Flash Marriage

Flash Marriage
Bab 38 Tifanny Wen Yang Diculik (2)


__ADS_3

Setelah Tifanny Wen turun dari lift dan meninggalkan gedung, ia dengan sedikit tidak bersemangat menelepon Yansen Mu.


"Halo, Tuan Mu..."


Walaupun ia sama sekali tidak menyesal, namun perasaanya.... sejujurnya memang tidak terlalu baik.


"Halo? Bagaimana kamu bisa menelepon? Bukankah sekarang sedang ada pemotretan?"


Yansen Mu mengerutkan keningnya saat tidak ada suara di ujung telepon.


"Fanny?"


Tifanny Wen merasa agak sedikit terkejut mendengar bagaimana pria itu memanggilnya.


Ia menjawab: "Hari ini aku dengan penuh amarah memberikan dua buah tamparan pada seseorang di kru."


Walaupun ia berkata demikian, sudut bibirnya tersenyum pahit,"Tuan Mu, apakah menurutmu aku gila? Sikapku yang seperti ini benar-benar tidak cocok berada di dunia hiburan, tapi aku jelas-jelas menyukai syuting. Sebenarnya saat aku memutuskan untuk kembali menjadi artis, seharusnya aku membereskannya dengan IQ yang tinggi kalau aku bertemu dengan pria penggoda seperti itu. Asalkan dia tidak melakukan apapun terhadapku, maka aku akan membiarkannya. Tapi begitu terpikir Tuan Mu yang masih bisa menghargaiku, aku juga tidak ingin menerima perlakuan seperti itu."


Sentum Group.


Wajah Yansen Mu yang sedang berada di kantor langsung menjadi kelam setelah mendengar perkataan ini."


"Siapa yang menggodamu?"


"Aktor utama Five Musts, Kevin Qin. Ia juga adalah seorang aktor baru yang sedang populer sekarang ini. Tuan Mu, apakah kamu tidak ingin memujiku? Lihat bagaimana aku justru ditendang keluar dari kru karena aku mempertahankan harga diriku."


Tifanny Wen dengan sengaja menyindir dan menggunakan nada bicara yang santai. Dengan begini, Ia bisa lebih menerimanya.


"Pria itu melakukan sesuatu kepadamu?" tanya Yansen Mu.


"Tidak. Ia hanya menggodaku dengan kata-kata. Tapi, menurutku kalau aku tidak sedikit bertindak, langkah selanjutnya ia benar-benar akan melakukan sesuatu kepadaku."


"Apa yang ia katakan padamu?" Suara Yansen Mu tiba-tiba menjadi sangat dingin.

__ADS_1


Tifanny Wen menumpahkan suasana hatinya yang ia pendam,"Ia menyuruhku membuka harga. Ia bilang ia jamin kemampuannya di atas ranjang akan bisa lebih memuaskanku dibanding si tua kaya di belakangku itu."


Di ujung telepon......


'CTAK!' Pulpen yang berada ditangan Yansen Mu tiba-tiba patah menjadi dua bagian.


Detik berikutnya......


"Dengan kemampuanmu yang seperti ini, kamu hanya memberikannya dua tamparan?" Suara Yansen Mu terdengar dari seberang telepon.


Tifanny Wen terdiam.


"Sekarang kamu ada dimana?" Yansen Mu kembali bertanya.


Tifanny Wen baru saja ingin mengatakan bahwa dirinya sudah meninggalkan gedung dan bersiap untuk pulang.


Namun belum juga kata-kata itu terlontarkan, tiba-tiba ia melihat di depannya ada beberapa pria berjas hitam yang datang menghampirinya.


Seseorang dari para pria berjas hitam itu menunjuk Tifanny Wen dan memerintah,"Itu wanita yang berani memukul Tuan Kevin! Tangkap dia!"


Begitu ia melihat segerombolan pria berpakaian hitam yang tiba-tiba menghampirinya, raut wajahnya pun langsung berubah dan hati kecilnya berkata : Ini buruk!


Pasti ini karena ia telah memprovokasi Kevin Qin. Sepertinya pria itu merasa masih belum cukup hanya dengan meminta sutradara mendepaknya keluar, jadi ia langsung memerintahkan orang lain untuk mengepungnya disini.


Dalam dunia hiburan, banyak artis yang pernah berurusan dengan hal-hal seperti ini.


Bahkan sutradara saja tidak berani menyinggung Kevin Qin. Tifanny Wen pun tidak merasa ada yang aneh dengan kemampuan pria itu yang bisa dengan segera memanggil segerombolan orang untuk mengepungnya.


Tifanny Wen tentu saja sudah tidak mempedulikan ponselnya lagi dan langsung menggerakkan kakinya untuk berlari.


Walaupun dirinya lebih gesit dari wanita biasa, tapi orang-orang yang datang ini.... mereka adalah delapan orang yang sangat kekar, apalagi masing-masing dari mereka sangat terlatih.


Begitu empat orang menghadangnya di depan dan empat orang lainnya menghadang di belakang, Tifanny Wen langsung tidak memiliki jalan untuk kabur lagi.

__ADS_1


"AAHH!! Lepaskan aku!!"


Sentum Group....


Wajah Yansen Mu memerah menahan amarah saat ini !


Di ujung telepon sana terdengar suara Tifanny Wen: "AAHH!! Lepaskan aku!"


Setelahnya tidak ada suara apapun lagi yang terdengar.


Tifanny, ia.... berada dalam masalah!


Yansen Mu meraih ponselnya, ia tidak keburu menghubungi siapapun. Detik selanjutnya, ia sudah seperti angin yang melesat keluar kantornya.


.....


Di dalam sebuah mobil Mercedes Benz yang mewah, tangan dan kaki Tifanny Wen terikat dengan erat dan ia dibuang ke kursi belakang.


Tapi tidak ada satupun dari kedelapan pria berpakaian hitam yang tadi menangkapnya naik ke mobil. Setelah mereka membuangnya, mereka menaiki mobil mereka masing-masing dan pergi dari situ.


Di dalam mobil Mercedes Benz ini, orang yang ternyata menyetir adalah Kevin Qin.


"Wanita ......, sampai aku sebesar ini, belum pernah ada orang yang berani menampar diriku. Kalau malam ini aku tidak menyiksamu sampai mati, jangan panggil aku Kevin Qin."


Kevin Qin menyetir mobil, sambil melempar kata-kata dengan penuh penekanan kepada Tifanny Wen.


Ternyata, pria itu tidak pulang ke rumahnya setelah meninggalkan tempat syuting. Ia justru segera menelepon dan memanggil beberapa pemukul yang biasa ada di bar untuk menunggu Tifanny Wen keluar.


Amarah yang Kevin Qin terima hari ini membuatnya bersumpah bahwa ia tidak akan melepaskan Tifanny Wen hari ini. Ia akan membuat wanita itu mengingat akibat dari perbuatannya.


Saat ini mulut Tifanny Wen sudah dibekap dengan kain, ia sama sekali tidak bisa bicara.


Ponselnya juga sudah dilempar oleh Kevin Qin. Hati kecilnya dipenuhi dengan firasat buruk. Saat hatinya gelisah mencoba menebak kemana Kevin Qin membawanya pergi, tidak terasa mobil yang dikendarai sudah menempuh jarak yang begitu panjang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2