
Tetapi kali ini, sebelum memulai adegan film, trailer yang digunakan untuk publikasi malah belum disebarkan.
Saat memulai adegan film «Five Musts», luka ditubuh Tifanny Wen sudah pulih kembali.
Kondisi saat ini, setelah Tifanny Wen bangun tidur, dia berganti baju dan langsung menuju ke lokasi pemotretan film.
Pengambilan adegan film episode 1, demi menghemat biaya pengeluaran, mereka pun tidak memilih mengambil adegan film berdasarkan urutan naskah skenario.
Alasannya adalah harus menyesuaikan dengan lokasi pengambilan adegan, cuaca, pemain, peralatan, dan beberapa faktor lainnya.
Tifanny Wen tidak menyangka, hari ini adalah hari pertama pengambilan adegan film, dia dan beberapa pemain lainnya akan melakukan adegan dengan Juwita Wen.
Karena skenario yang perlu diambil hari ini adalah semuanya beradu akting dengan pemeran Angela.
Di tengah pengambilan adegan, sudut bibir Tifanny Wen mencibir mengisyaratkan senyuman hambar yang sangat lebar.
Juwita Wen tidak tahu bahwa Tifanny Wen sebenarnya tidak dipecat oleh tim aktris.
Lokasi pengambilan adegan hari ini diputuskan di wilayah padang rumput yang penduduknya sangat sedikit.
Tifanny Wen datang tepat waktu, saat dia tiba, sutradara masih belum tiba di lokasi, tidak sedikit staff karyawan yang sudah menyiapkan skenario dan kamera syuting.
Sedangkan Juwita Wen saat itu juga masih belum tiba di lokasi.
Benar juga, dia akhir-akhir ini sangat fenomenal. Maklum saja, orang yang sedang terkenal, terlambat sedikit juga tidak masalah.
"Hah? Bukankah itu Tifanny? Kenapa kamu bisa ada disini?"
Seorang aktris figuran yang selalu ikut di belakang Juwita Wen, saat melihat Tifanny Wen, dia sedikit terkejut,"Tidak tahu diri, kenapa kamu masih muncul disini?"
__ADS_1
Aktris figuran itu bernama Tika Luo, dia adalah seorang figuran nomor lima.
Tifanny Wen tidak mengenal dia, melihat dirinya muncul disana, tiba-tiba ada banyak orang yang melihat dia dengan ekspresi wajah heran, dia membuka mulut, awalnya dia ingin menjawab pertanyaan Tika Luo, tetapi melihat ekspresi wajah Tika Luo yang angkuh, dia pun tidak ingin berkomunikasi dengan orang yang seperti itu, pada akhirnya dia malas memperdulikannya, melihat di samping ada sebuah kursi, dia langsung berjalan menuju kursi itu dan duduk.
"Aku sedang bicara denganmu! Apakah kamu bisu? kamu tahu cara berbicara bukan?"
Tika Luo sekalinya melihat, dia langsung kesal.
Dia adalah orang yang melihat langsung kalau sutradara memecat Tifanny dari tim aktris. Saat ini melihat Tifanny Wen seperti ini, dia berkata sambil mengejek: "Apa mungkin, kamu tahu lokasi pengambilan adegan hari ini, jadi kamu datang memohon pada sutradara untuk memenuhi permintaanmu? Bukankah waktu itu kamu berpura-pura berjalan dengan sangat angkuh?
Tika Luo juga tidak takut perkataannya itu didengar oleh orang lain.
Lagipula, orang yang sedang dia hina ini adalah orang yang hampir tidak memiliki kedudukan di dunia hiburan.
Kebanyakan orang yang lainnya juga bersikap menjilat pada Juwita Wen, termasuk Tika Luo.
Tidak salah lagi, saat masalah dia menghina Tifanny ini terdengar sampai ketelinga Juwita Wen, Juwita Wen pasti akan semakin memperhatikan Tika Luo dan selalu membawa dia di sampingnya.
