Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 85


__ADS_3

Tiba juga akhirnya mereka di klinik tempat praktek dokter spesialis kandungan langganan Maira .Mereka tiba tepat di waktu yang telah di janjikan.


"Selamat siang Dokter. " sapa Maira setelah mereka duduk dikursi yang berhadapan dengan meja dokter.


"Siang Ibu Maira dan Bapak Bima,gimana apa ada keluhan yang dirasakan dalam awal trimester kedua ini?. " tanya Bu Dokter.


"Saya kadang merasa mudah banget kelelahan Dok,pegal-pegal di pinggang kadang suka pusing juga Dok. " jawab Maira.


"Oo, mungkin Ibu Maira terlalu banyak bekerja, atau berfikir.Jadi sebaiknya jangan terlalu di porsir ya kerjanya.Usahakan Ibu rileks dan kalau bayinya memberikan respon,itu pertanda bagus Bu, Pak, jadi gak usah khawatir, asalkan kita cukupi gizinya dengan makan makanan yang bergizi, dan juga ikut senam Ibu hamil, InsyaAllah bayinya akan sehat dan tumbuh dengan baik dan sempurna. " Ujar Bu Dokter menyampaikan nasehat.


"Benar sekali Dok,memang akhir-akhir ini saya sangat sibuk Dok,jadi kurang fokus dengan perkembangan janin yang ada didalam, tapi selalu sesibuk apapun saya usahakan untuk makan makanan sehat dan makan buah juga Dok.Tapi soal senam hamil kayaknya saya belum punya waktu Dok." ujar Maira.


"Saya juga selalu buatkan susu khusus Ibu hamil buat istri saya dokter. " sambung Bima.


"Itu juga bagus Pak,suami juga harus berperan dalam merawat kehamilan istrinya.Bapak bisa ajakin bayinya ngobrol atau juga dibacain do'a untuk merangsang motorik nya sejak dari dalam kandungan.Soal senam hamil nanti bisa saya bantu daftarkan di tempat kebugaran khusus kelas Ibu hamil yang sudah saya kenal baik owner nya." ujar Bu Dokter.


"Baik Dok. " ujar Maira.


"Iya Dok, akan saya praktekan apa saran Bu Dokter. " Jawab Bima,sementara Maira hanya tersenyum dan mengelus perutnya.


"Baiklah, kita langsung USG saja untuk melihat perkembangannya ya. " ajak Bu Dokter yang langsung berdiri dan menuju ruang USG yang di batasi dengan gorden.


Maira membuka jaketnya dan ia biarkan Bima memegangnya.Lalu ia naik ke brankar tempat pemeriksaan.


Bu Dokter mengoleskan gel diperut Maira, dan mulai menggerakkan alat USG di atas permukaan perut yang mulai menyembul itu.


" Bayinya sehat ya,ukuran kepala juga normal, beratnya juga cukup,semuanya sesuai dengan usia kandungannya.organ tubuhnya juga lengkap. "ujar Bu Dokter.


" Alhamdulillah kalau begitu. "ucap Maira.


" Iya sayang,alhamdulillah bayi kita sehat."ujar Bima.


" Mau tau jenis kelaminnya gak?. "tanya Bu Dokter.

__ADS_1


" Gak usah disebutin Dok, biar jadi surprise aja. "pinta Maira.


Padahal Bima penasaran banget pengen tau


" Tapi aku pengen tau sayang. "ujar Bima menyela.


" Jadi mau dikasih tau gak??. "tanya Bu Dokter.


" Tapi kalau dilihat-lihat, fix kayak Bapaknya ya Dok. "ujar Bima.


" Benar banget Pak,anak Bapak laki-laki."jawab Bu dokter.


"Yaa, gak surprise lagi dong. "Maira jadi kesel.


" Gak apa-apa dong sayang,setidaknya kita jadi tau mau menyiapkan kamar warna apa, dan juga perlengkapan baby nya buat anak cowok atau cewek kita sudah tau duluan, jadi kan gak bakal salah pilih warna. "ujar Bima.


" Iya deh,terserah kamu aja.Berhubung kita sudah tau jenis kelaminnya.Bagaimana kalau kita mulai mempersiapkan kamar untuk Babyboy kita."usul Maira.


"Aku mau kita cari sendiri aja, gak perlu minta bantuan sama sekretaris kamu itu!. " Maira jadi sewot.


"Iya sayang, kita bakal cari sendiri. " Bima rasa dia lebih baik mengalah,gak enak juga kalau ribut di depan Dokter.


*******


Andini sedang janjian dengan seseorang di sebuah kafe.Mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting, ini semua ada hubungannya dengan Bos dan teman mereka, yaitu Maira.


Andini bertugas mendekati wanita bule yang bernama Ester itu,sedangkan Rasty yang sedang ngobrol bersamanya itu bertugas melakukan pancingan agar Bos nya yang tak lain adalah Pak Krisna supaya bisa berkenalan dengan wanita yang bernama Ester itu.


