
Tiara kini dibius di bagian pinggangnya, perlahan bagian pinggang kebawah sudah tidak merasakan sakit apa-apa lagi,tapi diam tau kalau ada yang mencubit nya mengetes sakit tidaknya.
lengannya dipasang alat penjepit di jarinya yang terhubung ke komputer.perutnya terasa dipompa dan membesarkan, tak lama kemudian seperti ada yang menyayat tapi dia tidak merasakan sakitnya.
"Oek... oekkk.... " suara tangisan bayi memenuhi ruangan operasi yang dinginnya kayak di lemari es itu.
Tiara mengeluarkan air mata harunya saat bayinya diangkat oleh dokter dan dibaringkan didadanya, betapa bahagianya ia saat ini. Rasa sakit dan capek yang semalaman mendera seketika hilang saat buah hatinya itu berada dalam dekat dengannya.
Dokter mengabarkan kepada keluarga yang ada diluar kalau Tiara sudah melahirkan dengan selamat. Nyonya Shinta memeluk Pak Sasongko dengan haru karena sekarang mereka sudah resmi menjadi sepasang Oma dan juga Opa.
"Alhamdulillah." ucap pria parubaya itu berucap syukur kepada sang pemberi hidup seraya menengadahkan kedua tangannya ke atas.
Begitu juga dengan Netta dan Andi yang saling menautkan tangan mereka sambil tersenyum bahagia.Hari ini dianggap juga sudah resmi menjadi aunty.
"Aku jadi gak sabar pengen melamar kamu dan kita nikah lalu kemudian memiliki anak-anak yang lucu-lucu. " ujar Andi.
"Hmmm, kan harus sabar dulu. Tunggu sidang putusan dan masa iddah aku selesai dulu. " jawab Tiara.
Tak dapat dipungkiri dihatinya juga merasakan hal yang sama, dulu saat sama Rico, dia memang belum ingin mempunyai anak, disamping masih muda2, dia masih ingin menikmati waktu berduaan saja sama laki-laki yang dulu sangat dicintainya itu. Tapi kini semuanya sudah berubah, Netta tidak ingin menunda-nunda lagi untuk memiliki momongan kalau nanti dia dan Andi menikah.
Farhan keluar dengan menggendong bayinya yang sekarang sudah dipakaikan bedong dan mereka semua sangat antusias menyambut kedatangan cucu pertama keluarga Sasongko itu.
Anak Tiara perempuan dan sangat cantik,kulitnya putih, dan pipinya itu loh gembul banget. Sama seperti bayi yang sudah berumur satu bulanan saja,kemarin juga dokter memutuskan untuk di SC karena ukuran berat badan bayi Tiara memang sedikit melebihi dari ukuran bayi pada umumnya, oleh sebab itu sangat beresiko kalau melahirkan dengan cara normal.
"Tiara dibawa kembali keruangan rawatnya bersama keluarganya yang juga mengiringi kedalam.Bayinya yang cantik itu diletakkan di dalam box bayi, Farhan terlihat telaten merapikan kelambu penutup box bayi itu.
" Bayinya sudah tidur. "ujarnya.
" Memang seperti itu, tapi nanti juga dia pasti akan membuat kalian begadang. "ujar Pak Sasongko.
" Kan ada Mama, Mama pasti akan membantu kamu merawat cucu Mama ini. "sela Nyonya Shinta.
" Harus lah Ma, kamu kan Omanya. "tukas Pak Sasongko.
" Ihh, Mas ini. Kamu kan juga Opa nya."ujar Nyonya Shinta tak terima.
"Sudah, sudah gak usah ribut. Kasihan tuh keponakan aku mau bobo'. " ujar Netta melerai kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
"Duhh yang sudah resmi jadi tante. "goda Andi.
Netta pun tersenyum.
" Selamat ya buat kalian berdua, karena sekarang kalian berdua sudah menyandang status sebagai orang tua. "ucap Netta seraya memegang tangan Tiara dan menoleh juga ke arah Farhan yang duduk di kursi yang ada disamping brangkar Tiara.
" Terimakasih Kak. "jawab keduanya kompak.
" Netta, ayo foto bayinya dan kirimkan pada Maira sekarang juga. "ujar Pak Sasongko.
