Flash Marriage

Flash Marriage
Last Episode


__ADS_3

Kehadiran baby boy yang ganteng di tengah keluarga Maira dan Bima menambah semarak di dalam kehidupan keduanya.Hari-hari mereka,kini begitu banyak keceriaan,tangisan dan juga tawa lucu si kecil.


Maira dan Bima sepakat akan mengulang pernikahan(ijab kabul) mereka agar lebih sah lagi,mengingat dulu baby boy yang diberi nama Bara Arthayuda itu sudah tumbuh di rahim Maira sebelum mereka resmi menikah,buah dari percintaan satu malam mereka.


Maira dan Bima hanya mengulang pernikahannya secara siri dan hanya akan dihadiri Rasty dan juga suaminya Shakti sebagai saksi di KUA.Karena kalau di mata hukum, mereka tetap sudah sah sebagai suami istri.


Kini keduanya bisa menikmati hidup nyaman dan tenang ,sambil merangkai angan-angan indah akan masa depan yang bahagia bersama keluarga kecilnya.


Baby Bara (Bima dan Maira) selalu menjadi penyemangat mereka berdua dalam bekerja, karena sekarang mereka sudah tidak hanya berdua saja.


Bima selalu meminta Maira untuk menyempatkan waktu merawat anak mereka walaupun sekarang masih banyak dibantu oleh Bik Piya.


Ngomong-ngomong soal Bik Piya, kini hubungannya dengan Maira kembali harmonis seperti dulu.Apalagi sekarang Bik Piya kembali menjadi pengasuh turun temurun. Kalau dulu yang diasuh adalah Bundanya sekarang jadi turun ke anaknya.


****


Beberapa bulan kemudian,setelah Baby Bara sudah bisa duduk.Bima mengajaknya bersama sang istri dan juga Bik Piya untuk terbang ke Surabaya guna meninjau hotel mereka.


Baby Bara ikut menjajal wahana permainan anak-anak yang sudah disiapkan oleh kedua orang tuanya.Tempat bermain yang sudah dirancang khusus sesuai dengan keinginan Maira,karena tempat bermain dan juga hotel itu,kini sangat terkenal di kalangan para pelancong dan menjadi daya tarik tersendiri dalam menarik minat pengunjung dan wisatawan yang berkunjung ke Surabaya.


*****


Hari itu Baby Bara yang sangat aktif sedang dijaga oleh Bik Piya di kamar majikannya ,dilantai paling atas hotel.Sedangkan Maira dan Bima masih sibuk bekerja di kantor hotel ,guna memeriksa pembukuan hotel beberapa bulan selama Bima meninggalkan nya kepada Pak Danu.


Bik Piya sangat senang karena baru kali ini ia di ajak ke Surabaya,walaupun masih harus sambil bekerja menjaga anaknya Maira yang sudah ia anggap seperti cucunya sendiri.


Tak lama berselang,Bima dan Maira kembali ke kamar mereka dan mengajak Bik Piya serta putera mereka yang menggemaskan itu untuk makan siang di luar Hotel.Bima tahu kalau Bik Piya pasti ingin sekali jalan-jalan.


"Wah, Bibik mau beli oleh-oleh juga buat Sarni Non.Pasti dia sangat senang sekali,"ujar Bik Piya.Ia sudah membayangkan akan membeli banyak oleh-oleh buat Bik Sarni yang gak bisa ikut ke Surabaya, karena gak bisa meninggalkan suami dan anaknya dirumah.


"Iya Bik, nanti kita beli oleh-oleh buat Bik Sarni dan yang lain juga, langsung kita kirim aja lewat ekspedisi.Kebetulan Bima juga memiliki usaha ekspedisi."ujar Maira.


"Non Maira beruntung sekali ya,karena memiliki Den Bima.Den Bima itu udah ganteng, baik,tajir,setia lagi,"puji Bik Piya.


"Iya Bik, Maira memang sangat beruntung sekali.Sekarang rasanya hidupku sangat lengkap.Maira bahagia Bik,bahagia sekali. "


"Ekhemm." terdengar suara khas Bima tiba-tiba memecah keheningan.


"Eh,Den Bima.Kalau begitu,Bibik balik ke kamar Bibik dulu ya Non.Mau siap-siap ganti baju dulu."


Bik Piya pun pamit untuk kembali ke kamarnya di lantai 4.Walaupun ia hanya seorang pengasuh,tapi Bima memberikannya kamar kelas luxury agar ART nya itu bisa merasakan nikmatnya hidup dan nyamannya menginap di hotel dengan kamar yang berkelas.


Mereka makan di sebuah rumah makan sederhana namun makanannya bukan kaleng-kaleng, pengunjungnya pun sampai antri karena cita rasanya yang sudah terkenal kemana-mana.


"Wah, ini rawonnya enak banget Non." Bik Piya sampai kalaf.


"Pesan lagi aja Bik kalau masih mau,mumpung masih di warungnya."ujar Maira.


"Dibungkus aja deh Non,nanti bisa dimakan pas udah balik ke hotel.Hihihihi." Bik Piya malah nyengir kuda.


"Ya gak papa,Bik.Pesan aja,minta dibungkus tiga porsi,gitu."

__ADS_1


"Oke ,Non."Dengan semanga,Bik Piya memanggil pelayan dan minta dibungkus rawonnya tiga porsi.


Maira terkekeh melihat tingkah Bik Piya yang lucu,sesekali ia juga memperhatikan bayinya yang masih tertidur pulas di strollernya.


"Dia pulas sekali."Bima juga turut memperhatikan Baby Bara yang ada di antara tempat duduk mereka berdua.


"Iya sayang,imutnya. " Maira jadi gemes.


