
Jadi..... ketertarikan 2 orang tua itu sangat mendalam pada gosip dunia hiburan.
Seorang aktris wanita menampar artis pria 2× tamparan, jika informasi ini tersebar keluar, maka ini akan menjadi berita terdahsyat.
"Benar! Saat itu aku juga ada di tempat kejadian, bagaimana mungkin itu hanya gosip? Lagipula, kalian tidak melihat ekspresi wajah putri keluarga Wen saat itu, sangat tidak gentar. Saat sutradara mengatakan akan memecat dia, dia sama sekali tidak memohon apapun, Melihat hal seperti ini, aku benar-benar tidak percaya bahwa dia yang merencanakan kecelakaan 2 tahun yang lalu."
Saat Putri Bai membahas Tifanny Wen, matanya berbinar.
Perasaan dia terhadap Tifanny Wen sangat baik.
"Apa kamu masih tidak paham dengan masalah dunia hiburan ini? Banyak masalah yang tidak seperti dilihat oleh para penonton."
Kakek Mu berkata sambil menghela nafas: "Dulu saat membicarakan masalah pernikahan dengan Nelson Wen, pertama adalah karena 10 tahun yang lalu aku dan dia sudah menyetujui masalah ini, kedua adalah karena aku diam-diam memeriksa data anak perempuannya. Sebenarnya sudah tidak perlu dibicarakan lagi, dia adalah murid yang sangat cerdas dan rajin, masa kecilnya bermula dari sebuah keluarga yang sederhana, bukanlah seseorang yang hidup dikalangan berada, tahun berikutnya dia mendapat tatacara pendidikan, bisa dibilang dia adalah kebanggaan semua orang. Pokok utamanya, dia pasti adalah calon istri yang terbaik. Sayangnya.... kenapa dia dulu begitu mencintai seorang pria."
Nenek Mu mendengar Kakek Mu mengatakan itu, dia berkata: "Kalau jodoh tidak kemana, tidak ada yang perlu disesali. Cucu kita sudah menyukai gadis lain, biarkan saja dia yang memilih..... Entah cucu kita sudah memilih seorang gadis atau belum? Jika harus menunggu beberapa tahun lagi, kapan kita bisa menimang cucu?"
__ADS_1
Nenek Mu semakin bicara semakin pusing.
Cucu kita sudah memiliki pacar, ini adalah kabar baik.
Rencana pernikahan masih belum ditentukan, dia selalu merasa tidak tenang, gadis itu masih tetap memiliki kemungkinan besar tidak bisa menjadi menantu keluarga Mu.
Lalu, Nenek Mu terus berbicara, pikirannya mulai teralihkan,"Suamiku, aku merasa kita tidak boleh hanya duduk dan terus menunggu, apa kamu masih tidak tahu sifat cucu kita yang penuh teka-teki itu? Semua masalahnya hanya akan dia simpan di hati, konsep berpacaran dia sepertinya sangat lambat, kita harus memaksanya."
"Ibu perkataanmu sangat mudah begitu saja diucapkan, tetapi bagaimana memaksanya?" Putri Bai juga sangat tertarik.
"Kalau tidak, Bai, kamu cari waktu, ajak Tifanny makan bersama kita, katakan padanya kalau ini demi mendiskusikan masalah untuk mengatur karakter Erin. Lalu, aku akan menyuruh cucu kita untuk pulang dan makan bersama sekeluarga, dan menyuruh dia menemui Tifanny Wen, jika masalah ini masih belum berhasil, langsung laksanakan saja rencana pernikahan yang sudah ditentukan 3 tahun yang lalu. Jika dia melihat tunangannya kita bawa pulang, dia pasti akan merasa batas waktu yang kita berikan untuknya akan segera berakhir. tiba saatnya nanti kita ancam dia, jika dalam waktu setengah bulan dia masih belum meyakinkan pacarnya, maka dia harus menikah dengan Tifanny tunangannya ini. Aku tidak percaya kalau ini tidak bisa memaksa dia mengambil tindakan langsung membawa gadis yang dia cintai pulang ke rumah." Ucap Nenek Mu.
"Hm.... ini, kenapa harus memanfaatkan Tifanny untuk memaksa anakku? Membawa pulang putri keluarga Wen untuk makan bersama, bukankah itu sama saja dengan memaksanya?" Putri Bai sedikit tidak mengerti kenapa harus memanfaatkan Tifanny untuk memancing dan memaksa Yansen Mu.
Kakek Mu sejak awal sudah menduga pemikiran menantunya, dia berkata dengan ucapan yang sedikit meyakinkan: "Masalah keluarga Mu, Yansen belum tentu setuju. Sedangkan putri keluarga Wen sekarang single, lagipula dia memiliki hubungan ikatan pernikahan dengan keluarga kita, identitasnya sebagai tunangan malah lebih bisa digunakan untuk memaksanya, bukankah begitu? Yang lebih penting adalah: sikap cucu kita yang penuh dengan teka-teki ini lebih cocok dengan gadis keras kepala, contohnya seperti Tifanny, bisa jadi karena acara makan bersama ini, dia muncul perasaan tertarik pada putri keluarga Wen. Tiba saatnya nanti.... kita akan memilih diantara 2 gadis ini, mana yang lebih baik."
__ADS_1
Kakek Mu dan Nenek Mu menyetujui rencana ini dengan mudah, mereka memutuskan: "Begini saja, akhir pekan ini, Bai, bertanggung jawab untuk mengundang Tifanny, kami berdua bertanggung jawab menyuruh Yansen pulang."
Putri Bai membalikkan bola matanya,"Masalahnya adalah Tifanny sudah dipecat oleh Aliando."
"Tidak masalah, aku akan menelepon Kenny, menyuruh dia memerintahkan Aliando untuk langsung meminta Tifanny kembali kedalam tim aktrisnya lagi."
Saat itu, Kenny Qin sedang meminum teh, barusan dia menelepon Aliando Zhang, menyuruh dia datang langsung mengajak Tifanny Wen untuk kembali kedalam tim aktrisnya, saat sedang mengambil nafas panjang, telepon pun berbunyi.
Sekalinya mendengar.... hampir saja membuatnya terkejut setengah mati.
Ternyata Kakek Mu yang meneleponnya secara langsung.
Kakek Mu adalah pria yang penuh perasaan!
Tapi, hal yang tidak bisa dia duga adalah tujuan Kakek Mu menelepon dia, adalah demi Tifanny Wen.
__ADS_1
Bersambung