
Manager juga kaget mendengar pernyataan Jesika, sementara Asisten Ronald bilang kalau Gadis SMA itu istri Alex.
"Anda yakin?" Manager memastikan.
"Iya pak yakin, kalau perlu kita ketempat Tuan Daniel." Tantang Jesika, dia berharap dalam hati, kalau manager percaya dan takut menemui Alex, tapi dugaannya salah, sang manager beranjak dari tempat duduknya dan membawa Jesika ke lantai teratas.
Jesika, deg degan tak karuan, ternyata manager itu tidak mempan dengan gertakannya dan membawa Jesika menemui Alex.
Di ruangan Alex Ronald sudah menyerahkan satu set pakaian Jeni. Jeni segera mandi dan mengganti pakaiannya dengan sebuah dress sederhana susuai umurnya.
Manager mengetok pintu ruangan tersebut, di dalam sana juga masih ada Ronald yang berbincang dengan Alex.
"Masuk. " Alex mempersilahkan mereka masuk.
" Maaf tuan kami mengganggu." ucap manager.
Ronald memperhatikan Saudara Jeni tersebut.
"Tuan, saya sudah menemukan si penyebar gosip tentang tuan hari ini." kata Manager.
" Pecat saja." jawab singkat Alec yang tidak memperhatikan ke arah mereka, karena itu adalah pekerjaan personalia dan HRD.
" Saya sudah memutus magangnya, Tapi tuan. Nona ini mengaku kalau dia adalah calon istri anda." jawab Manager
Alex mendongak dan Ronald malah tertawa geli.
" Calon istri lo bilang." jawab Alex yang meninggikan suaranya.
" Sejak kapan kamu menjadi calon istri saya?" tanya Alex dengan suara tinggi.
__ADS_1
" Maaf mas, memang benarkan, bukannya om dan tante sudah menjodohkan kita sejak dulu." Aksi nekad Jesika mengundang tawa Ronald. Hal itu bertepatan dengan Jeni yang keluar dari kamar rahasia dengan dress pilihan Ronald tadi.
Jeni berdiri di dekat sofa, dan melihat bagaimana Alex menghadapi si ular kadut itu.
"Haha, tunangan. maaf saya sama sekali tidak mengenal anda, dan bagaimana bisa kita di jodohkan, asal anda tahu, saya sudah beristri, mana mungkin orang tua saya menjodohkan kita sedang mereka tahu kalau saya sudah menikah." Ucap Alex.
" Tapi mas." jesika masih tetap Mengelak.
"Kamu keluarkan saja dia, dan jangan beri nilai untuk magangnya, saya tidak mau ada tikus di perusahaan saya." tegas Alex.
"Sayang sini." Panggil Alex ke Jeni, yang masih berdiri di dekat sofa, mereka semua menoleh ke arah Jeni yang sangat cantik dengan dress itu, meski tanpa polesan apapun.
" kenalkan ini Jenifer istri saya, seharusnya anda tahu dan mengenal dia." Alex memperkenalkan Jeni sebagai istrinya.
Jesika sangat kaget mendengar pernyataan Alex sementara Ronald dan manager malah menatap Jeni dengan kagum.
"Tidak, dasar anak sialan durhaka, berani beraninya lo menikam gue dari belakang dan merebut gebetan gue sialan." Jesika mendekati Jeni dan ingin menamparnya, tapi dengan sigap Alex menahan tangan Jesika dan menghempaskannya dengan kasar.
" Jangan pernah menyentuh istri saya dengan tangan kotor anda itu, Ron usir perempuan ini dan blacklist namanya di semua perusahaan yang menerima magang." Marah alex
Ronald dan manager tadi menarik paksa tangan Jesika dan membawanya turun. Mereka menghempaskan tubuh Jesika di lobi kantor, di saksikan ratusan karyawan yang hendak pulang.
