Flash Marriage

Flash Marriage
Bab 44 Kemampuan Berperan Tidak Sesuai Standar (1)


__ADS_3

Para penonton sudah melihatnya, diam-diam mereka memberikan tatapan simpati terhadap Tifanny Wen. Diam-diam berkata : Gadis ini dulunya juga sangat mengesankan, hari ini ternyata dia dihina didepan umum, peristiwa di dunia memang benar-benar tidak menentu.


Tetapi.... sangat tidak tahu malu, sutradara sudah mengatakan tidak menginginkan dia lagi, aktris lain yang ada disini juga tidak senang dengannya, tapi dia masih tidak ingin pergi juga.


Tidak sedikit orang yang diam-diam berpikir : Tifanny sangat tidak tahu diri, seolah terbang ke langit.


Tifanny Wen saat itu sudah mengangkat kepala, tapi dia masih tidak pergi, juga masih tidak menjawabnya, dia tiba-tiba melihat ke arah belakang Tika Luo sambil tertawa sinis.


Di belakang Tika Luo ada Juwita Wen yang sedang berjalan mendekat.


Dia baru saja tiba di lokasi.


Saat itu juga orang yang berjalan disampingnya selain penata rias dan asistennya, ternyata ada Raymond Jiang yang tidak seharusnya ada disini.


Raymond Jiang pernah berkata kalau dia membenci akting! Sekarang berganti ke Juwita Wen, dia ternyata langsung menemani dia datang ke tim aktris!


"Sudah lama tidak bertemu."


Tifanny Wen berbicara, perkataannya ini dikeluarkan untuk menyerang Juwita Wen.


Setidaknya Tika Luo. Dia langsung diabaikan oleh Tifanny Wen.


Sikapnya yang seperti ini, semakin membuat raut wajah Tika Luo semakin tidak senang. Dia melihat ke arah yang sama seperti Tifanny Wen lihat, dia menengokkan kepala melihat Juwita Wen yang kebetulan saat itu juga bersama dengan Raymond Jiang.


Hubungan Juwita Wen dan Raymond Jiang sekarang hampir tidak diketahui orang. Meskipun cukup sabar menghadapi penghinaan, tapi dia akhirnya tidak perlu menyembunyikan sebuah pertolongan lagi.


Masalah 'pelakor' yang dialami Juwita Wen, meskipun para netizen sangat membencinya, tetapi didalam dunia hiburan, masalah ini adalah hal yang wajar, asalkan memiliki kedudukan, semua orang pasti akan bersikap menjilat kepadanya.


"Juwita, kamu sudah datang?"


Tika Luo melihat Juwita Wen datang, dia segera mengganti mimik wajahnya, berjalan mendekatinya dengan perasaan penuh semangat, berkata: "Juwita, hari ini sangat cantik, beberapa orang bahkan tidak bisa menandinginya, tentu saja, rasa malunya lebih kebal dari siapapun, bersikap kurang ajar dan tidak masuk akal masih tetap berada disini, entah siapa yang beberapa hari yang lalu pergi dengan begitu angkuh."


Saat Tika Luo mengatakan kalimat ini, Juwita Wen tersenyum lembut padanya.

__ADS_1


Awalnya, dia masih merasa heran kenapa Tifanny Wen bisa ada disini, tetapi, sekalinya mendengar perkataan Tika Luo, diapun mengerti semuanya: 'ternyata Tifanny menyesal! dia tidak ingin meninggalkan tim aktris, dia ingin memohon pada sutradara.'


Benar juga, bukti tentang dia, dia memiliki sumber penghasilan yang sangat jarang ditemui. Sabar menunggu, menunggu sampai karyannya dikeluarkan, bisa saja karyannya ini benar-benar bisa terkenal. Tetapi sekarang jika dia tidak bisa menahannya, ke depannya tidak akan ada kesempatan lagi.


Tifanny Wen saat ini mengerti.


Hanya saja, apakah Kevin Qin beberapa hari ini tidak menjalankan serangan balasan untuknya?


"Tentu saja, kalau rasa malunya tidak kebal, bagaimana mungkin bisa bertengkar dengan pelakor?"


Saat itu Tifanny Wen akhirnya melihat ke arah Tika Luo sekilas, dia sembarang mengatakan kalimat itu.


