
Tak ada yang tau kalau saat ini Pak Sasongko sedang menyendiri,kasus yang menimpa keluarganya membuatnya malu untuk sekedar berada di keramaian,apalagi dikantor.
Usia tuanya,membuat ia merasa tidak sanggup melihat keluarganya yang kini terpecah belah.Namun kabar tentang Maira yang meminta sedikit keringanan khusus untuk ibu tirinya itu,menjadi angin segar buat sang ayah.
Hatinya pun lega,setidaknya Nyonya Shinta akan mendapatkan hukuman sekaligus pelajaran dari apa yang sudah ia perbuat di masa lalu.Wanita itu juga sudah berulang kali mengucapkan permintaan maafnya kepada Maira.
Kini semua masalah sudah mereda,namun hubungan adik beradik itu belum begitu mencair.
****
Seminggu kemudian,Pak Sasongko sengaja mengundang semua anak-anak nya untuk berkumpul di rumahnya.Ia ingin mengadakan acara peringatan haul untuk mendiang Nyonya Nirmala.
Tentu saja Maira hadir bersama dengan Bima dan Baby Bara.Kedua saudarinya juga ada di sana.Pak Sasongko berharap dengan adanya acara ini, seluruh anaknya bisa kembali berdamai dan menjalin hubungan yang harmonis kembali.
Nampaknya Maira sudah mau di ajak bicara oleh saudarinya Netta.Keduanya bersama-sama mempersiapkan makanan kecil buat para tamu di dapur.
Kesempatan ini,diambil oleh Netta untuk mengucapkan terimakasih kepada Maira karena telah meringankan hukuman buat mamanya.
Maira hanya tersenyum dan berkata,"Sudahlah Kak,aku hanya ingin Tante Shinta belajar dari kesalahannya,itu saja.Aku juga tidak mau menyimpan dendam ataupun amarah lagi,"ujar Maira." Kedepannya,semoga kita bisa bahu membahu untuk memajukan SN group,tanpa ada rasa canggung,iri,dan tidak enakkan,"ujar Maira.
"Tentu saja.Kakak juga tidak mau kalau kita bercerai berai kayak dulu.Terimakasih karena sudah mau memaafkan Mama,"sahut Netta sambil memeluk Maira.
" Sama-sama Kak,aku juga minta maaf karena harus melakukan hal ini sama kalian.Bukan maksudku untuk melukai hati kalian,aku hanya ingin menegakkan keadilan.Semoga kalian mengerti."ucap Maira lagi,sambil membalas pelukan Netta.
" Tiara juga mau minta maaf,sama Kak Maira,"ucap Tiara yang kini bergantian memeluk Maira.
" Sama-sama Tiara,maafin kakak juga, ya?"ujar Maira.
Bima tersenyum melihat istrinya yang sudah bisa memaafkan.Kini mereka sudah akur kembali tanpa beban,tanpa dendam.Semua bisa terlihat dari raut wajah dan binar di mata mereka.
Ketiga dara cantik putrinya Pak Sasongko kini saling berpelukan.Bima meminta kepada fotografer untuk memotret mereka bertiga.
Hasilnya sangat lucu dan menggemaskan, apalagi setelah Pak Sasongko hadir di tengah-tengah mereka dan ikut berfoto bersama.
Orang yang paling berbahagia hari ini,sudah pasti adalah Pak Sasongko lah orangnya.Apa yang ia rencanakan berjalan dengan baik. Tidak disangka, ternyata semua itu adalah usulan dari menantunya yang paling tampan,siapa lagi kalau bukan Bima.
*****
__ADS_1
Beberapa bulan berlalu,mereka beramai-ramai mengunjungi penjara untuk membesuk Nyonya Shinta.Di kesempatan itu juga Nyonya Shinta dan Maira saling meminta maaf dan saling memaafkan.Secara rutin mereka membesuk istri muda Pak Sasongko itu.
******
Sementara itu,keadaan di kantor SN Group juga tak kalah ramainya.Sekarang perusahaan yang di pimpin oleh Maira itu sudah maju pesat.Begitu banyak klien baru dan juga investor baru yang bergabung.Termasuk sang suami yang ikut menggelontorkan dana dan ikut bekerjasama.
Setelah kerjasama hotelnya dalam membangun taman bermain,rencananya Bima juga ingin membangun beberapa minimarket baru di beberapa daerah pinggiran kota.
Bisa dibilang, usaha keduanya maju pesat.Sayangnya Maira sekarang sudah semakin sulit untuk bekerja,karena kondisinya yang sudah hampir melahirkan.
Bima melarangnya untuk bekerja.Jadilah ia harus bedrest di rumah saja,sampai hari melahirkan tiba.
Untuk sementara,Netta yang mengambil alih pimpinan sebagai Co CEO SN Group.Pak Sasongko juga sudah berani tampil lagi untuk membantu.Masa-masa keterpurukan SN Group sudah berlalu.
