Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 81


__ADS_3

"Gak penting juga kok sayang, kamu gak perlu tau. "jawab Maira.


Maira benar-benar ingin menyembunyikan perihal yang satu ini.Bima tidak perlu tau apa yang sedang ia perintahkan pada Andini.Diam-diam, Maira menghubungi Andini agar tidak membocorkan rencananya itu kepada siapapun termasuk kepada Bima.


*****


Tak terasa matahari pun sudah kembali ke peraduannya, Bima sudah menyiapkan sebuah Villa yang ia sewa lewat aplikasi online dan sekarang mereka sudah tiba di Villa tersebut, letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi Villa yang sedang dibangun oleh SN group.


Bima membuka pintu utama Villa yang ia sewa itu, sementara Maira ia asyik melihat-lihat bagian taman kecil yang ada di depan Villa itu.


" Ini bisa dijadikan referensi nih. "gumam Maira sambil asyik memotret taman tersebut.


Setelah membuka pintu villa tersebut, Bima langsung pergi ke bagian bagasi mobilnya.Bima mengeluarkan Sebuah koper besar yang sudah ia siapkan.Koper itu berisi perlengkapannya dengan Maira yang bahkan Maira pun tidak tau kalau ia akan diajak oleh Bima untuk liburan sebentar.


Maira yang sedang asyik memotret bagian-bagian Villa terperangah saat sang suami ternyata membawa banyak sekali bekal untuk mereka didalam bagasi mobilnya.


" Sayang,kamu ngapain bawa banyak barang begitu??. "tanya Maira seraya menghampiri suaminya itu.


" Hehhehe,, kita akan latihan honeymoon dulu disini, nanti kita bakal honeymoon beneran. "jawab Bima enteng.

__ADS_1


" What??!. "Maira jadi kaget.


" Kok What sih sayang, harusnya kamu bilang so sweet. "ujar Bima sambil menampakan senyuman yang mengembang di wajahnya.


" So sweet apanya sayang, besok aku juga harus segera kembali ke Jakarta.Kamu kok gak bilang apa-apa lagi sama aku, aku gak punya waktu untuk bersantai saat ini. "ujar Maira.


" Gak usah difikirkan sayang, kerjaan kamu bisa langsung kerjakan dari sini. Toh proyek yang kamu tangani kan lokasinya di sini bukan di Jakarta. "Bima mencoba membujuk istrinya itu.


" Hmmm, aku tak tau bagaimana harus menjelaskannya.Ya sudahlah, dua hari saja ya. Lusa kita sudah harus pulang ke Jakarta. Aku tidak mau kalau kita akan membuat repot banyak orang, kamu kan tau kalau kita ini pemimpin perusahaan. Nanti bagaimana kalau mereka membutuhkan bantuan kita. "jelas Maira, dia tidak mau kondisi SN yang sudah mulai pulih dari masalah besar waktu itu akan kembali bermasalah lagi gara-gara mereka honeymoon.


" Kamu gak usah sekhawatir itu sayang, semua akan baik-baik saja, aku jamin. "ujar Bima sambil mengedipkan sebelah matanya pada Maira.


" Yakin banget kamu kayaknya?!. "Maira ngedumel, tapi Bima hanya menanggapinya dengan senyuman dan langsung berlalu masuk ke dalam villa sambil menarik koper yang ia bawa.


Sesampainya di dalam, Maira hanya melihat-lihat apa saja yang ia temui di sana,ia mempelajari apa saja yang ia temukan,pernak-pernik, dekorasi, semua membuatnya takjub.


" Kapan kamu memesan Villa ini?. "Maira buka suara memecah keheningan diantara keduanya.


" Beberapa hari yang lalu, sebenarnya aku bertanya pada Andini tentang jadwal kamu. Jadi aku kepikiran untuk ikut kamu ke sini, sudah lama kan kita gak pergi berdua. Bahkan ini bisa dibilang untuk pertama kalinya kita keluar kota bersama. "jelas Bima.

__ADS_1


Bibir Maira hanya mengerucut,matanya menelisik Bima dengan perasaan curiga.Entah kenapa sekarang ia merasakan kalau suaminya itu ada maksud terselubung dengan mengajak dirinya untuk honeymoon, karena setelah kejadian di Surabaya itu, Bima bahkan sangat berhati-hati bila bicara dengannya. Seakan ia ketakutan kalau Maira merasa tersinggung, atau tidak nyaman.


Maira sadar kalau suaminya itu mulai menjaga sikap di depannya, mungkin karena Bima ingin menjaga perasaan Maira agar tidak lagi terluka karena perbuatannya.


Atau karena Bima khawatir akan ada laki-laki lain yang ingin mendapatkan perhatian dari istrinya,karena beberapa hari yang lalu, Rasty memberi tau Shakti kalau Pak Krisna ingin membeli sebuah rumah dikawasan perumahan Bima dan Maira, entah apa tujuannya. Tapi Bima khawatir sekali setelah mendengar berita itu dari Shakti.


Dengan dalih berbulan madu, Bima mengajak Maira untuk sejenak menjauh dari orang-orang yang ingin mereka berpisah, apalagi soal Ester yang ternyata masih di Indonesia.


Walaupun sudah diusir secara baik-baik tapi nyatanya wanita itu masih betah di negara ini.Bahkan dia sekarang ingin pindah ke Jakarta, dengar-dengar dari Pak Danu kalau Ester ingin memperpanjang visa kunjungannya ke Indonesia, bahkan demi bersembunyi dari orang-orang yang memburunya, wanita itu sekarang sedang mencari calon suami agar dia bisa diterima di negara ini.


*****


Benar sekali, sekarang ini ternyata wanita yang bernama Ester itu sedang ada di Bandara, dia sudah menginjakkan kaki di Jakarta bersama buah hatinya.


Seorang laki-laki terlihat sedang menjemputnya,mereka sepertinya sudah akrab. Laki-laki itu terlihat tidak asing,karena laki-laki yang menjemputnya adalah Pak Krisna.


Entah dari mana Pak Krisna bisa mengenal wanita itu, tetapi satu hal yang pasti ini bisa menjadi kabar buruk untuk Maira dan Bima.


Bima menyiapkan makan malam untuk sang istri, malam ini dia tidak mengizinkan Maira untuk menyentuh dapur.Bima ingin memperlakukan Maira secara Spesial lebih dari biasanya agar hubungan mereka berdua semakin membaik dan Maira akan bersikap hangat kepadanya seperti dulu lagi.

__ADS_1


Setelah makanan yang ia masak matang, Bima menyiapkannya di meja makan yang ada di teras belakang Villa, ia ingin mengajak Maira makan malam sambil menikmati langit cerah yang penuh bintang-bintang.Kebetulan sekali suasana malam ini sangat mendukung rencana Bima itu, suasana dingin dan langit yang cerah, membuat debaran romantis diantara keduanya.


Walaupun hubungan mereka bisa dibilang baik saat ini, tapi tak dapat dipungkiri kalau rasa bersalah Bima masih terus membayanginya.Mungkin dengan makan malam romantis ini bisa sedikit mencairkan suasana hati Maira yang sulit ditebak.


__ADS_2