
"Sayang, kalian sudah datang? . " Sapa sang Ayah yang baru saja melihat kehadiran anak dan menantunya.
"Iya Ayah, kami baru saja tiba.Tapi kenapa ada acara empat bulanan untuk Maira juga Yah?, kapan ini disiapkan?. " tanya Maira.
"Oh, itu Mama Shinta yang bikinin.Kebetulan kan adiknya, tante Maurin punya percetakan spanduk kayak gitu.Tinggal kirim foto kalian dan di Edit jadi deh dengan kilat dalam waktu 5 jam saja. " jawab sang ayah.
"Eh, kalian sudah datang rupanya?. Bagaimana kejutannya, apa kalian suka?. " tanya Nyonya Shinta pada anak tiri dan menantunya itu.
"Suka Tante. " jawab Maira dan Bima kompak.
"Syukurlah kalau kalian suka." jawab Nyonya Shinta senang.
"Ayah harap mulai sekarang, kamu biasakanlah memanggilnya dengan sebutan Mama. Walau bagaimana pun Mama Shinta ini kan juga istri Ayah nak, sudah semestinya kalian berdua memanggilnya dengan sebutan Mama. " pinta Pak Sasongko.
"Tapi Yah, Maira sudah terbiasa menyebutnya dengan sebutan Tante dari Maira kecil. Sulit rasanya untuk mengubah panggilan itu. " ujar Maira.
Bima hanya tersenyum kepada Nyonya Shinta dan Ayah mertuanya."InsyaAllah saya bisa mengubah panggilan itu mulai dari sekarang. Maafkan kami Mama Shinta, selama ini Bima hanya mengikuti panggilan dari Maira saja.Iya kan sayang?, mulai sekarang kita akan belajar untuk merubah panggilan pada Mama Shinta. "Bima menyenggol bahu istrinya pelan untuk menegaskan.
" InsyaAllah,M-Ma. "jawab Maira.
*****
Tamu-tamu Undangan dadakan yang hadir ternyata cukup banyak, disamping para karyawan SN group ternyata masih ada tamu lainnya dari para rekan bisnis dan juga pihak keluarga besan dari Pak Sasongko.
Dari pihak Andi, hadir para anak panti dan juga Ibu Panti tempat Bima dan Andi dulu dibesarkan bersama.Dari pihak mertuanya Tiara juga hadir keluarga besar Farhan.Dan hanya Bima lah yang tidak memiliki keluarga disini, hanya ada Bik Piya, Bik Sarni dan juga Pak Andi sang security yang mendadak jadi supirnya hari ini.
Ternyata tamu undangan lainnya juga berangsur-angsur datang,ada si cewek resek Rasty dan tunangannya Shakti yang baru saja tiba. Maira langsung menyambutnya dengan pelukan hangat persahabatan."Duh... yang udah dilamar, kapan nih peresmian ke jenjang pernikahannya?. "goda Maira.
" Do'ain aja ya, InsyaAllah bulan depan kita bakal married. "jawab sahabatnya itu.
" Wow, express nih kayaknya. "sela Bima.
" Express- an mana sama kalian berdua??, kalian itu nah baru bisa di bilang FLASH MARRIAGE.Kilat banget, ketemu langsung unboxing. "ujar Rasty gak bisa jaga mulut banget.
__ADS_1
" Ha??!, siapa yang begitu ketemu langsung unboxing?. "tanya Netta yang baru saja datang bergabung.
" Ups!!, gak ada kok Kak, kami cuma bercanda. "ujar Rasty mengalihkan pembicaraan.
" Jadi gimana, gimana?. "Rasty mengedipkan matanya kepada Maira untuk membicarakan hal-hal yang lain. 😉
" Gimana apa nya?. "ujar Maira gak nyambung.
" Ooohh iya, gimana kalau nanti pas selesai semua acara, kita karokean bareng.Kebetulan ada sound system juga disini. "eh untung Shakti yang cepat nalar dengan apa yang ada di otaknya Rasty.
" Wah, ide bagus tuh. "ujar Bima.
****
Tak lama kemudian, datanglah pasangan yang lagi hangat-hangatnya jadi buah bibir dikalangan mereka. Siapa lagi kalau bukan Pak Krisna dan Ester.
" Lihat-lihat, mereka datang berdua lagi. Apa mereka beneran jadian ya?. "Ujar Shakti sambil menunjuk ke arah gerbang masuk.
Bima menoleh mengikuti yang lainnya,sejenak ia tertegun melihat kedatangan mantan kekasihnya itu.
"Ada apa sayang?, kok kamu bengong melihat Ester sama Pak Krisna?. " Maira sengaja menyinggung Bima.
