Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 108


__ADS_3

"Ayo Mbak, cerita. Kami jadi penasaran nih. Ada apa??. " pinta yang nomor tiga.


"Tapi janji ya,kalian tidak boleh sampai keceplosan didepan siapa saja.Dan juga kalian tidak boleh memberitahukan hal ini pada semua orang.Ingat ya??!. " ujar maid yang senior tadi.


"Iya, apa Mbak ceritanya?. " mereka sudah tidak sabar, begitu pula dengan Maira.Ia sampai menempelkan telinganya di keramik dinding kamar mandi, tapi sepertinya percuma.


Suara maid itu jadi samar terdengar, mungkin dia hanya berbisik dengan teman-temannya.


"Kalian tau tidak??,saya pernah mendengar Nyonya Shinta berbicara di telepon pada seseorang.Dia bilang,celakai saja dia!! Biar dia tahu sedang berurusan dengan siapa!!?.begitu.... " ujar Maid senior itu.


"Terus, terus. " yang dua lagi minta ceritanya diteruskan.


"Jadi selanjutnya dia bilang gini,saya tidak mau kalau perintah saya ini sampai gagal, karena saya sudah bayar kamu dengan mahal!.Segera laksanakan sesuai perintah saya, potong kabel rem nya!.Dan setelah itu kamu cari alasan agar si wanita tua itu mengemudikan mobilnya sendiri!, begitu... " lanjut sang Maid senior.


"Wah, ngeriiii uy. Jangan sampai kita ngebocorin hal ini. Bisa-bisa kita yang dihabisin. "ujar yang nomor tiga paling muda.


" Makanya kalian jangan sampai keceplosan.Awas aja kalau kalian bilang ke orang-orang taunya dari saya!. "ujar Maid senior tadi.


Terlambat!!, Maira sudah mendengar semuanya, Maira segera keluar dan berlari ke samping kamar mandi itu, guna mengamankan saksi mata.


"Sayang,kamu mau kemana?." tanya Bima saat Maira melewati dirinya.


Bima mengikuti Maira,ia semakin khawatir melihat kelakuan istrinya itu.Acara saja belum dimulai, tapi kelihatannya emosi Maira kembali bangkit.Bima khawatir kalau ini ada hubungannya dengan mantan pacarnya si Ester sehingga Maira jadi emosian, ternyata Bima salah.


Kini Maira sudah ada ditengah ketiga maid yang tadi sibuk bergosip tentang Almarhumah ibunya dan juga wanita yang baru tadi disebutnya Mama.


"Apa benar yang Bibik bilang barusan?!. " bentak Maira dengan dada yang memburu karena amarah.

__ADS_1


"B-benar Non, sumpah Bibik gak bohong sama Non.Tapi tolong jangan pecat saya Non Maira. Saya hanya melihat dan mendengar saja. " sahut maid itu dengan suara bergetar ketakutan.


"Bibik gak perlu takut, ada aku disini.Bibik hanya perlu menceritakan semuanya secara rinci. Jangan ada sesuatu pun yang bibik sembunyikan dari aku!. " ancam Maira.


"Baik Non. " Ketiga orang itu dibawa Maira ke kamarnya dilantai dua, Bima mengekorinya dari belakang,masih ada waktu sekitar dua puluh menitan lagi sebelum acara pertama mulai.Terlihat dari atas para tamu sedang menikmati jamuan sambil duduk dimeja bundar yang sudah disediakan keluarga Sasongko.


Maira berbalik menatap para Maid khususnya maid senior itu. Maira menyalahkan alat perekam di ponselnya.


"Bicaralah!. " ujar Kaniya .


Maid itu menceritakan secara rinci apa yang bisa ia ingat, semuanya tanpa terkecuali.Kenyataan pahit yang baru saja didengarnya sangat menohok hati Maira, ini sungguh keterlaluan baginya.


"Kenapa selama bertahun-tahun kalian diam saja dan saat penyelidikan, tidak ada satu orang pun dirumah ini yang buka suara untuk membela saya dan Ibu aku?? kalian hanya diam saja meski kalian tau sesuatu.Sekarang tidak lagi,Bibik yang tau semuanya, Bibik juga harus ikut saya melaporkan semuanya ke kantor polisi!. "ujar Maira geram.


" Tapi Non, Bibik takut ke kantor polisi Non. Bibik gak mau terlibat, Bibik masih butuh pekerjaan ini Non Maira. Tolong jangan libatkan Bibik. "


"B-Baik Non Maira, kami akan ikut!. "ujar mereka bertiga.


