Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 94


__ADS_3

Bima meminta room boy yang mengantarkan koper mereka untuk menekankan tombol open lift, karena ia sedang membawa sang istri yang tukang tidur itu di pelukannya.


Setelah pintu lift itu terbuka, Bima langsung masuk dan langsung menuju lantai paling atas,Setelah tiba dikamar mereka yang memenuhi separuh lantai paling atas dan sebagiannya lagi rooftop dan kolam renang, Bima segera menaruh tubuh istrinya itu ketempat tidur agar Maira merasa nyaman.Bima melepaskan sepatu dan juga kacamata yang terselip diatas kepala Maira, wanita cantik itu tidak menyadari kalau sekarang dia dan Bima sudah ada dikamar pribadi mereka di Bimaira Hotel.


Tak lupa Bima memberikan uang tips buat Room boy yang tadi mengantarkan koper mereka kekamar.


Setelah room boy itu pergi, Bima segera memesan layanan hotel untuk menyiapkan makan siang yang sudah ia pesan jauh-jauh hari buat ia dirinya dan sang istri. Ya, Bima sudah mewanti-wanti agar pihak restoran ya ia percayakan untuk melayani kebutuhan gizi sang istri selama berada di hotel mereka agar bisa melayani Maira dengan baik, apalagi istrinya itu sedang mengandung dan Bima tidak mau ada kesalahan sedikitpun akan hal itu.


Bima mengecek isi kulkas di ruangannya itu, semuanya seperti yang ia pesan, sudah diganti dengan yang baru semuanya, dari minuman, cemilan, biskuit, susu, bahkan buah-buahan segar semuanya ada.


Kulkas dua pintu itu siap untuk memanjakan si Bumil agar tak kekurangan asupan makanan selama berada di Surabaya.


"Bagus deh, semuanya sudah disiapkan dengan baik.Oke juga kerjanya Pak Danu, nanti akan saya kasih bonus. " gumam Bima lirih.


Maira yang masih terlelap tiba-tiba merasa kelaparan, maklumlah Ibu hamil.Perutnya tidak bisa di ajak kompromi.


Apalagi setelah makanan yang Bima pesan sudah diantar oleh para pihak restoran hotel.Maira mengerejapkan matanya sambil melihat ke sekeliling.Tempat ini nampak tidak asing baginya.


"Apakah kita sudah sampai?. " tanyanya saat menangkap sosok Bima yang berdiri didekat meja makan sambil merapikan posisi piring dan makanannya.


"Sudah sayang, kalau gitu kebetulan kamu sudah bangun. Ayo cuci muka dan tangan dulu,habis itu kita makan siang.Ini makanannya sudah siap. " ajak Bima.


"Hoamm🤭, tapi aku masih lesu, ngantuk. " keluh Maira.


"Nanti kalo sudah makan siang,bisa disambung lagi bobo nya. "bujuk Bima.

__ADS_1


" Oke deh,tapi aku maunya di gendong kekamar mandinya. "Maira bertingkah seolah dirinya lemah tak berdaya.


" Gak perlu ke kamar mandi sayang, tuh di wastafel cuci piring didapur juga bisa. "


Bima menuruti kemauan Maira yang ingin di gendong dan membawa Maira kedepan wastafel tempat cuci piring.


"Manja banget sih istriku. " goda Bima sambil menurunkan Maira dari gendongannya.


"Manja sama suami sendiri ini, kalau manjanya sama suami orang lain,itu baru gak boleh. " jawab Maira.


Bima hanya bisa terkekeh mendengar jawaban dari istrinya itu, benar-benar lucu menurutnya.Kenapa hari ini Maira lebih manja pada dirinya, apa karena suasananya mereka lagi pergi berdua saja dan mereka jauh diluar kota tanpa sanak saudara.


"Ayo aku gendong lagi ke meja makan. " tanpa aba-aba,Bima sudah mengangkat kembali tubuh istrinya itu menuju meja makan.


"Wow,ini enak-enak banget sayang.Tapi kok banyak banget. Kalau untuk kita berdua saja kayaknya ini kebanyakan deh."


"Iya juga sih. "


Maira segera menyiapkan nasi di piring suaminya seperti biasa.Bima pun tersenyum menerimanya.


"Terimakasih istriku sayang. " ujar Bima sambil mengecup punggung tangan Maira. Tentu saja Maira jadi tersenyum juga.


Keduanya makan dengan santai sambil bersenda gurau,betapa bahagianya pasangan itu saat ini. Jauh dari orang-orang yang bikin pusing seperti Ester dan juga Pak Krisna,dan satu lagi tentunya si sekretaris centil Lisa.


Ngomong-ngomong soal Lisa, kasihan sekali gadis itu.Harapannya untuk ikut ke Surabaya ternyata harus ia kubur dalam-dalam saat Bosnya ternyata mengajak istrinya bukan dirinya.

__ADS_1


Jadi semalam itu, Bima menghubungi Lisa untuk menanyakan soal tiket.Lisa . beritahukan padanya kalau tiket nya sudah ada padanya dan besok mereka tinggal berangkat saja ke Surabaya sesuai jam penerbangan yang Bima inginkan.


Pagi tadi di bandara, Lisa yang diminta Bima untuk membawakan tiket itu ke bandara saja dan ketemu disana, ternyata mengira dirinya akan ikut. Dia sudah menyiapkan kopernya.


Tapi disaat ia melihat Bima menggandeng tangan istrinya, Lisa jadi ciut.Dengan spontan ia menaruh kopernya sedikit jauh darinya agar Bima dan Maira tidak melihat kalau dia juga membawa koper dan bersiap untuk pergi.


"Mana tiket nya?. " tanya Bima.


"Ini Pak. " jawab Lisa sambil sebelah tangannya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Bima hanya menerima satu tiket dari tangan sekretarisnya itu.


"Dimana tiket untuk istri saya?. " tanya Bima, wajah Lisa sudah nampak bingung.


"Sebentar Pak, coba saya chek apa bisa menggantikan nama penumpang. Soalnya saya kira tiket yang satu lagi buat saya, Bapak juga tidak bilang buat istri Bapak. " ujar Lisa kikuk.


"Apa???, ya ampuun. Ini sudah jam berapa. Cepat kamu urus.Pastikan kursi istri saya berada di sebelah saya,ingat!! jangan sampai salah lagi!. " Bima benar-benar geram


"Ada apa sayang, kok kamu marah-marah sama Lisa?. " Maira yang datang menghampiri suaminya jadi heran.


"Ada kesalahan teknis sayang,tapi tak begitu sulit untuk diatasi.Kita sebaiknya nunggu disana saja. " ajak Bima.


Akhirnya setelah sekian lama menunggu, Lisa datang juga dengan membawa tiket untuk Maira.Untung saja masih bisa di gantikan. "'


Itu pengalaman yang tidak boleh terulang lagi, atau dia akan kehilangan pekerjaan nya.

__ADS_1


Dan untungnya tadi Maira tak banyak bertanya soal itu,akhirnya mereka bisa berangkat dengan tenang dan sekarang sudah tiba dihotel mereka.


'Lisa.. Lisa'Hekh!


__ADS_2