Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 84


__ADS_3

Bima yang sedang di ruang kerjanya lupa kalau dia tak membawa ponselnya tadi, jadi ia bermaksud ingin mengambil ponselnya dikamar.Akan tetapi saat ia akan membuka pintu kamarnya ternyata pintu itu terkunci dari dalam.


"Tok.... tok.... tok... "


Bima mencoba mengetuk pintu,karena tak biasanya Maira akan mengunci pintu kamar dari dalam saat dirinya ada diluar kamar seperti ini.


"Ada apa dengannya?"gumam Bima lirih.


" SAYANG..KOK PINTU NYA DIKUNCI???."teriak Bima.


Tentu saja Maira jadi kalang kabut dibuatnya.


["Andini, sudah dulu ya. Nanti kita sambung lagi, kamu bicarain dulu langkah selanjutnya sama R. "] ujar Maira.


["Baik Bu. " ]Andini pun menutup panggilan itu.


Maira segera berlari ke dalam kamarnya, dan menaruh ponselnya di dalam tasnya kembali dan beranjak ke pintu dan berlagak seolah-olah baru bangun dari tidurnya.


Dengan muka lesu khas bangun tidur Maira membukakan pintu untuk suaminya.


"Ada apa sa-yang... " ucapnya dengan nada lesu,sambil sesekali menguap dan rambut yang sedikit acak-acakan.


"Gak biasanya kamu kunci pintunya?. "tanya Bima penuh selidik dan keningnya sampai mengernyit.


" Ahh, itu tadi aku gak sengaja ngunci pintu kali.Aku juga gak nyadar kalau pintunya terkunci, hehehe. "Maira menampakkan giginya yang rapi.😁


" Oo kirain ada apa, habisnya tumben kamu pake kunci pintu segala. Biasanya mau ganti baju aja kamu gak pernah kunciin pintunya. "ujar Bima, terus terang dia merasakan ada yang aneh pada diri istrinya saat ini.


"Kamu ngapain balik lagi, bukannya mau periksa kerjaan di ruang kerja??. " tanya Maira.


"Ituu, Ponsel aku yang khusus buat kerjaan ketinggalan. Aku kan harus menghubungi Pak Danu juga. " Jawab Bima jujur.


"Ooo, ya udah aku balik tidur lagi ya kalau gitu.Habisnya aku ngantuk banget, hoammm.🤭" pandai sekali Maira berakting.


"Aku lanjut kerja ya,gak usah dikunciin pintunya. Nanti kalau aku mau masuk lagi gimana?. " tukas Bima.

__ADS_1


"Iya, gak dikunciin. Tenang aja. " jawab Maira.


Maira pun pura-pura naik ke atas kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.Bima memperhatikan tingkah laku Maira yang menurutnya aneh itu secara diam-diam.Pelan-pelan ia menutup pintu tapi tidak dirapatkan oleh nya.


Tapi Maira tidak bodoh, dia berpura-pura memejamkan matanya sampai terdengar suara langkah kaki Bima menjauh.


"Huh, akhirnya.Maaf ya sayang,aku lakuin ini demi keutuhan rumah tangga kita berdua.Nanti juga kamu bakalan tau kok. " gumam Maira.


Biarkan semuanya mengalir seperti air dulu,sejauh ini rencana Maira sudah hampir dikatakan berhasil, tapi baru 50 %.


Rencana ini adalah usulan dari sahabat karibnya yang super duper resek dan menyebalkan. Tapi tak jarang rencana sahabatnya itu selalu berhasil,apalagi dalam hal jodoh menjodohkan.Maira berharap kali ini ide sahabatnya itu juga akan berhasil.


Selang satu jam, Bima sudah kembali lagi ke kamar, tapi kali ini Maira benar-benar sedang tertidur.


Bima mendekatkan wajahnya ke wajah Maira untuk melihat senyenyak apa tidur istrinya itu.


"Sayang... sayang, bangun yuk. Kita makan siang dulu,tuh Bik Piya sudah kasih tau kalau makanannya udah siap. " ujar Bima sambil mengelus-elus wajah Maira.


