
"Aku ada yang mau disampaiin sama kamu sayang. " Bima membuka pembicaraan.
"Soal apa?. " tanya Maira, dia pura-pura tidak tahu.
"Tapi kamu jangan kaget ya?."Bima khawatir kalo nanti Maira bakalan pingsan kalo mendengar berita yang akan ia sampaikan ini.
" Emangnya soal apa sih, bikin penasaran deh?. "tanya Maira lagi.
" Hotel kita bakalan dapet keuntungan gede sayang, akan ada tamu selama sepuluh hari menginap di hotel kita dan jumlahnya tak sedikit sayang."Bima sangat bahagia sekali membayangkan akan untung besar dan ia memperhatikan wajah Maira secara seksama, kira-kira bagaimana reaksi istrinya itu?.
Maira hanya tersenyum simpul dan mengulurkan tangannya kepada Bima.
"Selamat ya suamiku sayang,aku juga sangat senang kalo usaha kamu maju. Semoga kita bisa selalu mendapatkan rezeki yang berlimpah dan barokah dari yang diatas. " ucap Maira.
"Aamiin, terimakasih ya Allah. " ucap Bima.
"Aamiin, jadi kapan kita akan berangkat kesana?. "tanya Maira.
Tiba-tiba Bima juga merasa senang bukan kepalang mendengar pertanyaan istrinya itu.
"Kamu serius ingin ikut sayang?. " tanya Bima memastikan.
"Iya sayang,aku sebenarnya udah tau soal ini dari Andini tadi di kantor.Apa kamu gak mau ngajakin aku kesana?. " Maira tidak tau apa isi yang ada didalam benak suaminya itu.
"Tentu aku akan senang sekali sayang, aku akan bekerja lebih tenang kalo kamu dan anak kita ada bersama aku. " Jawab Bima dengan wajahnya yang berbinar.
"Really??. " Maira menirukan bahasa Inggris yang biasa dipakai oleh Ester.
"Benar sayang, tapi kerjaan kamu??. " tanya Bima.
"Kebetulan besok adalah rapat terakhir karena proyek yang aku aku tangani sudah selesai.Setelah itu aku bisa ajuin cuti,dan untuk sementara selama aku ikut kamu ke Surabaya,aku akan minta Ayah untuk meng-handle semuanya dulu.Lagipula tidak ada yang urgent di perusahaan, semuanya stabil saat ini. Kak Netta dan Farhan juga baik, semuanya akan baik-baik saja, apalagi ada Andini yang akan memata-matai mereka semua.Kamu tenang aja. " ujar Maira.
"Bagus deh kalo begitu, alhamdulillah akhirnya bisa pergi berdua sama istri. " ucap Bima sambil mengangkat kedua tangannya.
"Bertiga sayaaang. " sela Maira sambil mengelus jabang bayi di perutnya.
"Eh, iya. Ayah sampe lupa kalo ada kamu juga sayang. " ujar Bima sambil mengelus perut buncit Maira dan lalu menciumnya.
"Jadi kapan kita berangkat?. "
__ADS_1
"Lusa sayang, nanti aku akan suruh Lisa buat pesanin dua tiket buat kita. "jawab Bima.
" Bagus deh,setidaknya pekerjaan terakhirku gak terbengkalai. "Maira pun senang karena jadwalnya tidak akan terganggu dan ia bisa pergi ke Surabaya dengan tenang.
*****
Sementara itu, dirumah yang jaraknya tak begitu jauh diseberang jalan yang dibatasi beberapa rumah di depan rumah mereka, seorang wanita bule sedang menidurkan anak laki-laki nya di kamar.
Wanita itu terbayang pertemuannya dengan Bima tadi, dia tak menyangka kalau selama ini jaraknya begitu dekat dengan Bima.
Ester sama sekali tidak ingat soal alamat yang pernah Anne ceritakan padanya, dia tidak membawa kertas itu.Yang dia tau, dia hanya harus naik pesawat ke Jakarta, dan lalu ke Surabaya, di sana juga sudah ada yang menjemputnya di Bandara dan langsung menuju ke hotel milik mantan kekasihnya itu.
"So you live here too, Bim??. " gumam Ester sambil tersenyum, tapi seketika senyumannya berubah setelah ia ingat tatapan Maira tadi, tatapan yang sangat berani,juga mengejek, lalu berubah menjadi ramah padanya.Ester sangat mengerti akan hal itu.Dia tau kalo Maira sebenarnya sedang mengintimidasi dirinya.