" Baiklah ayah, aku video call aja ya. Ini kan sudah pagi juga. Pasti jam segini Maira sudah bangun. "ujar Netta sambil membuka layar ponselnya dan mencari aplikasi berwarna hijau bulat.
Sambungan video call itu tersambung, tapi yang di video call masih betah didalam selimut tanpa mengenakan busana.
"Sayang, angkat tuh telepon dari siapa?!." ujarnya dengan suara lesu khas orang bangun tidur sambil menyenggol-nyenggol lengan suaminya yang tidur nerungkep dengan tangan sebelah kanannya di atas tubuh Maira.
"Mmmm." hanya itu yang keluar dari mulut suaminya itu.
"Buruan sayang,lepaskan dulu tangan kamu kalau begitu. Aku aja yang angkat. " ujar Maira.
"Ya ampun sayang,jangan gini ah. Siapa tau itu telepon penting, aku mau cek dulu,tadi malam juga kayaknya banyak pesan masuk. " ujar Maira seraya berusaha
melepaskan diri dari dekapan suaminya itu.
Bima pun bangkit dan melihat jam yang ada dinakas, benar saja
. Sekarang sudah pagi, bahkan matahari hampir terbit di ufuk timur.
"Sudah siang sayang. " ujar nya.
Maira duduk sambil menutupi tubuhnya dengan selimut,lalu meraih ponselnya yang ada dinakas.
"Kak Netta mau Video Call, aduh bagaimana ini. Aku harus ganti pakaian dulu."
Maira lansung berlari ke walk in closset nya dan mengambil baju secara acak lalu mengenakannya.
Bima sampai terkekeh melihatnya, udah kayak orang kena gep aja. 😂😂
__ADS_1
Dengan jantung yang masih membuncah Maira meraih kembali ponselnya dan menggulir lambang Kamera Video di sana.
"Hallo Kak assalamu'alaikum, ada apa nih pagi-pagi?. " tanyanya sambil merapi-rapikan surainya yang nampak kusut di kamera.
"Kamu baru bangun???. Eh iya Wa'alaikumsalam.Kakak ada kabar baik nih. " ujar Netta dengan wajah sumringah.
"Kak Netta kayak sedang dirumah sakit?. " tanya Maira yang memperhatikan background dibelakang Netta.
"Iya benar, tuh lihat ada Ayah, Mama, Farhan, Tiara yang lagi berbaring,mertuanya Tiara dan satu lagi nih anggota baru keluarga Sasongko. " Netta menyorot kamera kedalam kelambu Box bayi.
"Wah, kenapa baru kasih kabar?, jadi Tiara sudah lahiran ya. Selamat ya Tiara, nanti kalau sudah kembali ke Jakarta,Kakak pasti akan main kesana. " ujar Maira dengan gembira ria.
"Ya harus lah Maira, kita kan sekarang sudah jadi Aunty nih.Dan sebentar lagi kalian juga akan nyusul Tiara dan Farhan jadi orang tua. "
"Iya ya Kak, aku jadi pengen tau rasanya melahirkan itu kayak gimana.Aduh... Jadi Tiara lahirannya normal atau di Secar ya Kak?. " tanya Maira sambil membayangkan rasanya melahirkan.
"Secar dia, habisnya bayinya itu loh gembul banget.Jadi untuk menghindari sesuatu yang tak diinginkan ya di Secar aja kata dokternya. " cerita Netta.
"Sakit gak ya Kak??. " tanya Maira.
"Tiara yang juga turut mendengarkan obrolan itu jadi menjawabnya" Pas dioperasi gak berasa sakit nya Kak, gak tau kalau nanti sudah habis pengaruh biusnya. "ujar nya.
Maira bergidik ngeri, membayangkan perut yang dibelah itu sesakit apa, sepertinya ia jadi merinding disco.Terdiam dan larut dalam lamunannya sendiri.
" Maira, Maira kamu ngapain bengong?. "tanya Netta heran.
" Eeee, gak kok Kak. Aku jadi kebayang aja rasanya lahiran di SC itu seperti apa, kayaknya aku pengen yang normal aja deh kalau bisa. "ujarnya.
" Kamu takut ya?. "tanya Netta.
" Gak lah, Maira masa takut sih. "jawabnya Jumawa.
.
.
.
__ADS_1