
Pagi ini mentari bersinar lebih cerah dari kemarin, Maira sudah bangun lebih dulu dan menyiapkan sarapan berupa Roti sandwich dan juga secangkir kopi susu untuk suaminya, sedangkan untuk dirinya sendiri ia hanya menyiapkan susu khusus Ibu hamil dengan rasa Madu.
Bima yang memang bangun lebih terlambat dari biasanya menghampiri sang istri yang sedang sibuk menata makanan di meja makan.
"Sudah bangun sayang?." Sapa Maira saat ia menyadari kehadiran sang suami di dekatnya.
"Mmmuach." bukannya menjawab,Bima malah menghadiahinya sebuah kecupan di pipi kanannya.
"Selamat pagi sayang,pagi-pagi kamu sudah wangi sekali. "ucap Bima sambil memeluk Maira dari belakang dan membenamkan kepalanya di pundak sang istri.
" ini sudah hampir jam 9 sayang, kamu sih tidur lagi.jadinya kesiangan kan?. "ujar Maira.
" Sengaja sayang,kayaknya semalam aku kalah dari kamu. "sahut Bima.
" Maksudnya???. "Maira nampak bingung dengan maksud ucapan Bima,apa Bima membicarakan soal pertempuran mereka semalam?
Bima tersenyum ke arah Maira, sekarang ia sudah duduk di kursinya setelah tadi menarikkan kursi untuk sang istri.
" Kenapa kamu senyum-senyum begitu, apa ada yang lucu?. "tanya Maira.
" Gak sayang, gak ada yang lucu. Aku cuma lagi senang aja,ternyata hormon ibu hamil kalau lagi on fire boleh juga ya. "ucap Bima sambil terkekeh pelan.
Sontak saja rasanya Maira sangat malu, semalam dia memang agak berna*su kepada suaminya itu. Walaupun awalnya Bima yang memulai, tapi nyatanya Maira yang memimpin permainan.
Maira malu-malu dan enggan menatap Bima, sementara Bima terus memakan sandwich nya dengan lahap sambil terus mengolok istrinya itu.
" Enak banget sayang sandwich nya, thanks ya.Untung kamu bisa ikut aku ke sini, kalau gak aku bakal kesepian, dan mungkin harus puasa selama seminggu penuh,gak bisa makan sandwich buatan kamu juga kayak sekarang, dan gak bisa nikmati malam panjang bersama istriku yang cantik ini. "rayu Bima sambil terkekeh dan menatap Maira penuh arti.
" Maksud kamu a~pa?, kamu mau bilang kalau aku lebih pro dari sebelumnya begitu?. "tanya Maira.
__ADS_1
"Memang benar loh sayang,kamu semakin hari semakin lihai." ujar Bima sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Apaan sih." Maira senyum-senyum sambil tertunduk malu.
"Nanti anak kita dengar loh!. " sambung Maira.
"Palingan anak kita juga ngerti kok. " sahut Bima.
"O iya, hari ini apa jadwal kamu?. " tanya Maira.
"Jam sebelas aku ada meeting dengan Para staf utama hotel, setelah itu aku akan ajak kamu makan siang di restoran di bawah.Sore nya aku masih harus bekerja diruangan kantor ku, kalau kamu gak keberatan, kamu boleh ikut sayang." ajak Bima.
"Baiklah, aku akan tunggu kamu sampai jam makan siang, aku mau menikmati bersantai dulu disini. "
"Biar nanti aku suruh seorang pelayan untuk menemani kamu disini, aku khawatir kalau terjadi sesuatu.Ini kan lantai paling atas gedung, dan hanya ada satu kamar khusus ini di sini." ujar Bima dengan nada cemas.
"Aku gak masalah kok sayang. " ucap Maira.
Kali ini Maira hanya bisa menghela nafas beratnya, karena sang suami semakin hari semakin protektif dengan dirinya.
****
Sementara itu di Jakarta,ruangan rawat inap kelas VVIP tempat Tiara dirawat pasca melahirkan di penuhi oleh rekan-rekan kuliahnya, ada juga beberapa staf dari kantor yang ingin mengunjungi putri dari atasan mereka Pak Sasongko.
