
"Krieeeeettt..."Pintu dibuka.
Bima sedang membuka kemejanya dan berganti dengan handuk,ia akan mandi.Tapi melihat kedatangan sang istri,ia jadi punya ide jahil dan ingin mengajak istrinya itu untuk mandi bareng.
"Sayang,mandi bareng yuk?" ajak Bima,manja.
"Kamu duluan aja,aku mau rebahan dulu,capek banget rasanya," tolak Maira.
"Yaaa,padahal aku pengen gosokin punggung kamu, kita gantian gitu." Bima terus berusaha membujuk dengan tatapan sendunya yang sulit ditolak.
"Hemmm,baiklah."
Kini Maira pun ikut masuk ke kamar mandi.
Nyatanya yang terjadi bukan hanya main gosokan punggung saja, tapi gosokan yang lain juga.
*****
Seminggu,dengan cepat berlalu.Hari persidangan yang dinantikan sudah tiba.Netta didampingi Andi,sudah mencarikan mamanya pengacara terbaik versi mereka.
Di sisi lain,Maira juga sudah siap bersama pengacaranya dan juga sang suami yang selalu siaga di sisinya.
Tak terlihat sang ayah,Pak Sasongko disana.Pak Sasongko sampai saat ini masih belum pulih benar,beliau memilih untuk beristirahat di luar kota,di villa nya yang ada di puncak.
Nyonya Shinta dihadirkan di dalam persidangan,wanita itu masih terlihat sehat walaupun tubuhnya sedikit kurus setelah beberapa lama dipenjara.
Terjadi beberapa perdebatan antara pengacara pihak Maira dan juga Pihak Nyonya Shinta, namun pada akhirnya setelah mendengarkan saksi dan juga berdasarkan beberapa bukti yang kongkrit,akhirnya dalam persidangan selama satu minggu ini,Nyonya Shinta dinyatakan bersalah.
Hukuman yang akan dia terima seharusnya lebih berat daripada vonis hakim.Karena Maira meminta keringanan secara khusus, mengingat kesehatan sang ayah,mungkin hanya itu yang bisa ia lakukan untuk keluarganya terutama ayah dan kedua saudarinya. Setidaknya Nyonya Shinta akan berfikir dua kali untuk menyakiti dirinya lagi,mulai sekarang.
Wanita itu terlihat sangat berterimakasih kepada Maira, ia ingin memeluk putri tirinya itu, tapi sayangnya Maira menepis tangannya dan berlalu dari hadapannya begitu saja.
*****
Kini Maira kembali disibukkan dengan pekerjaannya di kantor,walaupun hubungannya dengan Netta dan Tiara masih terlihat baik-baik saja,tapi tak urung kecanggungan pun sering terjadi.Contohnya hari ini,Maira menunjuk kakaknya itu untuk presentasi di rapat,tapi Netta mempresentasikan dengan grogi,ia agak takut-takutan dan sering salah.
__ADS_1
Entahlah?Maira juga tidak mengerti apa yang terjadi pada Netta.Mungkin kakaknya itu malu atas kasus yang dilakukan mamanya,apalagi sekarang para petinggi SN Group semuanya hadir di dalam rapat.
*****
Maira dan Bima menghadiri pesta pernikahan sahabat mereka shakti dan Rasty.Pasangan koplak ini,akhirnya menikah juga.Keduanya tampak sangat bahagia,terlihat dari senyuman yang tak pernah pudar dari kedua bibir pasangan itu.
"Akhirnya sold-out juga ya say,"ujar Maira sambil memeluk sahabat terbaiknya.
"Iya,makasih ya do'anya say.Akhirnya ada juga yang mau serius sama gue," jawab Rasty dengan berkaca-kaca,sampai-sampai ia menitikkan air mata kebahagiaan.
"Terimakasih nya sama Shakti aja, terimakasih karena dia udah mau sama cewek resek kayak elo," tukas Maira.
"Yeeee...,enak aja lo ngomong."Rasty malah main kejar-kejaran dengan Maira,untung acaranya di outdoor.Tapi Bima menjadi khawatir dengan kandungan istrinya.
"SAYANG!!Hentikan!Ingat!Kamu sedang hamil." Ia menghentikan Maira.
Rasty pun akhirnya berhenti,ia baru sadar dengan kelakuan absurd nya yang kini menjadi tontonan para tamu yang hadir.
"Pengantin baru itu tuh yang mulai,dia tadi mau nimpuk aku sayang,"adu Maira pada suaminya.