"Ah, gak kok sayang. Aku malah senang kalau sekarang dia sudah bisa Muve on. " ujar Bima santai.
Maira hanya menanggapinya dengan senyuman.Senyuman penuh arti tentunya, ia memang sengaja meminta Ayahnya untuk mengundang Pak Krisna hanya untuk memastikan kalau Pak Krisna akan mengajak Ester kalau mereka benar-benar memiliki hubungan, dan ternyata dugaan Maira benar. Pak Krisna tak hanya mengajak Ester saja, dia juga datang bersama putrinya dan juga Gabriel putranya Ester.
"Mereka cocok banget ya, sudah seperti sebuah keluarga yang utuh. " ujar Rasty sambil melirik kearah Bima dan Maira.
"Iya, kamu benar. " jawab Maira sambil mengkode Rasty dengan kedipan matanya.
Keduanya memang kompak kalau sedang menyusun rencana.
Saat Pak Krisna dan Ester serta anak-anak mereka sedang berjalan mendekati mereka, Maira malah beralasan ingin ke toilet.Ia merasa pengen buang air kecil katanya.Bima yang sangat khawatir akhirnya juga ikutan juga ke toilet dirumah mertuanya itu.
__ADS_1
"Sayang tunggu, aku temani. " seru Bima.
Maira pun menoleh ke belakang "Kok kamu ikutan sih?, sana aja,aku bisa sendiri. " ujarnya.
"Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu sayang, apalagi sekarang perut kamu sudah mulai besar. " jawab Bima sambil memegangi tangan Maira.
"Kamu anehh ih,kenapa gak nyapa sang mantan saja disana?. " goda Maira.
"Udah deh, jangan mulai lagi. Aku sama dia sudah memiliki kebahagiaan masing-masing.Dan kebahagiaan aku itu hanyalah kamu dan anak kita. "
Tentu saja jawaban Bima itu sukses membuat jantung istrinya kembang kempis.
"Mode gombal kamu kumat lagi sayang, aku masuk kedalam dulu ya. " ujar Maira sekarang dia sudah tiba di depan pintu kamar mandi dirumah itu.
Tapi ini bukan kamar mandi kamarnya, melainkan kamar mandi didekat dapur,khusus para pelayan dirumah ini. Namun fasilitas didalamnya tidak jauh berbeda dengan kamar mandi majikan.
Bima masih setia nungguin didepan pintu kamar mandi itu, ia tidak mau kalau Maira mengalami kesulitan, apalagi istrinya itu sedang memakai sebuah kaftan yang panjang dan juga lebar.Takutnya keserimpet.
Tiba-tiba terdengar sebuah obrolan dibalik dinding kamar mandi, dimana para maid dirumah itu sedang berbincang dengan serunya.
"Kelihatannya sekarang Nyonya Shinta udah berubah ya? , coba kalau diingat-ingat yang dulu-dulu. Uhk!! gedeg banget lihat tingkahnya.Apalagi setelah Nyonya Nurmala mengandung Non Maira, ingat gak iri nya itu loh kelihatan banget kan. " ujar Salah satu pelayan wanita yang juga sudah lama bekerja disana.
"Benar banget, dulu Nyonya Shinta itu sering banget cari-cari celah buat nyingkirin Nyonya Nurmala. Padahal dia kan cuma istri muda,itu juga karena waktu itu Nyonya Nurmala belum juga mengandung makanya dia mau dimadu demi suaminya bisa memiliki keturunan. " sahut pelayan lainnya.
"Apa benar begitu Mbak?. " tanya pelayan yang satu lagi.
"Ya iyalah, apalagi saat Nyonya Nurmala mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya, Nyonya Shinta terlihat sangat puas, ia bahkan tertawa terbahak-bahak di balkon kamarnya." ujar yang pertama tadi.
"Seriusan Mbak?. " tanya Yang nomor tiga.
"Kalau gak percaya, tanya aja sama Bik Piya, kan saya sama Bik Piya yang menyaksikan sendiri dari bawah, pas kami lagi beresin sisa tempat para tamu yang datang ngelayat. " jawab yang pertama.
Maira terus mendengarkan dengan seksama, meski dadanya terasa sangat sesak ketika mengetahui cerita yang sebenarnya.Kecurigaan yang selama ini ia miliki pada Ibu tirinya itu, sepertinya bukan isapan jempol belaka.Ia terus mendengarkan dibalik dinding.
__ADS_1
"Eh tau gak, tapi ini rahasia antara kita bertiga aja ya??!. " ujar maid yang pertama tadi.
"Apa Mbak??, kami jadi penasaran deh. " yang dua lagi jadi penasaran, begitu juga dengan Maira.