Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 105


__ADS_3

Menjelang jam Makan siang,pasangan suami istri itu sudah sampai didepan rumah keluarga Sasongko.Maira sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keponakan barunya, ia sudah membeli beberapa hadiah yang lucu buat bayi yang belum diberi nama itu.


Dari Bandara Maira minta langsung kerumah Ayahnya alih-alih pulang kerumah mereka.Maira sangat senang sekali ketika Bima pun menyetujui kemauannya.


Dan disini lah mereka, berkumpul dirumah sang Ayah dengan semua anggota keluarga Sasongko tak terkecuali si Andi, sang detektif pujaan Netta.


"Gimana bisnis hotel lo Bim?. " tanya Andi.


"Lancar Bro, alhamdulillah. Elo gimana?. " tanya Bima.


"Seperti biasa, gue masih bertugas ditempat lama." jawab Andi.


Sementara para pria sibuk dengan obrolan mereka diruang keluarga sambil makan cemilan yang dibawa Maira dan Bima dari Surabaya, Maira dan Tiara juga Nyonya Shinta kini sibuk main dengan bayi imut yang belum ngerti apa-apa itu.


"Kamu kapan lahiran?. " tanya Nyonya Shinta.


"Eee,kalau perkiraan dokter lima bulanan lagi lah Tante. " jawab Maira.


"Kok agak aneh ya?. " kening Nyonya Shinta


"Aneh apa Tan?. " Maira lupa kalau dia keceplosan.


"Ya, kalian kan nikahnya baru tiga bulan lebih kalau gak salah. Iya kan?, kalau kata kamu lima bulan lagi itu artinya sekarang usia kandungan kamu sudah empat bulanan dong.Itu artinya???. " Nyonya Shinta tak melanjutkan perkataannya.


Maira baru kepikiran soal dia yang hamil duluan nyaris sebulan sebelum pernikahannya dengan Bima."Iya juga ya, mungkin salah hitung kali dok-ternya. "ucap Maira gugup sambil mikir,bisa-bisa nya dia keceplosan dan sekarang malah bohong lagi. hadehhh.🤦‍♀️


" Apa sudah ketahuan kak jenis kelaminnya?. "tanya Tiara.


" Kata dokter laki-laki. "jawab Maira jujur.


" Bagus dong Kak, itu artinya Ayah akan punya cucu laki-laki juga. Jadi klop deh. "jawab Tiara.


"Ini bayi gembul siapa namanya?. "tanya Maira.


" Belum ada nama yang pas Kak,Kakak punya ide gak?. "tanya Tiara.


" Hmmmm, apa ya yang bagus?. "ujar Maira seraya berfikir.


" Kenapa gak nyari di Mbah google aja?. "tanya Maira.


" Yaa, kirain Kak Maira ada ide?!. "Tiara agak ciut mendengar ide Maira.


" Di coba aja dulu. "Maira malah benar-benar mengeluarkan ponselnya untuk googling.


" Kenapa gak kepikiran ya dari kemarin buat cari di situ?. "ucap Tiara.

__ADS_1


Sebuah senyuman terbit di wajahnya,Maira menatap Tiara sambil memperlihatkan hasil pencariannya. " Nama kamu kan diawali huruf T, dan Farhan dengan huruf F. Gimana kalau diberi nama Thalia Faranisa.Artinya juga bagus nih. "unjuk Maira.


" Nanti aku tanya sama Mas Farhan dulu, suka gak dia sama nama itu?. "ujar Tiara.


" Nama yang mana?. "Tiba-tiba saja para pria tadi sudah ada diruangan itu.


" Ini..., kak Maira cariin nama di google. Ketemu nama yang bagus, kamu setuju gak kalau nama bayi kita Thalia Faranisa?. "tanya Tiara pada suaminya Farhan.


" Kalau kamu setuju aku juga setuju sayang. "jawab Farhan.


" Oke,fix ya.Besok kita akan adakan acara pertunangan Kak Netta barengan sama aqiqah nya debay. "ujar Pak Sasongko.


" Pas banget,berarti besok kita liburkan semua kantor dan undang semua karyawan kemari.Kita akan adakan acara besar-besaran. "ujar Pak Sasongko.


" Iya, sekalian... acara... "ucapan Bima terhenti.


Tadinya ia mau bilang kalau " Sekalian acara empat bulanan kehamilan Maira. "


Tapi otak nya mendadak ingat kalau hal itu pasti akan menimbulkan kontroversi didalam keluarganya.


Pasti akan banyak pertanyaan yang akan menghampiri mereka, terutama soal usia kandungan Maira yang tidak wajar.


"Sekalian acara apa Bima?." tanya Nyonya Shinta kembali ke mode julid.


"Maksudnya acara empat bulanan kehamilan Maira?. " tanya Nyonya Shinta penuh selidik.


"Iya begitulah. " ujar Bima.


Mata Maira sudah melotot kearah suaminya itu. Bisa-bisa nya Bima mengiyakan apa yang dibilang Nyonya Shinta.