Bima yang dari tadi mendengarkan dan melihat apa yang istrinya tengah lakukan hanya bisa diam, ia tidak mau semakin merusak mood Ibu hamil satu itu. Biarkan Maira meluapkan semua emosinya, ini benar-benar menyakitkan bagi Maira, ia pun turut merasakannya.


Mengetahui kenyataan kalau Ibunya meninggal bukan hanya karena kecelakaan, melainkan hasil dari sabotase, itu pasti sangat menyakiti. Apalagi sang otak pembu*uhannya hidup dengan nyaman dan bisa tertawa bahagia diatas penderitaan orang lain.Ini tidak bisa dibiarkan sama sekali.


Maira mengurung ketiga maid itu didalam kamar nya. Ia menghubungi Bik Piya dan Bik Sarni yang masih ada dibawah,memintanya untuk menjaga agar ke tiga orang itu tidak bisa kabur.


" Ini ada apa ya Non?. "tanya Bik Piya.


Maira menatap sekilas Bik Piya dengan perasaan kecewa, karena Bik Piya juga mengetahui banyak hal selama ini, tapi ia merahasiakannya dari Maira.

__ADS_1


" Nanti Bibik juga akan tau kok."jawab Maira.


Bik Piya merasakan aura yang berbeda dari cara Maira berbicara kepadanya.


Setelah itu, Maira mengajak suaminya untuk pergi dari sana dan kembali ke tempat acara berlansung yaitu di halaman luas kediaman keluarga Sasongko.


Dari kejauhan, Maira bisa melihat wanita yang dulu pernah ia curigai kini sedang tertawa lepas dengan para tamu.Rahang Maira mengeras, ingin sekali ia menghampiri wanita itu, lalu mengungkapkan semuanya didepan semua orang. Tapi ia ingat kalau ayahnya tidak baik-baik saja, bagaimana nanti kalau Pak Sasongko shock dan jatuh sakit lagi.


Mengungkapkan didepan semua orang, juga bisa membuat malu keluarga, dan tentunya nama SN group juga bisa tercoreng. Apalagi disini banyak Mitra bisnis dan juga para koleganya.


Maira mencoba meredam emosi dihatinya,Bima juga mengerti dan mengelus punggung istrinya beberapa kali.


"Sabar sayang, ini belum saatnya. Tunggu sampai acara ini selesai, baru kita laporkan langsung ke kantor Polisi, atau nanti bisa kita bicarakan dulu didepan semua keluarga inti. " ujar Bima menenangkan.


"Kamu benar!, aku akan bersabar menantikan saat-saat itu, saat dimana wanita bermuka dua itu masuk kedalam penjara.Aku akan pastikan dia membayar semua perbuatannya kepada Ibuku. " ungkap Maira.


"Aku pasti akan dampingin kamu sayang.Sekarang kita naik ke panggung dulu, nama kita sudah dipanggil, ingat!, wajah kamu harus terlihat biasa saja, senyum, jangan ditampakkan amarah didepan semua orang." bisik Bima.


Maira mencoba menerbitkan senyuman di kedua sudut bibirnya, ia berusaha bersikap setenang mungkin, apalagi pas didepan Ibu tirinya itu.


Semua keluarga Sasongko sudah berdiri diatas panggung, acara pertama adalah pertunangan Netta dan juga Andi.Keduanya maju untuk saling menyematkan cincin di jari pasangannya.


Tepuk tangan meriah pun terdengar dimana-mana, sekarang giliran Maira dan Bima,acara syukuran empat bulanan ini hanya ditandai dengan potong tumpeng dan dibagikan kepada para tamu.Walaupun terdengar sedikit bisik-bisik ditengah para tamu, tapi itu tidak berlangsung lama. Karena acara selanjutnya segera dilakukan, yaitu prosesi pemotongan rambut si kecil Thalia.


Farhan dan Tiara maju kedepan dengan membawa Baby Thalia, para orang tua bergantian memotong rambutnya sambil semua hadirin mengiringinya dengan lantunan Albarzanji.


Sungguh sangat hikmad, sehikmad Maira menatap Nyonya Shinta tanpa kedipan mata.Untung saja wanita itu tidak melihat ke arah Maira saat ini, ia masih sibuk dengan cucu kecilnya Thalia.

__ADS_1


__ADS_2