GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 44


__ADS_3

Yolanda yakin ketika nanti joshua tahu kalau putrinya sudah tidak suci lagi, bahkan tidur dengan laki laki yang bersamanya kemaren, barulah dia menjalankan drama merayu joshua kembali. Itu tujuan utama Yolanda, dia akan mencari kambing hitam atas semua skandal dan tingkah menjijikkannya itu.


...Semoga usaha licik yola gatol alias gagal total...


Pagi sudah berubah menjadi malam, Jeni siap siap untuk bertemu dengan mama dan kedua kakaknya, sebenarnya dia merasa was was juga, kok tumben tumbenan mereka berbaik hati menawarkan makan malam bersama.


"Kok Gue heran ya kenapa mama tiba tiba berubah menjadi baik, setelah kejadian kemaren, apa mereka mau berniat buruk ke gue ya." gumam Jeni, tapi dia menepis kekhawatirannya itu dan beranggapan kalau mamanya sudah taubat dan memang ingin minta maaf pada papanya.


"Ah, masak sih seorang ibu kandung tega menyakiti anaknya sendiri, ya gue akui kalau mama sering memukul, bahkan menghajar gue,itu paling sudah pol." gumam jeni.


Gadis itu menyambar jaket dan helmnya, motornya sudah di kirim ke bengkel tadi pagi dan segera di benahi oleh boy serta rio, jadi malam ini dia tidak perlu meminjam mobil papanya.


Jeni berangkat, dan tak lupa pamit ke papa dan ibu tirinya.


" Pa bu,Jeni pamit dulu mau nongkrong, tadi sudah janjian dengan teman teman." pamit Jeni pada mereka. Setelah pamitan Jeni segera meluncur.


Alex dan Ronald juga berada di hotel Golden, dia ada meeting dengan mr collin dari perancis, salah satu pelanggan perhiasan produksi perusahaan Alex. mereka meeting sambil makan malam.


Yolanda dan kedua anaknya sudah berada di restoran tersebut, mereka memesan makanan dan minuman yang mahal dari restoran disana.


Ronald melihat ketiga wanita tersebut dari tempat mereka duduk. Ronald menyenggol bahu Alex.


" bos lihat ke arah jam sembilan, bukannya mereka saudara dan ibu Jeni" Mata Ronald melirik ke arah mereka. diikuti Alex.


"Iya, tapi mengapa dia memasukkan sesuatu ke salah satu gelas, untuk siapa minuman tersebut Ron?" tanya Alex.


"Entahlah bos" jawab Ronald yang juga melihatnya.


Kebetulan meeting dengan mr collin sudah selesai karena beliau harus segera kembali ke negaranya.

__ADS_1


"Kita lihat saja, siapa yang mereka undang." jawab Alex.


Dari arah pintu masuk, terlihat jenifer memasuki restoran, masih dengan gaya khasnya.


Jesslin melambai ke arah Jeni menunjukkan keberadaan mereka. Jeni langsung mendekati mereka, sungguh pemandangan yang langka empat wanita itu saling berpelukan layaknya keluarga yang bahagia.


"Sayang duduk, ini kak jesi dan kak jesslin juga ingin minta maaf pada kamu, mereka sudah termakan hasutan mama."Yolanda memulai pembicaraan.


"Iya Jen, gue minta maaf ya, seharusnya kita tidak saling musuhan, gue hanya ikut ikutan mama dan kak jesika." kata Jesslin dengan wajah sendu.


"Gue juga, mau minta maaf, selama ini gue jahat sama lo, tapu gue bakal jahat lagi kalau lo berani merebut mr Daniel daru gue." Ucap Jesika, permintaan maafnya belum tulus


"Sayang, jangan begitu, yang tulus dong, tapi jangan khawatir mr Daniel pasti akan memilih dirimu yang lebih cantik ini, iyakan Jeni." ucap mama tersenyum licik.


Jeni hanya mengiyakan saja perkataan mereka.


"Sayang sekarang kalian tinggal dimana?". di apartemen kosong milik teman papa.' jawab Jeni.


