
Malam itu Alex bisa tidur nyenyak, memeluk guling bernafas di sampingnya itu, dia sekali lagi bersyukur pada Allah yang sudah mengirim bidadari tak bersayap ini padanya, tampang boleh preman tapi hatinya lembut, dia juga kuat dan tegas, Alex yakin kalau anak mereka kelak akan jadi anak yang baik dan sukses dunia akhirat, di bawah asuhan Jeni dan mama Aleena. Kedua wanita inilah yang selalu menjadi kebanggaan dia.
💗💗💗
Suasana pagi ini lebih cerah daripada beberapa waktu kemaren, seperti aura wajah pasangan ini, mereka akhirnya bisa bernafas dengan lega karena satu persatu masalah terselesaikan dengan baik, tanpa ada dendam , kecuali mama Yola, dia mengalami gangguan mental dan di bawa ke rumah sakit jiwa, semoga kelak dia bisa sembuh dan bisa berubah menjadi lebih baik lagi.
" Sayang, pasangkan dasinya dong!" pinta Alex. sambil menyodorkan sebuah dasi berwarna navy pada istrinya.
" Bentar, masih ambil kaos kaki by, hari ini aku akan masuk sekolah, mengambil nomer ujian, aku tidak mau ujian di rumah yang ada bosan sendirian, kalau di sekolah seru by bisa saling bagi contekan, hehe." Ucap Jeni sambil nyengir kuda.
" Apa, istri Daniel Alexander nyontek, aduh sayang bisa Viral nanti." Ucap Alex mengacak rambut Jeni yang sudah panjang itu.
Hari ini dia tidak memakai celana ke sekolah tapi memakai Rok layaknya siswi yang lain, dia sangat cantik dengan penampilan barunya, meski tidak memakai make up apapun, dia memang cantik alami.
Setelah memakaikan Dasi pada om suami tersayang, mereka turun untuk sarapan.
Alex akan mengantarkan dia sekolah, Jenu di larang keras mengendarai motornya, dan hanya boleh diantar dia atau sopir, Alex tidak mau terjadi apa apa pada anak dan istrinya karena tahu sendirikan bagaimana Jeni mengendarai motornya, tidak bisa pelan.
Sampai di sekolah dia sudah di tunggu twins D yang sengaja datang lebih awal dan menunggunya di pintu gerbang.
" Ehmm bestie kangen." Jeni membentangkan tangannya dan segera di tubruk twins D.
" Kangen juga." jawab Mereka.
" Ehm ehm." suara deheman Alex menghentikan acara pelukan Teletubbies 3 remaja itu.
" He om Al, apa kabar om, makin keren saja." Ucap Dina cengengesan.
__ADS_1
" Saya nitip Jeni pada kalian, dan awas kalau sampai terjadi apa apa pada mereka." ancaman Alex yang terlihat seram.
" Siap om, dua pengawal cantik dan bahenol ini siap beraksi kalau dia nakal." Jawab Dina.
" Ok, saya percaya pad kalian, dan sebagai gantinya kalian akan di terima di Alexander universitas dengan gratis sampai lulus, ingat temani wanitaku ini, jadilah kalian saudara yang baik." Ucap Alex sungguh sungguh.
Twins D langsung berjingkrak bahagia, ini kesempatan emas, bisa kuliah disana saja sidah bersyukur, di tambah lagi biaya nya kuga lumayan mahal, kecuali mahasiswa nea siswa, ini Twins D langsung di terima gratis pula sampai lulus.
"Jangan senang dulu, kalian harus semangat dan konsisten kuliahnya, saya tidak mau cuma bermain saja, kembangkan bakat kalian masing masing dan ambil jurusan sesuai dengan bakat dan kemampuan kalian." Ucap Alex memberikan arahan pada Twins D.
"Siap om." ucap Twins D semangat.