"Dia mirip banget sama kamu kalau lagi tidur, nyenyak banget.Kadang juga gak lihat-lihat lagi tempatnya,"ucap Bima.


Eh Maira gak terima kalau dikatain tukang tidur. "Itu kan bawaan bayi, aslinya aku gak pernah tidur sampai kayak kebo. " ketus Maira.


"Iya deh, iya... iyain aja."ledek Bima.


"Enak aja,nih !Rasain!" Saking kesalnya Maira malah mencubit pinggang suaminya itu.


"Aduh sayang,SAKIT!!?" teriak Bima.


Tanpa disadari oleh keduanya,sekarang mereka jadi tontonan para pengunjung rumah makan itu.


"Wah,Den Bima dan Non udahan dong ributnya.Tuh malu ,dilihatin orang. " sergah Bik Piya.


Tangan Maira yang sibuk mencubiti Bima mendadak berhenti.Matanya menoleh ke kiri dan kanan, memperhatikan sekeliling, eh ternyata benar semua orang sedang melihat ke arah mereka.


Bima pun meminta maaf atas keributan yang mereka buat kepada semua orang yang berada disana.


"Maaf Bapak, Ibu,Mbak, Mas semuanya.Maafkan atas ketidaknyamanannya, "ucap Bima sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya sambil membungkuk beberapa kali dengan disertai senyuman. Benar-benar konyol sekali pikirnya.


*****


Hari sudah semakin sore, Maira juga sudah mandi dan kini ia sedang berdiri ditepian balkon kamar hotelnya,seraya memandang ke kejauhan diluar sana.Menikmati lampu-lampu yang mulai dinyalakan disetiap gedung dan jalanan.Suasana Kota Surabaya yang cantik ,menurut Maira.Tiba-tiba ada sepasang tangan kekar yang menyusup di sela pinggangnya dan memeluknya dari belakang.


"Lihat apa sayang?" bisik Bima di telinga istrinya itu.


"Lihat pemandangan aja, ternyata sangat cantik kalau malam. " jawab Maira.


Bima semakin mengeratkan pelukannya dipinggang Maira."Tapi bagiku ,yang paling cantik itu cum kamu. "


"Ah,kamu suka sekali menggombal.Ingat! kamu itu udah punya bayi."ujar Maira.


"Memangnya kenapa kalau sudah punya bayi? Masa' gak boleh gombalin istri sendiri.Lagian aku itu gak gombal kok sayang,memang kamulah wanita tercantik di mata aku," ujar Bima jujur.


Maira membalik tubuhnya ke arah sang suami, menatap mata cokelat emas pria itu dengan tatapan dalam yang mendamba.Senyumnya tak luntur memuja lelaki yang sudah memberikannya seorang putra.


"Sayang... "


"Mmmm."


"Terimakasih sudah hadir di hidupku."ujar Maira tulus.


"Sama-sama sayang.Aku juga mau berterimakasih sama kamu,karena sudah hadir di kehidupanku yang hampa dan mengubahnya menjadi lebih berwarna dan semarak seperti saat ini. " jawab Bima sambil mengelus wajah Maira.

__ADS_1


"Aku bahagia,Bima sayang,"sahut Maira lagi.


"Aku juga sayang.Bagaimana kalau malam ini,kita bikin adek lagi buat Bara?Biar keluarga kecil kita semakin semarak,"ujar Bima.


Maira malah mencubit kembali perut suaminya itu dengan tatapan manja,malu-malu tapi mau.


"Awwww sayang,kenapa sekarang kamu suka banget cubitin perut aku?"keluh Bima yang kesakitan.


"Gak tau,aku gemes aja sama kamu sayang. " Maira terkekeh sambil mengulang cubitannya.


"Kamu ya,aku akan balas. " ujar Bima sambil mengangkat tubuh istrinya tanpa aba-aba.


Maira kaget bukan kepalang."Sayang,kamu mau apa? " ujar Maira,kaget.


"Mau bikinin Bara adek," jawab Bima dengan santainya.


"Tapi Bara masih kecil. "


"Biar aja,kan bikin belum tentu langsung jadi lagi.Kamu kayak gak ngerti aja sayang,kamu kan juga pake alat kontrasepsi," ujar Bima lagi.


"Iya juga, aku belum siap kalau harus nambah lagi. "


Bima membaringkan Maira di kasur king size yang ada di kamar itu,dengan hasrat yang menggebu.Keduanya terlarut dalam ciu*an yang dalam sebelum akhirnya ciuman itu terhenti karena tangis Baby Bara.


"Yaaaa..." Bima jadi lesu mendadak ,ketika Maira memilih bangkit untuk menenangkan bayinya.


"Gagal deh," ujar Bima pasrah.


"Kamu ini,penting mana gituan sama anak kita?" tanya Maira.


"Yaaaa,dua-duanya penting sih ,sayang. " Bima mau tak mau harus mengalah dengan putra nya yang kini sudah menyita separuh perhatian Maira untuk dirinya.


"Cepat gede nak,biar Ayah bisa diperhatikan Bundamu lagi, " ucapnya sambil turut mengelus rambut bayinya itu.


Maira yang tengah menyusui Bara hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Masa sama anak sendiri kamu cemburu sih sayang?"


"Gak cemburu juga,tapi... "


"Tapi apa?. "


"Aku jadi gak bisa mimik cucu lagi. "


"Hush!!!. "


Maira kesal sekali mendengarnya, dan menimpuk suaminya itu dengan bantal.


Begitulah keseruan mereka,keduanya kini semakin bahagia.Hari-hari mereka dipenuhi dengan canda tawa dan suka cita.


__ADS_1


Salam Flash Marriage buat semua readers kesayangan, terimakasih atas partisipasinya. Sampai jumpa di karya author yang selanjutnya. 😍😍


*****************END*********************


__ADS_2