Namun sepertinya Maira masih berada di alam mimpi,sedikitpun dia tak bergeming meskipun Bima sudah berulang kali memanggilnya dan juga membangunkan dengan cara terlembut.


Akhirnya Bima memilih jalan ekstrim,ia mendekatkan kembali wajahnya, tapi kali ini bukan untuk mengamati wajah istrinya, melainkan untuk membangunkan Maira dengan sebuah kecupan hangat di bibirnya, sampai akhirnya Maira terbangun karena kehabisan oksigen.


"Bimmm, apa-apaan sih.Kok kamu pake cium-cium aku segala.Aku kan masih mau tidur. "Maira nampak marah dengan mata merahnya.


"Bangun dulu yuk, kita makan siang dulu,habis itu kita kan juga mau kedokter kandungan.Tadi aku sudah buatkan janji sama dokter kandungan kamu. " ujar Bima.


"Iya ya, maaf aku lupa plus ketiduran pula. "Ucap Maira sambil menggaruk kepalanya.


" Ayo kita turun dulu ke bawah. "ajak Bima, kini ia sudah membantu Maira duduk dan kemudian berdiri,karena Maira kelihatannya lemes banget,Bima pun menggendongnya sampai ke bawah dengan gaya Bridal style.


" Ya ampun sayang, aku malu dilihatin Bik Piya sama Bik Sarni tuh. "Padahal tadi ia ingin ke kamar mandi dulu buat cuci muka dan pipis.


" Gak apa-apa Non, kami malah senang kalau lihat pasangan yang romantis kayak Non Maira dan Bos Bima. "ujar Bik Sarni.


" Bener Non apa kata Mbak Sarni,kami do'akan semoga rumah tangga Non Maira dan juga Den Bima selalu rukun dan bahagia selama-lamanya. "sambung Bik Piya.

__ADS_1


" Aamiin. "ucap Bima dan Maira kompak.


"Terimakasih loh bik do'anya. " ujar Bima.


"Sama-sama Den Bima. " balas Bik Piya.


Lalu setelah itu Bima dan Maira pun memulai makan siangnya dengan menu masakan dari Bik Piya.Apapun yang dimasak oleh Bik Piya pasti rasanya enak dilidah Maira,Bima juga sudah terbiasa dengan masakan ART bawaan istrinya itu.


*****


Setelah makan siang,Bima dan Maira kembali ke kamar mereka untuk bersiap-siap ke dokter Maira sudah mandi dan sudah wangi, kali ini ia mengenakan dress cantik selutut berwarna putih dengan jaket Denim untuk outhernya. Sedangkan rambutnya ia biarkan tergerai dan hanya menggunakan bando berwarna putih.


"Perfect sayang." puji Bima sambil membentuk huruf o dijarinya👌.


"Kamu cari baju yang warnanya senada ya, biar couplean gitu."


"Kamu pilihin deh yang mana, biar aku tinggal pakai. " ujar Bima.


Maira pun sibuk memilah baju di lemari bagian Bima dan sudah tentu banyak sekali jenis jaket jeans Denim di lemari Bima,jadi Maira tak mengalami kesulitan untuk memadu padankan outfit nya dengan outfit Bima kali ini.


Akhirnya kelar juga siap-siapnya,pasangan ini segera turun kebawah dan berpamitan dengan kedua ART nya.


"Kamu gak usah je Basement sayang, langsung tunggu aja didepan pintu utama. Biar aku sendiri yang ambil mobilnya ke bawah. Nanti kamu capek kalau harus turun tangga terus-terusan." Ujar Bima.


Benar juga apa yang dibilang Bima, sebaiknya dia tunggu di teras depan saja..


"Baiklah, aku tunggu di depan ya. " ucap Maira sambil berlalu keruang tamu dan dibukakan pintu oleh Bik Sarni yang sudah siap dari tadi.


"Silakan Non. " ujarnya.


"Terimakasih ya Bik 😊. " jawab Maira .


****


Tak lama kemudian, Bima pun tiba dengan mobilnya.Lalu ia turun dan sengaja membukakan pintu buat sang istri, sebisa mungkin ia ingin bersikap romantis seperti biasanya,tak akan ia biarkan Maira mempunyai kesempatan untuk mengeluh akan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2