Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 76


__ADS_3

Kini Maira,Bima,Netta dan Pak Andi sudah berhasil lolos dari rumah Bu Parida.Mertua Netta itu juga sudah ditangkap oleh polisi dan sekarang sudah menyusul putera tercintanya di penjara,hanya saja ruangannya yang berbeda.


Sekarang Maira dan Bima masih berada dirumah Pak Sasongko,karena mereka juga sedang menunggu kepulangan Ayah dan Ibu tirinya yang masih dalam perjalanan dari bandara.


Tak berapa lama kemudian, Pak Sasongko dan Nyonya Shinta tiba dirumah itu.Pak Sasongko dan Nyonya Shinta sangat lega ketika melihat putri-putrinya sedang berkumpul dirumah dan mereka semua dalam keadaan baik-baik saja.


"Apa kalian tidak terluka?. " Mata rentah itu terlihat sangat khawatir, apalagi kondisi Pak Sasongko sekarang yang sedang duduk dikursi roda.


"Kami semua selamat kok Yah. " jawab Maira sambil memeluk sang Ayah.


"Iya Ayah,semuanya berkat Maira dan juga Bima suaminya, sama satu lagi..." ucapan Netta terhenti.


"Siapa?. " Pak Sasongko jadi penasaran dengan orang yang dimaksud oleh Netta.


"Dia adalah Pak Andi,seorang detektif yang dikenal Bima."jawab Netta.


Pak Andi pun maju dan menyapa Pak Sasongko.


" Saya Andi,Pak. "ujar nya sambil mengulurkan tangannya.


" Terimakasih Nak Andi dan juga kamu Bima, Ayah sangat beruntung karena punya menantu seperti kamu.Untunglah kalian sudah pulang ke Jakarta lebih dulu, kalau tidak Ayah tidak tau apa yang akan terjadi pada kakak kalian Netta. "Pak Sasongko memegang tangan Bima dan juga Maira.


" Itu hanya kebetulan saja Yah,lagipula itu sudah jadi kewajiban kami sebagai saudara. "jawab Bima.


" Iya Yah,karena semuanya sudah beres.Maira sama Bima pamit dulu ya Yah. "sambung Maira.


" Loh.. loh.. loh.. kok malah pamit sih,bagaimana kalau kalian juga menginap disini.Kalian kan jarang-jarang datang kemari."


ujar Ayah nya itu.


"Bagaimana??. " Maira menoleh kearah Bima.


"Boleh deh, kita nginap aja malam ini. "jawab Bima.Lagipula kalau dirumah, mereka malah akan tidur terpisah, tapi kalau disini mereka bisa tidur sekamar,fikir Bima.


Maira merasa persetujuan Bima itu terlalu cepat,tapi sebenarnya dia juga suka dengan jawaban Bima.Sudah lama ia tidak menginap di kamarnya sendiri, ia juga sudah kangen.


Mungkin dengan menginap, jarak yang tadinya ada diantara keduanya bisa terkikis.


****


Maira sudah naik duluan ke kamarnya karena Bima sedang mengantarkan sahabat lamanya Pak Andi ke mobil.

__ADS_1


" Ternyata elo sudah menikah ya Bima. Kok aku gak diundang?. "tanya Andi.


" Maaf ya, kemaren pas nikahan semuanya begitu cepat dan dadakan.Aku jadi banyak yang kelupaan untuk di undang, bahkan Ibu panti kita dulu juga tidak ku undang."ujar Bima.


"Parah lo Bim,Ibu panti gak lo undang."


"Maaf,aku lupa. "


Andi hanya bisa tertawa


"O ya,kirimkan nomor rekeningmu padaku, aku akan kirimkan uang. " ujar Bima.


"Ah elo,kayak sama siapa aja. " Andi merasa gak enak hati, masa sesama teman perhitungan.


"Aku cuma mau bayar jasa kamu secara profesional kok,lagipula kamu tadi juga sudah mempertaruhkan nyawa kamu untuk menyelamatkan Kakak iparku. "


"Gak perlu Bima, kamu bisa menggantinya dengan hal lain. " Jawab Andi.


"Hal lain?, apa itu?. " Bima jadi tidak mengerti.


"Kakak ipar mu itu, apa dia sudah bercerai dari suaminya?. " tanya Andi.


"Belum, kenapa memangnya?. " tanya Bima balik.


"Ooh aku tau, pasti kamu suka kan sama Kak Netta,aku ngerti.. aku ngerti. Oke, nanti aku akan berusaha buat deketin kamu sama dia, O ya, ini aku kirim nomor ponselnya dulu agar kalian bisa komunikasi. "


Bima sangat paham apa yang diinginkan teman masa mudanya itu.


"Elo tau aja Bima yang gue mau. " ujar Andi sembari menepuk punggung sahabatnya itu.


"Bima." Bima langsung menepuk dadanya, jumawa.


