
Dari kaca bagian depan ruangannya yang tirainya sedang dibuka, Bima bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh sekretaris nya itu.Lisa sedang senyum-senyum sendiri seperti orang yang sedang kasmaran.
Dengan kesal Bima menekan kembali interkom nya.Lisa yang sedang berhayal setinggi langit tiba-tiba terkejut ketika mendengar telepon yang ada didepannya berbunyi.Segera ia mengangkat telepon itu.
"Iya, Hallo. " jawabnya.
"Sudah kamu pesankan belum tiketnya?.Kenapa kamu malah asyik senyum-senyum sendiri kayak gitu?!. " tanya Bima.
"Iya Pak, maaf Ini mau segera saya pesankan Pak. " Lisa jadi kelabakan. Sekilas ia melihat kearah kaca ruangan Bos nya itu, benar saja, ternyata Bima sedang melototi dirinya dengan aura geram.
****
Siang ini di Krisna Construction
Entah sedang sial atau bagaimana,hari ini pas mau makan siang di luar tiba-tiba Rasty tak sengaja bertabrakan dengan Ester di Lobby kantor.Selama hampir dua mingguan ini Rasty selalu bisa menghindari wanita itu agar rencananya bisa berjalan dengan mulus dan tidak ketahuan.
Tapi hari ini mereka tiba-tiba bertemu dan bahkan bertabrakan pula.Rasty sangat khawatir kalau-kalau dia tidak bisa menahan emosinya jika berhadapan dengan wanita yang menjadi rival cinta dari sahabatnya itu.
Mereka berdua sama-sama terkejut saat mata mereka sama sama bertemu.Rasty segera menghindar dan pergi secepatnya dari tempat itu.Ia buru-buru keluar dari gedung KC dan menaiki sepedah motor matic kesayangannya.
Tapi Ester yang penasaran malah mengejarnya, samar-samar ia teringat tentang wanita yang menyekapnya di Surabaya waktu itu.
"Wah, gawat nih. Kenapa tuh bule malah ngejar gue sih?!!." Rasty buru-buru mengegas motor nya.
"Wait!, hayyy wait for me!!!. "seru Ester meneriaki Rasty yang kabur setelah melihat dirinya.Namun Rasty sudah pergi menjauh.
"The Women who had held me atau the time. " ujar Ester yang sudah mengingat soal Rasty yang pernah menyekap dirinya.
Dengan wajah kesalnya Ester ingin kembali ke dalam kantor dan menanyakan soal Rasty di bagian Resepsionis yang tadi juga menyaksikan mereka berdua bertabrakan di Lobby.
"Excuse me. " sapa Ester kepada bagian Resepsionis.
"Yes, what is up Miss?. " tanya Mbak resepsionis.
"Who was the women who collided with me earlier?. " tanya Ester penasaran.
"Oh, that earlier was Ms. Rasty from the marketing division. " jawab Mbak Resepsionis.
__ADS_1
"Rasty, hmmmm. " Ester terlihat sedang memasang senyum ******Smirk******.
'Ohh, so you work here too Rasty!. "gumam Ester.
Keliatannya Ester menaruh dendam dengan kesumat dengan Rasty.
*****
Rasty tiba di sebuah Restoran, kali ini dia terpaksa makan ditempat yang agak jauh dari perusahaan karena takut Ester mengikuti dirinya.
" Hadeuh, hampir saja tuh cewek Esteler ngikutin gue.Selamat.. selamat.Gue harus kabarin Maira nih. "ujar Rasty yang diliputi rasa cemas sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang dan nafasnya yang tidak teratur.
Setelah agak tenang, Rasty segera menghubungi Maira.Untungnya Maira segera merespon panggilan darinya.
" Hallo say,ada kabar apa?. "tanya Maira.
" Gawat saya, elo tau gak, gue habis tabrakan sama si Esteler itu di lobby tadi.Lo bayangin aja, gue sampe kabur ngibrit tau gak?, untung gue lagi ngantongin kunci motor gue. Langsung aja gue kabur menjauh sejauh mungkin dari kantor. "Rasty menceritakan kronologisnya kepada sahabatnya itu.
"Ha??!.terus gimana sekarang?." tanya Maira, ia malah jadi bingung sendiri.
Maira berfikir sejenak,sebenarnya dia masih harus ngecek hasil design proyek perumahan yang baru lagi, tapi untung nya masih bisa di pending dulu.
"Ya udah,lo tunggu gue disana ya, bentar lagi gue on the way kesana.Jangan ke mana-mana! . "ujar Maira.
" Iyaaa, buruan.Gue tungguuuu. "jawab Rasty gak sabar.
