GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 81


__ADS_3

Alex mendapati sekitar 6 motor terus mengejar Si merah, untung istri kecilnya itu punya skill di atas rata rata. Alex dan Ronald mencari tahu dari geng mana mereka.


"Ron ternyata itu teman temannya si parasit Jason, lo hubungi Jodi untuk membereskan semuanya tanpa ada sisa, kalau di biarkan terus, para sampah ini akan mengganggu ketenangan masyarakat, lalu hubungi liza, juga minta dia merayu Jason, buat rumah tangga itu berantakan, enak saja mereka masih bisa hidup enak setelah menyakiti istri dan papa mertua gue, awasi juga pergerakan kedua kakak Jeni, terutama si Jesika, sepertinya orangnya nekad!" Alex meminta Ronald untuk menghubungi orang kepercayaan mereka yang bergerak di bawah tangan.


"Siap bos laksanakan." jawab Ronald.


"Oke good, kita makan malam saja dulu di sini sepertinya istri kecil gue sudah selesai masak, baru lo boleh balik!" ajak Alex.


🍁🍁,🍁


Pagi ini drama pusing Alex kambuh lagi, bahkan dia mual dan muntah muntah , tapi anehnya ini cuma terjadi sesudah subuh saja, dan akan sembuh setelah Alex mandi.


"By, sebenarnya kamu kenapa sih, sudah beberapa hari ini setiap pagi akan pusing, mual, muntah, seperti wanita hamil saja." ceplos Jeni.


"Kamu benar sayang, atau jangan jangan istriku hamil lagi, junior sudah otw ke sini." jawab Alex sambil mengelus perut istrinya.


"Sayang, kapan terakhir kamu menstruasi?" tanya Alex.


"Kapan ya, kira kira seminggu sebelum kita menikah, setelah kejadian malam itu esoknya aku Haid, sampai sekarang belum, tapi memang siklus bulananku tidak teratur by." jawab Jeni.


"kita menikah sudah 1 bulan lebih 3 hari sayang, berarti kamu telat, kalau di hitung dari tanggal terakhir kamu mens, kamu terlambat lebih 10 hari, terkadang mamaku itu sucinya cuma 20-21 hari. Kita ke dokter yuk!" ajak Alex dengan lembut, sambil memperhatikan istrinya memakaikan dasi padanya.


"Malu by, lagian kalau aku hamil, kan yang seharusnya muntah muntah itu aku bukan kamu, atau hubby yang Hamil, hehe." Jeni malah cengengesan. alex mengacak Rambut Jeni gemez.

__ADS_1


"Rusak nih rambutku by." cemberut Jeni. Alex mengambil sebuah sisir dan mendudukkan istrinya di kursi meja rias, Alex Menyisir rambut Jeni yang sudah mulai panjang.


"Kamu cantik banget sayang, kalau rambutnya panjang begini kan lebih feminim, dan yang pasti natural.". Alex memeluk leher Jeni, meletakkan dagunya di kepala si tomboy itu.


"Sayang, orang hamil itu tidak harus si ibu yang mengalami ngidam atau mual, muntah, bisa juga ayah bayi yang mengalaminya dan itu di sebut kehamilan simpatik, jadi si ibu malah kadang tidak tahu kalau dirinya hamil." Alex menjelaskan kalau bisa jadi Memang hamil dan dia yang ngidam.


"Tapi bagaimana kalau tenyata aku tidak hamil dan sakit kamu itu cuma karena masuk angin atau kecapean main kuda kudaan?" Jeni memastikan perasaan Alex.


Alex mengecup rambut Jeni dengan sayang.


"Tidak apa apa, berarti usaha kita belum maksimal, dan Allah belum mempercayakan semua itu pada kita." Alex menjelaskan kalau semua itu Allah yang menentukan, dan mereka yang berusaha. Jeni mengangguk menyetujui Usul Alex untuk ke dokter kandungan.