"Kamu juga salah sayang,kenapa juga kamu malah godain dia duluan." Bima mengelus lengan atas istrinya untuk menenangkan nya.
"Tentu saja." Rasty menaiki panggung dan ia mengambil sebuah mikrofon.Lalu ia memberikan kode kepada DJ yang bertugas pada hari itu."AYO KITA SEMUA BERDANSA!!"teriaknya.
Orang tuanya mungkin sudah tahu perangainya Rasty, tapi tidak dengan mertuanya.Orang tuanya Shakti melongo,melihat kelakuan menantunya yang berjoget lincah dengan diiringi musik DJ di atas panggung.
Rasty menggeret suaminya untuk berdansa bersama.Untungnya Shakti pengertian dan menurutinya, setelah Rasty membisikkan sesuatu di telinganya.
" Joget gak?!Kalau gak mau, entar malam gak dikasih jatah!"ancam Rasty.
Tentu saja Shakti jadi nurut kayak kerbau yang dicolok hidungnya.
Bima tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk kepada istrinya Maira.oleh karena itu,ia hanya mengajak Maira untuk duduk di kursi yang sudah disediakan.
" Akhirnya setelah ini,tinggal Brian yang belum nikah.Bulan depan Matthew juga akan melangsungkan pernikahannya di Amerika, kita diundang ke sana."ujar Bima.
__ADS_1
"O ya?Aku lihat jadwal aku dulu apa bisa ikut atau tidak?"jawab Maira.Ia sangat ingin untuk ikut.Sekalian jalan-jalan,tapi pekerjaannya begitu padat.
"'Kan masih bisa diwakilkan sama staf yang lain,Kak Netta juga ada.Atau Andini juga bisa.Hanya lima hari kita di sana,"ujar Bima.
" Ya...,kita lihat nanti ya,sayang.Aku belum bisa janji,"ujar Maira.
"Iya deh,aku juga sebetulnya banyak banget kerjaan.Kamu tau sendiri 'kan? "
"Ya itulah makanya,aku juga bingung.Semoga aja nanti bisa berangkat ke sana ,ya?" ujar Maira lagi.
"Yang terpenting anak kita gak akan mengalami hal buruk,kita harus bisa menjaga kesehatan kamu dan juga bayi kita.Itu yang paling utama,"lanjut Bima.
"Kamu benar sayang. "Maira mengelus perut buncit nya,ketika bayinya ikutan ingin eksis dengan menendang-nendang perut bundanya dari dalam.
" Sayang,lihatlah!Dia menendang-nendang."Maira memanggil Bima untuk menoleh ke arah perutnya yang bergerak-gerak.
"Wah!Dia sehat sekali.Mau jadi pemain bola ya,sayang?" Bima ikutan mengelus perut istrinya seraya melafalkan do'a.
Maira hanya bisa tersenyum,rasanya sangat bahagia sekali memiliki dua orang ini.Suami yang sangat menyayanginya,dan juga calon anaknya yang masih di dalam perut yang sekarang sudah tumbuh dan berkembang di dalam sana.Bergerak-gerak dan seolah mengajaknya bermain dan berkata,"Aku ingin cepat ketemu Bunda."
Beberapa tamu yang hadir juga ingin menyapa mereka,namun melihat pemandangan mengharukan itu,mereka malah berfikir untuk mengabadikannya.
Menyadari kalau mereka sekarang jadi pusat perhatian,Bima meminta fotografer untuk memfotokan mereka sekalian.Hitung-hitung buat kenang-kenangan pas adek bayi masih di dalam perut dan juga kenangan pernikahan sahabat mereka yang super duper somplak namun sangat berjasa dalam hubungan mereka.
*****
Di pesta ini tidak nampak saudari-saudarinya Maira,Netta maupun Tiara.Padahal keduanya juga diundang oleh Rasty.
"Sayang,kok Kak Netta dan Tiara gak terlihat ya?"tanya Maira.
Bima menghela nafas panjang,ia tahu apa yang sedang difikirkan oleh istrinya itu.
"Sudahlah sayang,mungkin mereka ada keperluan atau bisa saja mereka sedang sibuk. "
"Sibuk apa pula sayang?Ini 'kan weekend, mana ada yang masuk kantor.Palingan mereka malas kalau sampai ketemu dengan aku di sini. "
__ADS_1
"Sudah,gak usah dipikirkan.Lagian masih ada aku 'kan, disini yang terus bersama kamu?"
"Terimakasih sayang."Maira dan Bima pun berpelukan.