Setelah keadaan mulai sepi, hanya tersisa Farhan suaminya dan juga Nyonya Shinta sang Mama yang menungguinya kali ini, karena Netta dan juga Pak Sasongko harus bekerja di kantor.
"Mama pulang aja, istirahat. Biar Farhan yang jagain Tiara disini. " pinta Farhan, ia tak mau kalau ibu mertuanya itu jadi sakit karena terus menerus menjaga Tiara dirumah sakit.
"Apa kamu gak apa-apa sayang kalau Mama tinggal ?. " tanya Nyonya Shinta kepada adiknya Netta dan Maira itu.
__ADS_1
"Gak pa-pa kok Ma, kan ada Mas Farhan juga.Mama juga belum tidur kan dari semalam. " jawab Tiara.
"Baiklah kalau begitu, Mama mau minta jemput sama supir Mama dulu, semalam buru-buru dan kami semua naik mobilnya Nak Andi." Ujar Nyonya Shinta sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas branded yang ia taruh di atas meja.
Dua puluh menit kemudian, Nyonya Shinta mendapatkan telepon dari supirnya dan memberi tahu nya kalau pak supir itu sudah sampai di parkiran rumah sakit.
Nyonya Shinta pun bergegas pamit pada anak dan menantunya, dan tak lupa juga kepada cucunya yang baru lahir dan meninggalkan rumah Sakit untuk menuju ke rumahnya.
*****
Maira duduk di sofa rotan sintetis yang ada didekat kolam renang kamarnya.Maira merasakan ketenangan, dari atas sini dia bisa melihat gedung-gedung tinggi yang menghiasi kota Surabaya.
Tiba-tiba dia ingat untuk menghubungi sahabatnya yang absurd, siapa lagi kalau bukan Rasty yang semalam baru resmi bertunangan dengan Shakti, walaupun itu baru lamaran didepan teman-temannya saja, tapi setidaknya ia juga harus mengucapkan selamat kepada sahabatnya itu.
Maira melakukan panggilan Video kepada Rasty.Berdering, namun tidak kunjung diangkat oleh pemilik nomor yang ia tuju.Hampir saja Maira mematikan panggilan, eh barulah Rasty mengangkatnya.
["Woyy, assalamu'alaikum. Kemana aja si lo?!."]Maira berdecak kesal.
Eh,,,, malah Sahabatnya itu terkekeh, ternyata dengan sengaja Rasty malas mengangkat panggilan itu, karena dia mau balas dendam dengan Maira yang semalam tidak menghubunginya sama sekali.
["Kenapa lo malah cekikikan sih, gue lagi kesal nih. Udah berapa kali gue panggil gak di jawab-jawab!. "]ketus Maira.
[" Baru gitu aja ngambek, dasar Ibu hamil. Gak ingat lo semalam gak ucapin selamat atau apaaa kek ke gue. Gue kan dilamar. "]ucap Rasty sambil memamerkan cincin diamond yang melingkar di jari manisnya.
[" Gue sudah tau, gue kan lihat live streamingnya semalam sama laki gue,justru sekarang ini gue ngehubungin elo karena gue mau ngucapin secara live nih didepan muka lo melalui video call ini."]ujar Maira.
Rasty menanti dengan sabar kalimat lanjutan yang akan diucapkan oleh sahabat itu.
["Ya udah, nih gue mau ngucapin selamat yaaaa udah dilamar, akhirnya sahabat gue satu ini laku juga, gue turut happy . Semoga langgeng ya sampai ke jenjang yang berikutnya.Aamiin"]Maira sampai menangkupkan kedua tangannya mendo'akan sang sahabat.
__ADS_1
Lalu disahuti oleh Rasty"Aamiin."Sejenak mereka berdua terlihat berdoa dengan hikmad sekali.Tak lama kemudian Rasty langsung kembali ke mode on nya, dia baru ingat kalau ada yang ingin ia sampaikan kepada Maira, ini sangat penting!!.