"Empat bulan?. " tanya Pak Sasongko bingung.


mereka belum tau aja kalau sekarang usia kandungan Maira bahkan sudah lebih dari empat bulan.😁😁


Maira dan Bima saling melirik satu sama lain, seolah sekarang mereka sedang bicara lewat tatapan.


"Coba ini dijelaskan, maksudnya gimana?. " tanya Pak Sasongko.


"Eee....gini Yah,kata dokter hamil itu dihitung dari hari pertama haid yang terakhir.Ya Maira kan sebelum nikah haid terakhirnya tiga minggu sebelumnya, jadi sekarang udah empat bulan." jelas Maira kikuk.


"Ooo." Pak Sasongko hanya ber O saja, walaupun dihatinya masih timbul pertanyaan yang sulit untuk dijabarkan.


Begitu juga dengan yang lainnya, hanya saja mereka tidak mau merusak suasana yang lagi hangat-hangatnya ditengah keluarga mereka saat ini.


Lagipula sebelum memperkenalkan Bima dulu,Maira bisa dibilang gak pernah punya pacar sama sekali, sampai-sampai ayahnya harus memberikan syarat menikah jika Maira mau menduduki posisi sebagai CEO.

__ADS_1


*******


Malamnya setelah selesai makan malam bersama keluarganya,Maira mengajak Bima untuk pulang dulu kerumah mereka,Maira terus kepikiran sama Bik Piya dan juga Bik Sarni soalnya.


Sesampainya dirumah mereka,sambutan yang hangat dari para security penjaga gerbang sudah menanti mereka.


Bima sengaja mengajak Maira naik Taxi saja, karena ingin memberikan kejutan pada Bik Piya dan yang lainnya.Makanya pas sampai didepan gerbang rumah mereka,taxi yang mereka naiki malah mendapatkan pemeriksaan dari Pak Andi dan juga rekannya.


"Ini kami Pak Andi. " ujar Bima seraya menurunkan kaca mobil taksi yang ia tumpangi itu.


"Walah, Pak Bos ternyata. Ayo buka-buka.!. " Pak Andi pun segera meminta rekannya untuk segera membuka lebar pintu gerbang yang masih belum diganti pakai pintu beremot.


Sesampainya didalam pekarangan,Bik Piya dan Bik Sarni pun tak kalah terkejutnya dengan kepulangan Bima dan Maira yang tanpa kabar apapun sebelumnya.


"Surprise!!!. "ujar Maira setengah berteriak.


" Wah, Bibik sampe kaget loh Non. Kayak lagi di sidak dadakan. "ujar Bik Piya.


" Ahhh~Bibik ini bisa aja.O..iya, di bagasi masih banyak oleh-oleh buat semuanya.Tolong dibawa masuk semuanya ya Pak. "ujar Maira pada para pekerja mereka.


" Wah, biar saya saja Bu Bos."Pak Andi menawarkan diri.


Bik Piya dan Bik Sarni juga membantu membawakan yang ringan-ringan saja. Setelah semuanya beres, mereka pun mengadakan acara bagi oleh-oleh dadakan malam itu juga.Karena besok semuanya akan dibawa Bima untuk bergabung di acara pertunangan Netta dan Andi juga acara aqiqah nya Baby Thalia.Dan tidak menutup kemungkinan acara syukuran empat bulanan kehamilan Maira pun juga akan dilaksanakannya.


*****


Setelah memberikan pengarahan akan acara besok pagi dirumah mertuanya, Bima pun naik ke kamar menyusul sang istri yang sudah terlebih dahulu memasuki kamar mereka yang sudah sepuluh hari lebih di tinggalkan.


Perasaan Maira masih berkecamuk saat ini,semuanya tak lain karena gara-gara keceplosan tadi pas dirumah Ayahnya.


"Sayang, bagaimana besok?. " tanyanya pada Bima.


"Soal empat bulanan itu?. " tanya Bima.


"Iya, gimana menurut kamu. Apa sebaiknya kita jujur saja sama semuanya kalau sebenarnya sebelum kita nikah kita sudah pernah... " Maira ragu mengucapkannya.


"Aku rasa tidak perlu sayang, toh mereka sudah tidak bertanya lagi.Yang penting sekarang kita sudah menikah dan mereka juga tidak akan memusingkan hal sepele seperti itu. " ucap Bima, mencoba menenangkan Maira.


"Sudah,sebaiknya kita bersih-bersih dulu. Mandi dan sholat Isya, habis itu kita istirahat. Besok kan kita harus siap pagi-pagi sekali untuk berangkat kerumah Ayah lagi. " ujar Bima.


Maira pun hanya bisa menurut, ia juga gak mau membuat Bima jadi kepikiran.


Sebaiknya aku cuekin aja lah'pikir Maira .


Lalu melenggang ke kamar mandi sambil membawa Bathrobe nya.

__ADS_1


__ADS_2