Alex kembali ke mobilnya setelah mengecup pucuk kepala Jeni. membuat para siswi yang melihat kemesraan pasangan itu jadi histeris, yang mereka tahukan kalau Jeni itu tunangan Alex.
"Aaa, so sweet jadi pengen." ucap mereka.
Twins D merangkul Jeni di tengah, mereka menjadi pusat perhatian di sepanjang jalan, apalagi Jeni dengan penampilan barunya yang membuat mata para siswa tertuju padanya, mereka baru sadar kalau ternyata si tomboy itu berubah menjadi cantik hanya dengan merubah haya fashionnya.
"Oh iya ada yang baru jadian ternyata, mana PJnya!" tagih Jeni pada Dona.
"Emang mau apa?" tapi jangan yang mahal mahal, maklum anak sekolah uang nipis." jawab Dona
" Haha, cuma pengen cilok pedas depan sekolah sebelah, pengen banget." kata Jeni.
"Oke kalau cuma cilok ma rebes bos." Jawab Dona.
Mereka akhirnya segera menuju ke kelas, seru seruan di sana sambil menunggu Wali kelas datang membagikan Nomer dan ID untuk ujian nasional senin besok.
__ADS_1
Dona menepati janjinya membelikan cilok pedas pesanan bumil yang lagi ngidam tersebut, mereka segera memakannya di bangku taman sekolah sebelum sopir Alex datang menjemput Jeni, takutnya sopir itu akan melapor dan Alhasil Jeni mendapat semprot Alex nantinya.
💗💗💗
UJian nasional berjalan dengan lancar dan tertib, pengawasan juga diperketat, mereka akan memberi sangsi berat bagi siswa maupun siswi yang ketahuan mencontek.
Selama liburan Menunggu pengumuman kelulusan, Ales semakin posesif pada istri kecilnya yang sering membuat ulah tersebut, dan mulai ngidam yang aneh aneh.
Jeni juga pernah meminta Alex untuk menyanyi di depan seluruh karyawannya.
"By hari ini aku mau mengadakan konser singkat di kantor hubby." kata Jeni
"Konser konser apa itu sayang?" tanya Alex.
"Konser kilat dan seru pokoknya, nanti jam 9 kumpulkan karyawan hubby di aula, akan ada penyanyi baru yang menghibur mereka." jawab jeni.
" Oh ya siapa?" kamu kah, okelah besok kamu ikut ke kantor barengan denganku saja, biar Ronald yang akan membantu konsermu " Alex Mengijinkan Jeni mengadakan Konser di kantornya, dia memang semakin usil ketika hamil. Alex yakin kalau anaknya nanti pasti akan seaktif ibunya.
Hari berganti dan hari konser itupun tiba, Jeni tak lupa mengajak mertuanya ikut serta karena kedua wanita itu kompak sekali kalau mau mengerjai Alex.
"Ma, ayo kita berangkat nanti bisa ketinggalan!" heboh Jeni.
" Iya sayang, mama lagi menyiapkan handycam, nanti kita buat film pendeknya kalau anak kalian sudah lahir, buat kenang kenangan." Jawab Aleena.
Dua perempuan beda genre itu ikut ke mobil Alex, tapi pagi itu dia merasa sebagai sopir pribadi mereka, Jeni juga ikutan duduk di belang bersama Aleena, entah apa yang mereka bicarakan di belakang, sepertinya seru banget.
Alex hanya menggelengkan kepalanya geli, dan dia mulai curiga dengan konser yang akan Jeni adakan.
__ADS_1
"gue kok mulai curiga ya ,dengan kelakuan mereka, jangan jangan gue lagi yang kena, hah, cepatlah lahir nak, supaya papa bisa segera bebas dari bahan bullian mama dan nenek kamu." batin Alex.
Dia terus melajukan mobilnya menuju ke kantor dan membiarkan mereka dengan tingkah konyol yang sebentar lagi ujung ujungnya dia yang kena.