****
Bima yang baru saja pulang ke rumah setelah bekerja seharian,kini sedang menaiki anak tangga dengan tanpa menimbulkan suara.Di belakang tangannya,ia menyembunyikan sebuket bunga untuk ia berikan kepada calon ibu dari anaknya yang sedang istirahat di balkon kamar mereka.
Untung saja,saat ini Maira sedang ketiduran.Jadi ia tidak sempat melihat Bima yang pulang dari atas balkon.
Saat Bima sudah sampai di atas,pelan-pelan ia mendekati istrinya dan perlahan pula ia mencium kening Maira dengan lembut,sehingga istrinya itu terbangun.
"Surprise.....!!"
Bima mengeluarkan apa yang sedari tadi ia sembunyikan di belakang tubuhnya.Sebuket bunga mawar nan cantik.Bunga kesukaan Maira,memang mawar merah yang seperti darah.
"Wah,tumben.Aku 'kan gak lagi ulang tahun," ucap Maira kaget.
"Ya gak untuk apa-apa,sayang.Lagi pengen aja kasih kamu bunga,karena... setelah aku pikir-pikir,kayaknya sudah lama banget ya, aku gak kasih surprise buat kamu."
"Terimakasih sayang,kamu memang paling bisa balikin mood aku,"ucap Maira.
"Tentu saja,kita 'kan sudah sekian bulan hidup bersama.Apalagi,sebentar lagi anak kita akan lahir.Aku ingin bisa menjadi suami yang baik sekaligus ayah yang baik untuk kamu dan anak-anak kita nanti."
Maira terharu dengan ucapan Bima yang menurutnya sangat dalam itu,sampai-sampai laki-laki itu mengucapkannya sambil meneteskan air matanya.
"Tentu saja sayang,aku yakin kamu pasti bisa menjadi ayah yang baik,karena kamu adalah suami yang baik yang sudah dikirim Tuhan untukku.Kita pasti akan menjadi orang tua yang paling bahagia di dunia ini. "
__ADS_1
*****
"SAYANG, AIR APA INI??!"teriak Maira ,panik.
"Air??"
Maira bangun dengan rasa seperti ada balon yang meletus di dalam perutnya,dan kemudian air pun keluar dari jalan lahirnya.
"Bik,Bik Piya.... " Bima berlari ke bawah memanggil Bik Piya.
"Ada apa,Den Bima?"tanya Bik Piya kaget.
"Itu Bik,di atas,Maira keluar air," jawab Bima, cemas.
"Oh....mungkin itu air ketubannya sudah pecah Den,itu artinya Non Maira sudah akan melahirkan,Den,"ujar Bik Piya tak kalah cemas nya.
Keduanya berlarian ke atas dan kemudian membantu Maira berganti pakaian,lalu langsung mereka menuju ke rumah sakit.
"Kok gak sesuai jadwal ya?"Bima memeluk Maira yang kini sedang kesakitan.
"Sabar sayang,sebentar lagi kita sampai. " Ujar Bima,mencoba untuk menenangkan istrinya.
Sementara itu,Bik Piya juga ikut dan duduk di depan bersama Pak Andi sang supir.
"Sakit sayang."Rintihan Maira memenuhi seisi mobil.
"Ussst!!!Non,pamali.Kalau mau lahiran jangan mengaduh seperti itu.Ngucap Non,istighfar. " Ujar Bik Piya.
Untungnya Maira mau menurut,sekarang ia dan Bima sibuk beristighfar dan berucap kata-kata takbir.Berharap anaknya bisa lahir ke dunia ini dengan selamat,sehat wal afiat dan tak kurang suatu apapun.
*****
Setelah sampai di rumah sakit,keadaan Maira sudah sedikit lemas.Dokter segera mengambil tindakan,karena ternyata bayinya sudah akan keluar.
Bima menyaksikan persalinan Maira dengan mata kepalanya sendiri.Air matanya tak bisa ia bendung,ketika menyaksikan sendiri makhluk mungil yang masih merah itu keluar kepalanya dan menangis," Oak.. oak.... "
Perasaan haru menyelimuti hati laki-laki yang tak pernah merasakan hangatnya keluarga itu.Hari ini dia bisa merasakan bagaimana rasanya punya keluarga,darah daging sendiri yang lengkap.
__ADS_1
Maira pun meneteskan air mata bahagianya.Ia sudah berhasil menjadi seorang ibu sekarang,sungguh anugerah yang dulu sempat ia tolak.Tapi kini di dalam hatinya,ia berjanji akan menjadi ibu seperti ibunya yang sangat menyayangi dirinya.
"Terimakasih sayang." bisik Bima di telinga Maira,keduanya saling tatap dan saling menguatkan.