Kalimat ini! Menjelaskan bahwa dirinya memiliki rasa malu yang kebal, faktanya, dia diam-diam mengisyaratkan bahwa rasa malu pelakor lah yang lebih kebal.


kata 'pelakor' ini ditujukan pada siapa..... semua orang di lokasi pun semuanya tahu!


Setelah mendengar itu, raut wajah para penonton yang melihat di lokasi itu langsung berubah, diam-diam mengambil napas : Tifanny ini, nyalinya benar-benar sangat besar, sikapnya benar benar gila dari biasanya, entah bagaimana mengungkapkannya dengan halus.


Seketika itu juga membuat Juwita Wen tidak bisa mempertahankan senyuman di wajahnya, tatapan matanya sedikit sinis.


"Dimana para penjaga? Lokasi pengambilan adegan syuting, bukankah tidak mengizinkan orang yang tidak memiliki kepentingan untuk masuk dan membuat keributan?"


Juwita Wen mengerutkan alisnya, kelopak matanya memerah, seperti merasa disalahkan, dia melihat ke arah para penjaga yang berjalan mendekatinya, dia bertanya dengan suara lembut.


Juwita Wen terus bersikap seperti itu, tidak bisa menghadapi adu mulut dengan Tifanny Wen. Dengan begitu, dia merasa dirinya paling berpendidikan dibandingkan dengan Tifanny Wen.


Saat ini dia diam-diam berpikir: 'Tifanny Wen ternyata membocorkan identitas anak perempuan sebuah keluarga, perkataannya tidak bisa dijaga, seorang anak bangsawan yang tidak memiliki sopan santun.'


Tifanny Wen yang mendengar itu malah tertawa sinis. Dirinya dianggap sebagai orang yang tidak memiliki kepentingan, lalu Raymond Jiang dianggap sebagai apa?


"Ha....." Tifanny Wen benar-benar tertawa, melihat ke arah penjaga yang berjalan mendekatinya, lalu dia melihat ke arah Raymond Jiang, berkata: "Benar, orang yang tidak memiliki kepentingan sebaiknya meninggalkan tempat ini."


Kedipan mata Tifanny Wen tidak memperlihatkan suasana hatinya, tatapannya hanya memperlihatkan tatapan yang sadis.

__ADS_1


Raymond Jiang membuka mata, tatapan matanya saling bertentangan, melihat Tifanny Wen yang tidak menghindari tatapan matanya, didalamnya tidak tersirat perasaan sakit apapun, dia malah sedikit terkejut, dan sedikit tidak bisa memahami maksudnya.


Kenapa, saat bersamanya, dia bisa mencintainya sepenuh hati?. Apakah setelah putus, dia juga bisa begitu sepenuhnya benci?


"Nona Tifanny, disini adalah lokasi syuting, Anda sebaiknya pergi. Jika ingin melihat keramaian, sebaiknya juga sedikit menjauh sampai di lingkup luar lokasi penonton."


Kelihatannya perkataan Juwita Wen lebih menyakitkan dibandingkan perkataan para penjaga.


Kemudian mereka benar-benar berjalan mendekati Tifanny Wen, bergaya seperti mengusir paksa seseorang.


Tifanny Wen mengerutkan alis, dia tidak pergi.


Para penjaga marah,"Nona Tifanny, jika Anda masih tidak pergi, maka jangan salahkan kami melakukan tindakan untuk mengusirmu."


Perkataannya baru saja diucapkan, dibelakangnya terdengar suara orang bergumam: "Kamu ingin mengusir siapa?"


Sutradara Aliando Zhang, di belakangnya diikuti seorang aktris, saat itu akhirnya muncullah dia berjalan mendekat ke lokasi.


Dia kebetulan melihat perselisihan disini...


Termasuk barusan Juwita Wen meneriaki penjaga, dia melihat itu semua.


Saat ini, Sutradara melihat ke arah Tifanny Wen, tatapan matanya menjelaskan bukan seperti tatapan biasa yang seperti dulu.


Dia menatapnya ragu sambil duduk, Tifanny Wen duduk dengan suasana hati yang tenang.


Diam-diam Sutradara Aliando Zhang menghentikan tubuhnya yang gemetar, didalam hatinya berkata: 'semoga nona muda ini tidak marah'


Kenny Qin sudah memberikan amanat, jika dia mengganggu Tifanny Wen, maka Kenny Qin akan menghabisinya.


...****************...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2