"Hmmm!. " senyumnya licik.
****
Pagi ini Maira memimpin rapat di kantornya, sang ayah juga hadir disana karena besok akan menggantikan Maira untuk sementara waktu sampai Maira kembali. Ternyata semalam Maira sudah mengabari Ayahnya soal ini,untungnya Pak Sasongko bersedia.
Rapat ini juga dihadiri oleh pihak kliennya yang sudah bekerjasama dalam proyek villa tempo hari.Rapat ini sebenarnya hanya sekedar formalisas saja untuk penandatanganan berkas serah terima kunci Villa yang sudah selesai dibangun dari pihak SN group ke pihak klien.
"Semoga kedepannya kita bisa bekerjasama kembali dalam proyek-proyek baru yang akan datang ya Pak." ujar Maira sambil menjabat tangan kliennya itu, yang tak lain adalah kenalan suaminya.
"Tentu saja Bu Maira,saya sangat puas dengan hasil kerja perusahaan Anda.Nanti saya juga akan merekomendasikan kepada semua kolega dan juga rekan bisnis saya yang lain agar mereka juga bisa menggunakan jasa kontraktor hebat seperti SN group. "jawab Kliennya.
" Terimakasih Pak, walaupun begitu kami tetap harus lebih banyak berlatih lagi agarku kemampuan kami juga akan diakui dunia usaha. "jelas Maira.
" Hasilnya sangat memuaskan. Bu, saya sudah lihat tadi, semuanya sudah sesuai dengan keinginan saya dan juga keluarga saya."
"Kalau begitu, senang bisa bekerjasama dengan Anda Pak.Kalau butuh kontrak untuk membangun proyek apapun itu,hubungi saja saya atau pun SN group." Maira kembali menjabat tangan kliennya.
"Tentu Bu. "
Maira meminta Andini memotret mereka untuk resminya kerjasama yang sudah berakhir.
"Cekrek."
☺☺☺☺
__ADS_1
Di kantor Bima yang ada di Mall
Bima sedang menekan tombol interkom di mejanya
"Tuuuut... " panggilan tersambung.
Sekretaris yang ia hubungi segera mengangkat panggilan darinya.
"Iya, hallo Pak. Ada apa?. " suara Lisa diujung telepon.
"Tolong kamu ke ruangan saya sebentar. " ujar Bima.
Dengan senang hati Lisa langsung segera menutup telepon dan segera menuju keruangan Bima yang terletak didepan mejanya. Lisa mengetuk pintu ruangan Bos nya itu.
"Tok... tok.. tok.... " suara ketukan pintu.
"Masuk!. " suruh Bima.
Lisa pun membuka pintu dengan perlahan, lalu berjalan menuju ke depan meja Bima.
"Ada apa Pak?. " tanya Lisa.
"Besok saya akan berangkat ke Surabaya,Tolong pesankan saya dua tiket pesawat yang first class!.Usahakan yang berangkat jam 9 pagi ya, soalnya saya masih harus menyambut para tamu-tamu hotel setelah jam makan siang. " ujar Bima.
"Baik Pak, akan segera saya pesankan."sahut Lisa dengan senyuman khasnya yang menggoda.
" Sama satu lagi,Tolong kamu minta pada divisi perencanaan agar segera menyelesaikan pembuatan brosur untuk acara lomba memasak berpasangan bulan depan.Saya ingin semuanya sudah siap setelah saya kembali dari Surabaya.Tolong buatkan spanduknya juga ya!?. "ujar Bima.
Lisa dengan cekatan segera mencatat semua apa yang diperintahkan oleh Bos nya itu ke dalam buku agenda yang ia pegang.
Walaupun agak genit, tapi soal kinerja Lisa memang patut di acungin jempol.Sekarang pakaiannya juga sudah serba panjang walaupun tak memakai hijab,apa yang Bima perintahkan sudah ia turuti.Semua juga untuk kebaikan dirinya.
" Baik Pak, segera saya laksanakan. "jawab Lisa.
"Jangan lupa, dua tiket ya. "ujar Bima sebelum Lisa menutup kembali pintunya.
" Iya Pak, siap!. "jawab Lisa lagi.
Setelah menutup pintu ruangan Bos nya itu, Lisa segera menuju ke meja kerjanya. " Yes?!!, dua tiket,aku akan diajak Bos Bima ke Surabaya dong. Asyikkkkk. "Lisa berguman sendirian.Ia melambungkan angan-angan yang begitu tinggi.
__ADS_1