Setidaknya sebagian kecil para staff karyawan beberapa hari yang lalu telah melakukan pengambilan adegan trailer untuk Tifanny Wen, sejak awal saat masa pengambilan adegan trailer mereka sudah tahu masalah Tifanny Wen, saat ini tatapan mereka terkunci tajam dan simpati pada Tifanny Wen melihat Tika Luo, tapi mereka tidak ikut campur memotong pembicaraan Tifanny Wen dan Tika Luo.
Karena ada keributan, semua orang pun ingin melihat.
Mereka ingin melihat bagaimana Tika Luo ini sebentar lagi 'dipermalukan'.
Saat Putri Bai tiba di lokasi, kebetulan dia mendengar Tika Luo sedang mengeluarkan kata-kata ejekan itu.
Dia berjalan dari arah depan, sekalinya melihat kondisi itu, dia langsung melihat ke arah Tifanny Wen yang sedang duduk di kursi sambil menundukkan kepala dan diam-diam menggigit sepotong mantou (semacam bakpau).
Tifanny Wen hari ini tidak sarapan di rumah, dia langsung membeli sarapan di luar. Alasannya adalah karena kemarin malam dia menghafal naskah skenario sampai larut malam, bangunnya kesiangan, sarapan yang sudah disiapkan Tuan Mu juga tidak sempat dia makan di rumah, jadi dia membeli 2 mantou dan bubur kacang.
__ADS_1
Meskipun sederhana, tapi ini adalah sarapan pagi yang pas dan yang paling dia suka.
Tifanny Wen saat ini masih tidak mempedulikan Tika Luo, dia hanya menundukkan kepala sambil memakan mantou, seolah makanan yang ada didalam mulutnya itu adalah makanan paling lezat sejagat raya.
Tika Luo merasa sangat kesal hingga wajah dan telinganya memerah melihat perlakukan Tifanny terhadapnya, pipinya hampir melengkung,"Heh? Tifanny. Kamu sebenarnya mendengarkan aku bicara tidak? apa kamu bisu?
Saat itu Tifanny Wen kebetulan sudah selesai memakan mantou yang ada ditangannya. Barulah dia mengelap bibirnya, lalu dia menengadahkan kepala dan berbicara,"Saat sedang makan tidak boleh bicara, itu adalah sebuah didikan."
Perkataannya itu bermakna bahwa aku memiliki pendidikan. Jika kamu mengajak ngobrol orang lain yang sedang makan, itu artinya kamu tidak mengerti aturan pendidikan. Orang seperti itu adalah salah satu orang yang tidak memiliki pendidikan!
Putri Bai yang mendengar itu langsung tersenyum.
Gadis ini, kenapa bisa secerdas itu? ia bahkan tidak mengeluarkan kata-kata kotor saat berbicara dengan orang yang telah menghinanya!
Identitas Putri Bai yang sebenarnya, tidak banyak orang yang mengetahuinya.
Banyak orang yang merasa aneh tentang hubungannya dengan sutradara yang ternyata sangat baik, tapi mereka tidak tahu identitas Putri Bai yang lainnya.
Sebenarnya Putri Bai sangat sibuk, hari ini dia datang ke lokasi syuting, pertama karena memiliki harapan besar terhadap kondisi syuting karyanya ini, dan dia ingin datang untuk melihatnya langsung.
Alasan kedua : Hari ini adalah hari Jum'at! dia harus mengundang Tifanny Wen untuk datang ke rumah keluarga Mu pada hari Minggu untuk makan bersama.
Hari ini, dia datang membawa sebuah tugas.
"Bukankah sekarang kamu sudah selesai makan? Mengapa belum angkat kaki juga? nanti jika kamu mempengaruhi suasana hati Juwita, dia tidak akan senang melihatmu, dan tidak bisa memerankan acting dengan baik, apa kamu sanggup bertanggung jawab?"
Tika Luo sangat marah, dia berubah semakin emosi, bahkan kata 'angkat kaki' pun sudah dilontarkannya.
----------------
__ADS_1
Bersambung