"Satpam bawa perempuan pembuat onar ini keluar dan jangan pernah biarkan dia datang ke sini lagi, dan untuk kalian semua, lihat dia jadikan dia sebagai contoh yang tidak baik, perempuan ini adalah si penyebar gosip miring tadi, dan dia juga mengaku sebagai calon istri tuan Daniel ,padahal istri tuan Daniel adalah adik kandungnya sendiri, jadi jangan pernah hiraukan kata kata busuk yang keluar dari mulutnya." tegas Ronald.
Kini satpam yang mengurusnya sampai Jesika benar benar sudah keluar dari sana.
" oh tenyata dia iri dengan adiknya yang lebih dipilih tuan Daniel, memang tuan Daniel tidak bisa di tebak." bisik bisik karyawan yang masih disana.
Alex dan jeni tak lama kemudian juga keluar, Alex menggandeng tangan istrinya erat. Melewati karyawan yang masih heboh di lobi.
dan langsung menuju ke tempat parkir khusus.
__ADS_1
"Wah itu adiknya si anak magang, ya jelas saja bos kita memilih dia, lihat mana cantik banget dan alami, dia sederhana dan natural, beda dari wanita wanita yang selama ini mencari pak Alex." kasak kusuk suara dari karyawan Alex.
"Uh gue setuju kalau mr Daniel dengan gadis itu, mereka cocok, ternyata selera tuan daniel itu yang polos, dan alami seperti itu, tahu begitu gue tidak usah ribet pakai make up mahal." celoteh salah satu karyawan juga.
" huu" surak yang lainnya.
Jeni sangat malu karena wajah dan status dia sudah di ketahui oleh hampir semua karyawan Alex.
"By, aku malu, untung tadi tidak memakai baju sekolah. Dan Kak Jesika pasti akan membalas dendam." ucap Jeni.
"Hei, istriku ini kan hebat dan kuat, tidak ada yang perlu di takutkan lagi, istriku maunya bagaimana, suami bisa mewujudkannya, mau dia di kirim ke afrika atau penjara, tuan suami bisa melakukannya." jawab Alex narsis.
"Ih sombong, biarkan saja, biar bagaimanapun juga dia adalah kakakku, kalau bisa kita menyadarkannya, tidak memakai kekerasan, tapi nanti kalau sudah terpaksa kita bisa menggunakan cara yang kasar." ucap Jeni.
Alex menyandarkan kepala Jeni di bahunya.
"Kamu harus cerita padaku apa apa yang kamu hadapi di luar, jangan di pendam dan di selesaikan sendiri, aku tahu kamu kuat, tapi sebagai suami aku akan lebih merasa bangga kalau bisa membantu istriku menyelesaikan masalahnya." kata Alex.
"Iya by, aku akan cerita padamu apa saja kegiatanku di luar, oh ya tadi waktu berangkat kesini, motorku di kejar sekitar 5-6 motor." Jeni bercerita pada Aex tentang motor yang mengejarnya tadi.
"Siapa mereka, apa geng motor musuh kamu?" heran Alex.
"Bukan, mereka tidak akan main keroyokan seperti ini, biasanya cuma nantang di sirkuit, tapi ini beda, bahkan Aku belum pernah mengenalnya sama sekali." Jawab Jeni.
"Oke aku akan cari tahu siap mereka, untuk sementara kamu jangan menggunakan motor dulu, apalagi ke sekolah, aku takut peristiwa tadi terulang lagi, dan bagaimana tadi ujian terakhirnya serta sidang perceraian papa dan mama Yolanda?" tanya Alex.
'Alhamdulillah lancar by, baik ujian maupun sidang papa, dan aku mau punya adik dari papa dan bunda, sekarang bunda hamil." Jeni bercerita.
"Oh ya, berarti om atau tante anak kita sepantaran dong nanti umurnya." Kata Alex.
"Tapi ini kan belum isi by, jadi ya tidak seumuran lah. Elak Jeni.
__ADS_1
"Siapa tahu sedang otw, aku kan rajin menabur benihnya." bisik Alex. Sontak pinggangnya sakit karena cubitan Jeni.
"Tuan, nyonya jangan disini dong sayang sayangnya kan jadi pengen." Ronald mulai mengganggu keseruan atasannya itu.