Tujuannya adalah agar Keduanya bisa menjadi lebih dekat dan saling jatuh cinta.Semua itu adalah usulan Rasty, karena dia sangat tidak ingin kalau rumah tangga sahabatnya Maira bisa terganggu karena kedua orang tersebut.


Rasty mengusulkan agar Maira bisa terbebas dari bayang-bayang Pak Krisna dan Pak Krisna bisa menemukan wanita yang bisa menggantikan posisi Maira dihatinya.


Awalnya Andini menawarkan sebuah pekerjaan kepada Ester yang saat itu masih di Surabaya,dengan bekerjasama bersama Pak Danu, Andini mendapatkan nomor handphone nya Ester, dan dia mulai menawarkan pekerjaan sebagai Public Relation di perusahaan Pak Krisna,info akan adanya lowongan pekerjaan itu Andini dan Maira dapatkan dari Rasty.

__ADS_1


Rasty tidak ingin bertemu langsung dengan Ester, mengingat ia pernah menyekap wanita itu waktu di Surabaya.Oleh karena itu, akan lebih baik kalau Andini yang menawarkannya.


Andini juga menyiapkan rumah sewaan untuk Ester di Jakarta, yang letaknya tak jauh dari kediaman Maira, itu semua juga atas perintah Maira.Agar ia lebih mudah mengawasi gerak-gerik Bima dan juga Ester.


Walaupun ia percaya akan kesetiaan suaminya, tapi ia belum bisa percaya dengan Ester.Sebisa mungkin mereka akan menciptakan Moment agar Pak Krisna dan Ester bisa kenalan, dekat dan akhirnya jatuh cinta.


Dua bulan yang lalu,setelah kejadian di Surabaya dan juga penculikan Netta,Maira terus mencari tau tentang Ester secara diam-diam, ia meminta pendapat dan saran dari Rasty dan juga teman-teman Bima yang lain yaitu Brian,Shakti dan juga Matthew.


Maira tidak ingin kecolongan lagi, kalau dia memutuskan untuk menerima Bima kembali, itu artinya dia harus siap dengan segala konsekwensi nya.Bukan tidak mungkin kalau suatu saat nanti ia masih harus berurusan dengan wanita dari masa lalu suaminya itu.


Jadi, dari pada harus menunggu waktu itu tiba.Maira memutuskan untuk mengubah jalan cerita sedih yang akan mungkin terjadi lagi di hidup nya.


Maira menerima usulan Rasty dan juga teman-temannya.


Shakti bertugas menghubungi dan memberitahu Bima kalau kata Rasty, Pak Krisna akan membeli rumah di dekat rumahnya.Tujuannya agar Bima merasa bakal ada saingan, padahal rumah itu adalah rumah yang Maira sewakan untuk Ester,sebagai fasilitas dari kantor Pak Krisna katanya.


Andini mengatakan kepada Ester agar bersikap ramah dengan Pak Krisna,seminggu bekerja dikantor Pak Krisna atas prakarsa Rasty, Ester diminta untuk mendekati Bosnya itu kalau masih mau bekerjasama dan supaya Ester bisa mendapatkan pemasukan selama masih tinggal di Indonesia.


Mau tak mau wanita itu mengikuti skenario yang dibuat oleh Andini, ya.. Setau Ester dia hanya berurusan dengan Andini, padahal dibalik semua itu ada campur tangan Maira.


Ester sama sekali tidak tau hal itu,bahkan dia tidak ingat kalau perumahan yang ia tinggali sekarang adalah perumahan yang sama dengan perumahan Bima, Dulu yang menuliskan alamat dan mengirim paket adalah Anne temannya.


Perangkap memang sudah dibuat,


dan target sudah mulai masuk jebakan.Pak Krisna kelihatannya sangat terkesan dengan perhatian yang diberikan oleh Ester kepadanya.


Kemarin saat Bima dan Maira pulang dari Villa,mereka melihat mobil Pak Krisna keluar dari halaman sebuah rumah yang ada Ester didalamnya, itu juga tak luput dari rencananya Maira and the gank.


Mereka memang sudah merencanakan matang-matang semua itu.Rasty sengaja menyuruh OB yang ada dikantor Pak Krisna untuk memberikan minuman yang sudah diberi obat pencahar kepada Ester, tepat sebelum Ester ada janji temu diruangan Pak Krisna.Oleh sebab itu, saat wanita itu tengah berada diruangan Bos nya,tiba-tiba ia sakit perut dan bolak-balik kamar mandi diruangan Pak Krisna,akhirnya Pak Krisna menawarkan diri untuk mengantarkan Ester pulang.


Rasty langsung mengirim pesan kepada Andini agar Andini bisa melaporkan perkembanganya dengan Maira.


Entah bagaimana seandainya Bima tau akan semuanya, Maira belum mau memikirkan bagaimana caranya ia berkelit nanti di hadapan suaminya. Yang penting Pak Krisna tidak lagi mengejar dirinya, dan Bima tidak akan direbut lagi oleh mantan pacarnya si Ester itu.

__ADS_1


__ADS_2