
"Kamu ngapaiiin?, aku belum mandi di endus-endus. Pasti bau asem kan?. " Maira ingin mengelak.
"Biarkan seperti ini sebentar aja, aku mau ngecas batre aku. Rasanya aku kangeeen banget sama kamu sayang. " Ucap Bima di telinga istrinya.Tentu saja hal itu membuat kuduk Maira meremang.
"Kangen??, tapi kita kan ketemu setiap hari dirumah. " Maira mencoba melerai pelukan suaminya itu,namun Bima malah mengeratkan pelukannya ditubuh Maira, tak hanya itu saja, Bima juga mengelus-elus perut buncit istrinya itu dari belakang.
"Sayang, aku mau mandi dulu ya.Lima belas menit lagi magrib, gak baik kalau mandi pas mau magrib. " ujar Maira.
Bima jadi mau tak mau melepaskan pelukannya ditubuh Maira.
"Oke deh sayang, kamu mandi aja dulu. tadi aku juga siapkan air hangat nya di Bathup."
"Yang benar, terimakasih ya sayang. Kamu tuh emang the best deh kalau soal ngehargai perempuan. Tapi cukup aku aja ya yang diperlakukan spesial kayak gini. " ujar Maira sambil tersenyum manis pada suaminya.
"Aku gak akan pernah memperlakukan wanita lain se spesial kamu sayang. "Bima mengecup puncak kepala Maira lama sekali,sampai Maira jadi bingung.
" Sudah dong sayang, aku kan mau mandi dulu. Kamu juga cepat pakai baju sana.Nanti bentar lagi kalau habis adzan kita sholat bareng. "
"Iya deh, padahal masih pengen meluk kamu."
"Kamu lupa kalau besok kita harus ke Surabaya. Masih banyak loh yang harus kita siapin,packing-packing aja belum. " ujar Maira.
"Kamu tenang aja dong sayang, tuh koper kita sudah siap semuanya.Aku sudah packing tadi pas kamu belum pulang. " Ujar Bima sambil menunjuk ke arah dua buah koper yang terletak di sudut kamar dekat sofa.
Maira jadi bengong sejenak, karena suaminya itu sudah dua kali melakukan hal ini, pertama waktu mau ke puncak,dan kali ini dia melakukan hal itu lagi.
"Check aja lagi, siapa tau ada yang la6 yang kamu butuhkan. " ujar Bima.
"Gak usah, pasti kamu udah prepare semuanya, aku percaya kok sama kamu sayang. Ya udah aku mandi dulu ya. " Maira pun masuk kedalam kamar mandi.
Sedangkan Bima,ia masuk kedalam Walk-in closset miliknya untuk berganti pakaian.
__ADS_1
*****
Selesai sholat, pasangan ini langsung menuju ke meja makan. Disana Bik Piya sedang sibuk menata meja dengan makanan-makanan lezat yang ia masak dan juga ada sate ayam yang biasa dijual oleh pedagang keliling yang kemaren Bima beli.
Hari ini Bik Piya masak sayur bening bayam yang diberi irisan jagung pipil didalamnya,ditambah dengan oseng-oseng ikan asin peda, sambal terasi, lalapan, dan juga ada Ikan gurame goreng.Dipadukan pula dengan sate ayam yang tadi dibeli oleh Bik Piya didepan.Betapa nikmatnya makan malam hari ini. 😁
"Wah, kayaknya semuanya enak banget nih Bik.Bibik tau aja kalo aku lagi pengen sayur bening. " ujar Maira.
"Itu kan Den Bima yang tadi minta dimasakin sayur bening bayam. Katanya bagus untuk Ibu hamil kayak Non Maira. " jawab Bik Piya.
"Tuh kan sayang, itu artinya kalo kita berdua itu benar-benar sehati.Bahkan soal makanan aja kita bisa kompak. " ujar Bima.
"iya deh, aku percaya. Ayo kita makan,Bik Piya juga duduk lah disini, kita makan sama-sama. " ujar Maira.
