Flash Marriage

Flash Marriage
Bab 30 Salah Paham (1)


__ADS_3

Yansen Mu melirik Tifanny Wen, wajahnya sedikit memerah, bahkan telinganya juga, begitu juga dengan matanya yang terlihat dalam.


Wajah Tifanny merah merona, dia mengulurkan tangannya dan merebut barang itu dari Yansen lalu menutup pintu.


Saat ini Tifanny tengah mengerutkan keningnya, mengapa dia selalu membuat sesuatu yang memalukan didepan Tuan Mu?


Seusai mandi dan mengenakan pakaian, Tifanny mengenakan sebuah rok tidur yang hangat, dia lalu berbaring diatas ranjang.


Sebenarnya tubuhnya selalu baik-baik saja, hanya saja dulu saat dia masih kecil dia pernah berakting film aksi, jadi dia pernah belajar bela diri, namun 2 tahun yang lalu ketika datang bulan, dia masih berakting didalam air, badannya masuk angin dan menjadi penyakit sakit datang bulan yang parah.


Oleh karena itu, dia saat ini tidak mengatakan apa-apa, dan langsung masuk kedalam selimut untuk tidur.


Yansen berbaring disampingnya, melihat Tifanny yang sangatlah diam hari ini, dia mengerutkan keningnya, apakah sakit datang bulan wanita begitu mengerikan?


dia tidak mengerti dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini.


Tifanny sakit hingga tidak bisa tidur, ketika dia masih berpikir dalam hati, tiba-tiba dia merasa lebih hangat, Yansen yang awalnya menjaga jarak dengannya tiba-tiba mendekatinya.


Tifanny menyusutkan badannya secara tidak sadar, dia lalu merasa bajunya sedang diangkat oleh sebuah tangan, diperutnya tiba-tiba merasakan sentuhan yang hangat, jelas bahwa itu adalah tangan lelaki itu yang diletakkan diperutnya.


Tifanny gemetaran.


"Jangan bergerak."


Yansen seolah takut dia akan menolak, suaranya sangatlah tegas,"Besok akan aku carikan dokter spesialis bidang ini, untuk menjaga badanmu."


Tifanny dirangkul olehnya dengan erat, dia tidak bisa bergerak, dia hanya bisa merasakan ditelinganya penuh dengan hawa hangat lelaki, dia sangatlah tegang, baru saja ingin berkata 'aku bergerak karena aku sakit', dering ponsel tiba-tiba berbunyi.


Tifanny mengertakkan giginya, siapa yang malam-malam begini meneleponnya?


Dia lalu mengambil ponselnya dan tanpa melihat siapa yang menelepon, dia lalu menjawabnya.


"Halo?"


Baru saja dia berkata seperti itu, Yansen lalu mengerutkan keningnya dan berkata,"Jika tidak ingin jawab, maka tidak perlu jawab, tidur."

__ADS_1


Seusai perkataannya....


Sisi lain dari telepon sana....


Helen terkejut dan hampir menjatuhkan ponselnya.


Waduh.... apa-apaan ini?


Dia menelepon Tifanny, mengapa dari sisi sana terdengar suara seorang lelaki tengah malam begini?


Mengapa sedikit familiar?


Namun Helen tidak bisa mengingat suara siapa tadi.


"Halo, Tifanny, jujurlah padaku, apakah demi balas dendam kepada Raymond dan Juwita, kamu mencari orang kaya? Tifanny, jika kamu ada masalah, kamu bisa mencariku, palingan aku akan mencari orang untuk menghajar mereka, kamu tidak perlu begitu."


Sekali mendengar ada suara lelaki, Helen semakin merasa tidak beres, dia semakin khawatir.


Tifanny sudah menceritakan semua halnya dengan Raymond kepada Helen, jadi dia sangatlah mengerti betapa Tifanny mencintainya, mana mungkin dalam waktu 2 hari, Tifanny sudah mempunyai pacar baru, kecuali demi balas dendam.


Helen bukan tidak mempercayainya, hanya saja satu per satu berita membuatnya berpikir kearah itu, bagaimanapun juga, sekali ada dendam, seorang wanita bisa melakukan apa saja.


Mana mungkin dia bisa membeli cincin semahal itu?


Suara Helen yang panik dan khawatir terdengar dari sisi sebelah sana.


Tifanny mengatur volume suara teleponnya hingga kecil sekali, bahkan Yansen saja tidak bisa mendengarkan suara Helen.


"Apa yang kamu pikirkan?"


Wajah Tifanny berubah saat mendengarkan perkataan dari sisi sana, tapi sekali terpikirkan bahwa dirinya membeli cincin berlian hari ini, memang normal juga jika Helen berpikir seperti itu.


Lagipula....


Tifanny sedikit takut,"Tapi, aku sepertinya....memang menemukan orang kaya."

__ADS_1


Tifanny awalnya ingin menutupinya, namun Helen sudah mendengar ada suara laki-laki disampingnya tengah malam, dia juga sudah tidak bisa menutupi darinya.


"Waduh, bagaimana bisa kamu melakukan hal seperti ini?"


"Bukan seperti yang kamu pikirkan, dia memang sangatlah kaya, tapi hubunganku dengannya bukanlah transaksi seperti itu, aku sudah.....


Tifanny tidak bisa mengatakan bahwa dia sudah menikah.


Helen disisi sana sudah marah hingga wajahnya memerah, dia lalu mengakhiri panggilan dan mematikan teleponnya.


Benar-benar membuat orang marah!


Saat ini Helen tengah berbaring dikamar tidurnya, sekali mendengar kata Tifanny yang mengatakan,"Aku sepertinya.... memang menemukan orang kaya" Dia menjadi marah, dan tidak bisa menerima itu.


Bagaimana bisa Tifanny-nya melakukan hal seperti ini!


Bodoh! benar-benar bodoh!


Harusnya dia tidak perlu membuat dirinya hina, demi membalas dendam kepada Raymond dan Juwita.


Jika Tifanny begini, lalu bagaimana dengan kakaknya?


Dia masih senang karena kakaknya mulai membicarakan Tifanny beberapa hari ini.


Lagipula, di Instagram mengenai klip karya Tifanny, jelas bahwa itu adalah yang dibuatnya sendiri dan dikirimkan ke email kakaknya, hari ini dia terkejut, dia menebak bahwa jangan-jangan video itu dikirim oleh kakaknya sendiri. Namun malam harinya, dia malah mengetahui Tifanny....


Huh!


Tidak boleh!


Besok dia harus pergi ke apartemen Tifanny.


tidak peduli apakah lelaki itu orang kaya atau bukan, jika adalah lelaki tua yang suka dengan kecantikan Tifanny, maka Helen pasti akan menamparnya, lalu dia akan menyuruh kakaknya untuk menghajarnya.


???

__ADS_1


******


Bersambung


__ADS_2