemikiran Raymond Jiang.


Saat ini raut wajah Raymond Jiang sama seperti Juwita Wen yang begitu tidak enak dipandang, tatapan matanya yang sulit dijelaskan itu menatap tajam ke arah Tifanny Wen, setelah rasa amarah yang tidak jelas berkobar dihatinya dan membuat dia tidak bisa mengendalikan diri dan tiba-tiba berlari ke hadapan Tifanny Wen, dan menarik lengan tangannya, bertanya: "Apa kamu sedang balas dendam? Apa kamu melakukan ini untuk membalaskan dendammu padaku dan Juwita?


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2