Maira Menyendokkan nasi kepiring suaminya. Begitu pula dengan Bima yang bergantian menyedokkan nasi ke piring milik Maira.
"Duh, mesranya. Bibik jadi keinget sama almarhum suaminya Bibik dulu." ujar Bik Piya yang baper melihat kemesraan antara Bima dan juga Maira.
"Maira jadi gak enak sama Bik Piya, maaf ya Bik. " ujar Maira.
"Gak papa kok Non, semuanya sudah lama berlalu, semoga rumah tangga Non dan Den Bima langgeng terus. " jawab Bik Piya sambil menatap Bima dan Maira secara bergantian.
Setelah sedikit ngobrolin soal keberangkatan mereka besok dan memberikan beberapa pesan buat Bik Piya,mereka pun makan dengan lahapnya seperti sebuah keluarga yang hangat dan bahagia.
Habis itu mereka sholat isya' berjamaah di ruangan Musholla rumah Bima dan barulah setelah itu mereka beranjak ketempat tidur untuk melepaskan penat dan lelah setelah seharian bekerja.
*****
. Keesokan harinya, hari dimana Maira akan ikut suaminya itu mengunjungi hotel mereka yang baru berdiri sekitar hampir 3 bulan lebih.
Pemasukan hotel ini juga tidaklah buruk, karena fasilitas nya yang bagus dan pelayanannya juga baik, maka Bimaira Hotel banyak mendapatkan ulasan positif dari para pengunjung yang pernah menginap disana.
__ADS_1
*****
Bima dan Maira kini sudah tiba di Surabaya,mereka dijemput oleh karyawan hotel mereka dengan mobil khusus presdir.
Baru kali ini mereka melihat Bos dan istri Bosnya datang bersamaan ke Surabaya dengan wajah yang semringah dan penuh kebahagiaan.
Pak supir yang menjemput mereka tak henti-hentinya melirik kearah Istri Bos nya itu.
"cantik banget ya ternyata istrinya Pak Bos Bima, terakhir dia kesini belum pernah aku satu mobil dengan dia kayak gini. " ujar sopir itu didalam hatinya.
Maira sadar kalo supir itu dari tadi melirik-lirik kaca spion yang terletak di bagian depan diatas dasbor.
"Sayang aku ngantuk,nanti pas nyampe hotel bangunin ya. " ujar Maira sambil bersender di bahu suaminya.
"Tidurlah sini dipaha aku. " Ujar Bima sambil menarik tubuh Maira untuk rebahan di pahanya.
Maira pun terpejam, biasalah namanya juga Ibu hamil.Maira makin sering tertidur akhir-akhir ini.
Sambil mengemudi, si Supir kembali melirik ke arah Maira, Maira yang sudah tau dari tadi supir itu melirik kearah dirinya jadi risih dan rasanya pengen cepat-cepat sampai.
"Fokus aja ke depan Pak, gak perlu lirik-lirik ke belakang!. 'hardik Bima.
Baru kali ini Maira mendengar ucapan kasar dari suaminya, biasanya Bima sangat menjaga lisannya.
" Apa dia sedang cemburu sama Pak supir iyu ini?? "tanya Maira dalam hati.
Setengah jam berlalu, akhirnya mereka sampai juga di hotel milik mereka yang sudah lama ditinggal dan tidak pengen dilihat kecuali melalui foto dan video kiriman Pak Danu yang selalu melaporkan perkembangan dan situasi di hotel selama Bima tidak di Surabaya.
" Sayang, bangun. "panggil Bima sambil menggoyang-goyangkan lengan Maira. Tapi istrinya itu tak bergeming sedikit pun.
Tanpa fikir panjang,Bima segera menggendong tubuh istrinya itu dengan gaya Bridal style dan dibawanya masuk kedalam hotel menuju kamar pribadi mereka di lantai paling atas hotel tersebut.
__ADS_1
Semua karyawan Bima dan para tamu hotel yang sedang ada di lobby dan juga koridor semuanya menatap takjub kearah mereka, karena ini pemandangan yang sangat romantis sekali.