"Oke." jawab Jeni singkat.


"Ini mama sudah pesankan makanan favorit kamu seafood dan minumannya juga jus orange mix strawberry, ayo kita makan sama sama!" ajak Yolanda.


Mereka mulai makan bersama sama, layaknya keluarga harmonis saja.


Alex dan Ronald masih mengawasi, Alex menelpon anak buahnya juga.


"Kalian datang ke hotel Golden, sebagian di restoran, 1 cek cctv, dan ada juga yang berjaga di lorong. Nanti akan ada perintah berikutnya, yang di bagian cctv, coba di cek di restoran meja no 112, apa saja yang di lakukan pemesannya, di sekitar jam 19.30 sampai jam 20.30.!" perintah Alex lewat ponselnya.


Setelah selesai makan, tanpa rasa curiga, Jeni meminum jus tersebut sampai habis sambil mengobrol dengan mama dan saudara. Tapi tiba tiba tubuhnya merasa panas, dia juga ingin buang air kecil, serta kepalanya mulai pusing.

__ADS_1


"Ma, kenapa badanku panas ya, pusing dan ingin buang air kecil, Jeni ke kamar mandi dulu ya." pamit Jeni peda mereka.


"Iya sayang, hati hati kami tunggu di sini ya." kata Yolanda tersenyum licik.


Yolanda menelpon seseorang untuk membawa Jeni ke kamar Vip No 9.


Alex dan Ronald mengikuti kemana gadis itu pergi, tapi belum sampai di kamar mandi dia di bawa 2 orang pria. Alex serta Ronald di tambah, orang orang Alex mencegat mereka.


"Mau dibawa kemana gadis itu!" teriak Alex.


"Maaf bung, tidak perlu ikut campur, dia mangsa bos kami." jawab orang itu.


Akhirnya perkelahian tidak bisa di hindarkan lagi, dua orang itu bisa dengan mudah di kalahkan. Alex memapah tubuh Jeni yang sudah linglung, dengan sedikit kesadaran, dia menoleh ke Arah Alex.


"Om Al, panas." Suara Jeni menjadi sangat manja, dia juga menggigit gigit bibirnya sendiri, meraba tubuh kekar Alex.


"Ron, bereskan mereka dan cari dalang dari semuanya, dan bongkar kebusukan wanita serigala itu!" Alex memberi perintah ke Ronald, sementara dirinya membawa Jeni ke kamarnya, di sepanjang lorong tingkah gadis itu semakin aneh, dia bahkan menggigit lengan Alex.


Jeni membuka kancing kemejanya, tubuhnya sudah kepanasan dan berkeringat dingin.


"Om, ah panas." Jeni semakin meracau tidak karuan. Alex segera membuka kamarnya dan segera menguncinya, Jeni sudah membuang Kemejanya di lantai kamar itu.


"Sit, apa yang harus gue lakukan, ternyata mereka memasukkan obat perangsang untuk Jeni, Juna kamu jangan nakal juga,dia masih kecil." batin Alex.


Dengan berani, Jeni mendekati Alex dan menyambar bibir seksi tersebut, mereka berciuman sangat panas. Hampir saja Alex khilaf, tapi dia segera menggendong tubuh Jeni ke kamar mandi, memasukkannya ke bath up, lengkap dengan semua pakaiannya. Alex mengisi penuh air itu dengan air hangat, kalau berendam dengan air dingin, setelah beberapa menit akan kambuh lagi, bahkan efeknya akan lebih lebih. Alex membiarkan Jeni berendam disana, dia lalu menelpon seseorang untuk meminta obat penawar.


Tak selang lama ada petugas hotel mengantarkan pesanan yang Alex minta.


"Lex lo tidak boleh menggunakan kesempatan ini demi kepuasan sesaat." gumam Alex dia mengambil sebuah bathrobe dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Kelihatannya Jeni mulai agak tenang, dia meminta Jeni untuk mengganti pakaiannya yang basah dengan bathrobe tadi.


Dengan kesadaran yang tersisa gadis tersebut turun dari bathtub.


__ADS_2