*******


Setelah Andi berlalu dengan mobilnya, sekarang Bima sudah masuk kembali ke dalam rumah mertuanya itu.Dia langsung pergi menuju kamar sang istri.


Terdengar suara dari kamar mandi,sepertinya pujaan hatinya itu sedang mandi sekarang.Bima jadi kepikiran untuk mengejutkan Maira dengan mandi bareng.


Bima pun mengecek pintu kamar mandi apakah dikunci atau tidak, dan dewi fortuna sepertinya sedang berpihak kepadanya.


Maira memang lupa mengunci pintu kamar mandinya,sehingga Bima dengan mudah bisa masuk kedalam.Pelan-pelan Bima berjalan agar Maira tidak menyadari kalau dirinya sudah ada didalam.

__ADS_1


Bima membuka pakaian yang ia pakai dan ia gantung di gantungan baju. Karena dia tidak membawa baju ganti, jadi dia takut nanti gak pakai baju.Walaupun bajunya itu juga sudah kotor dan juga bekas keringat karena berkelahi dengan preman tadi.


Maira yang sedang sibuk merendam dirinya didalam Bathup sambil mendengarkan musik dengan headphone tidak menyadari sama sekali kalau suaminya itu sudah ada didalam kamar mandi yang sama dengan dirinya. Bahkan Bima sekarang sedang berusaha masuk kedalam Bathup itu secara diam-diam dan pelan-pelan.


Seperti biasanya, Maira suka tertidur sambil berendam. Suaminya masuk kedalam Bathup pun dia tidak tau. Bima mensejajarkan posisi tubuh mereka dan berusaha menggeser tubuh Maira, barulah Maira sadar dan terbangun dari tidurnya.


"Kamu???, ngapain disini??!. " hardik Maira,jelas saja ia kaget bukan main kala melihat Bima yang sudah polos dan masuk ke Bathup yang sama dengan dirinya. Maira langsung melepas headphone dikepalanya dan menyingkirkan nya jauh-jauh.


"Usttttt.... sayang, jangan teriak.Malu nanti didengar yang lain. " ujar Bima sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir.


"Kamu sih, ngapain pake masuk kesini segala. " ujar Maira, mukanya masih terlihat kesal, karena istirahatnya terganggu.


"Kamu juga gak kunci pintu, jadi itu artinya kamu yang beri aku kesempatan. " ucap Bima sambil nyengir kuda.


"Ya udah sana, aku masih mau berendam. " ujar Maira.


"Bareng-bareng aja ya, aku juga capek nih abis digebukin. " jawab Bima.


Maira jadi ingat kalau suaminya itu habis berkelahi karena melindunginya.Maira langsung memeriksa seluruh tubuh suaminya itu, kalau-kalau ada yang memar atau luka.Walaupun kesal, tapi dia terlihat sangat khawatir,Bima hanya tersenyum melihat perlakuan istrinya itu.


"Punggung kamu lebam-lebam. " ujar Maira.


"Benarkah, tadi memang aku sempat terkena beberapa pukulan. Maklumlah, mereka kan main keroyokan. " ujar Bima.


"Sini biar aku gosok punggung kamu. " ujar Maira. Sekarang ia tak ada lagi sudah berpindah posisi dibelakang Bima.Tak ada lagi suasana canggung, yang ada hanyalah keromantisan diantara keduanya.


Sesekali Bima berpura-pura kesakitan agar Maira semakin bersikap lembut kepadanya.


"Aw.. aw.. aw.. pelan-pelan sayang.Bagian yang itu sakit banget. " ujar Bima,disusul dengan senyuman yang ia sembunyikan dari sang istri.


"Iya,aku akan pelan-pelan. "jawab istrinya itu.


Maira pun mengusap punggung Bima dengan sabun, pelan-pelan ia melakukan hal itu agar suaminya tidak kesakitan.Tanpa ia sadari kalau Bima hanya melebih-lebihkan saja agar bisa lebih dekat dengannya.Sentuhan yang dilakukan Maira membuat has*atnya jadi memuncak.


"Sini,biar gantian aku yang akan menggosokkan punggung kamu." ujar Bima.


"Eee, tidak perlu.Nanti aku bisa sendiri. " ujar Maira malu-malu.


"Sayang, aku ini suami kamu. Gak perlu malu,tadi aku juga gak malu sama kamu. "ujar Bima.


"Tapi... " Maira khawatir nanti Bima malah melakukan hal-hal yang lain.

__ADS_1


"Tanpa aba-aba darinya, ternyata Bima sudah mulai menggosokan sabun ke bagian punggungnya dan berlanjut ke lengannya, setelah itu merambat kebagian depan dan lama kelamaan keduanya malah terhanyut dalam gelombang cinta, dan terjadilah apa yang tadi Maira khawatirkan.


Tatapan mata Bima yang mulai berembun itu, tak kuasa Maira tolak, apalagi kerinduan didalam hati keduanya sudah sangat membara.


__ADS_2