*****
Maira bergegas meninggalkan kantornya menuju ke Restoran tempat janjiannya dengan Rasty sampai-sampai dia lupa untuk mengabari atau pamitan dulu dengan siapapun di SN.
" Ah sudahlah,nanti setelah nyampe di restoran itu aku baru kabarin ke Andini kalau aku lagi keluar buat ketemuan sama si Rasty. Semoga saja Andini tau apa yang harus dilakukan kalau ada yang cariin aku. "gumam Maira.
Sesampainya direstoran yang terkenal karena kemehongannya itu,Maira celangak -celinguk mencari keberadaan Rasty.
" Say, uy.... Maira!. "Panggil Rasty sedikit keras karena yang dipanggil masih nampak kebingungan di ambang pintu masuk.
"Disini!." seru Rasty lagi, setelah melihat batang hidung sahabatnya itu menoleh kearahnya.Ia sampai melambaikan tangannya.
__ADS_1
Segera Maira menghampiri Rasty si sahabat paling reseknya itu di meja yang nyaman dan dilengkapi dengan sofa yang empuk tak seperti meja biasa lainnya.Kelihatannya Rasty memilih tempat yang sedikit spesial, walaupun bukan ruangan VIP di restoran tersebut.
"Ceritain cepetan!!. " Maira udah gak sabar, lagian dia juga harus mengejar waktu.
"Ah lo gak sabaran amat!, pesenin gue makanan dulu kek.Dari tadi gue cuma minum es teh manis mulu sampe abis dua gelas nih.Yang ada nanti perut gue jadi kembung kayak Ikan kembung. " Sungut Rasty sambil mengarahkan moncongnya ke dua buah gelas yang airnya sudah tandas bekas minumnya selama menunggu kedatangan Maira.
Yaaa, seperti biasanya. Pasti Rasty akan ada maunya, kalau gak da maunya namanya bukan Rasty pasti 😆.
"Itu perut atau gentong. Masa dalam sepuluh menit habis dua gelas?!.Kenapa gak dipesan dari tadi sih makanannya?."tanya Maira.
" Kan nunggu yang bakal bayarin dulu, kalo udah dateng baru deh pesan makanannya. "ujar Rasty dengan menaik-naikkan alisnya.
" Huh dasar!!!. "gelak Maira sambil tersenyum dan meninju kecil pundak Rasty.
"Gue pesan ya?!.jangan kaget aja nanti kalo gue yang pesen. " ujar Rasty.
Wanita tengil itu memanggil seorang waiters dan ia langsung memesan banyak menu makanan.Mulai dari makanan pembuka,utama dan penutup.Komplit dipesan sama Rasty. Menu utamanya ada Tongseng, ada Soto, ada ayam bakar lengkap dengan sambel dan juga lalapannya.Tak lupa minumannya juga yaitu jus jeruk dan jus alpukat.
"Busyet dah banyak amat ya makan lo?. " sindir Maira.
"Yeee, bisa gendut kalau gue makan semuanya sendirian. Gue tuh juga pesan buat elo juga kali. Masa gue makan sendirian. " jawab Rasty.
"Terserah elo deh." ujar Maira.Dia lagi malas berdebat dengan Rasty , karena kalo berdebat dengan Rasty pastilah dijamin dia akan kalah.
"Iya deh, buruan cerita ke gue, soalnya gue bakal punya banyak waktu nih." Ujar Maira sambil mengetikkan pesan untuk Andini yang isinya
["Andini, kamu handle kantor saya dulu ya bentar.Saya lagi ada urusan diluar, lagi ketemuan dengan Si Rasty nih sambil makan siang.Kalau ada yang cari atau tanya-tanya soal saya bilang aja saya lagi makan siang di luar ya. "]
Maira kembali fokus ke sahabatnya si Rasty yang super duper resek, tapi baiknya juga gak ketulungan.
" Jadi gimana??!. "tanya Maira lagi, dari tadi dia bertanya malah si Rasty membahas hal lain.
" Gini,lo kan udah dengar tadi kalau gue gak sengaja tabrakan di lobby sama si Esteler. Eh... kayak nya dia ngenalin gue.Dan parah nya lagi tadi dia sampe ngejar gue ke depan parkiran.Untung gue bisa ngehindar, gue tancap gas aja kebut. "ujar Rasty.
" Terus!, Masalahnya tuh dimana???. "tanya Maira bingung.
" Ya...lo kok gak faham sih?.Kalo dia ingat gue dulu pernah nyekap dia waktu di Surabaya,tentu saja dia bakal cari tau dong siapa gue ke anak-anak di kantor, dan kalo dia sampe tau gue kerjaan disana, bisa gawat!. Gue gak bakal bisa mata-matain dia lagi.Terus kalau dia sampe ngelaporin gue bagaimana??!."keluh Rasty kepada Maira.
__ADS_1