"Tapi pagi ini Aku ada ujian praktek by, bahaimana kalau sore saja, kamu kan juga sudah pulang kerja." Jeni mengusulkan kalau ke dokternya sore saja setelah Alex pulang kerja.


"Oke, setuju, tapi ngomong kamu ujian apa hari ini, kalau olahraga, jangan ikut ya!" Alex melarang Jeni ikut ujian praktek mata pelajaran olah raga.


" Sayang, bagaimana kalau benar di dalam sini ada junior kita, kan dia masih muda banget jadi usianya sangat rentan, dan tidak boleh terlalu banyak aktifitas terutama olahraga berat, lari, loncat loncat, trus bagaimana nanti kalau kram." ucap Alex menjelaskan sedikit tentang kehamilan pada Jeni yang masih sangat Awam itu.


"By, kok kamu tahu banyak?" heran Jeni.


"Aku sering baca, sebagai seorang suami kita harus siaga, makanya aku banyak membaca buku, bahkan soal kehamilan sayang." kata kata Alex sangat lembut dan adem di telinga Jeni.


"Ih suamiku romantis sekali, udah ganteng, baik , tajir lagi, jadi meleleh adik bang." Jeni mencium pipi Alex singkat, dia berjanji akan hati hati hati dan tidak mengikuti Ujian praktek hari ini, dia akan memilih mengerjakan makalah atau apalah nantinya, tapi Jeni bingung, apa alasan dia Tidak ikut ujian.

__ADS_1


"Tapi Alasannya apa, kalau pelajaran biasa sih langsung bolos kan enak, tapi ini ujian juga menentukan nilai akhir aku by." jeni bingung dengan alasan apa yang akan dia katakan ke guru.


"Aku akan membuatkan surat, nanti kamu tinggal berikan ke gurunya oke." kata Alex.


"Oke, kalau begitu mah, setuju banget, lebih baik makan yang banyak di kantin, biar dedek sehat." Kata Jeni memegang tangan Alex yang masih menempel di perutnya.


"Ya sudah ayo sarapan dan berangkat, aku sudah sembuh, paling pusing lagi nanti siang seperti kemaren!" Alex dan Jeni mengambil tas mereka di ruang kerja Alex baru turun untuk sarapan.


pagi ini Alex melarang Jeni memakai motor ke sekolah, dia akan mengantar istrinya langsung. Alex tidak mau orang geng motor itu mengganggu lagi, sebelum Alex bisa memastikan keadaan benar benar aman. dan juga Alex takut kalau Jeni ngebut, itu akan tidak bagus untuk janinnya.


"Sayang mulai sekarang, aku akan mengantar jemput kamu, dan si merah istirahat dulu ya, aku takut kalau Orang orang itu mengejar kamu lagi, ternyata mereka orang orang suruhan Jason." Alex meminta kunci motor Jeni dan akan mengantarnya


"Iya deh, nurut kata suami." jawab Jeni pasrah.


Alex dengan sabar membuka pintu mobil untuk istri tercinta dan berangkat ke sekolah Jeni.


"Sayang, bagaimana nanti kalau anak anak sekolah tahu aku hamil, mereka pasti akan membully dan menghinaku." kata Jeni


"Tidak akan, sebentar lagi kamu ujian nasional dan paling 2 bulan lagi wisuda, jadi belum kelihatan ini dedeknya, masih sembunyi dia, khawatir mamanya malu." jawab Alex.


"Papa tahu saja ya dek." jawab Jeni yang menirukan suara anak kecil.


"Haha, mama lucu dek, kalau sedang menirukan suara kamu. oh ya sayang, setelah ini kamu mau kuliah dimana, teman teman kamu pasti sudah pada daftar semua kan?" tanya Alex.

__ADS_1


"Tuh akhirnya peka juga, aku pengen yang sama dengan twins D saja di kampus papa David, tapi nanti kalau perutnya besar bagaimana di Do?" penasaran Jeni.


"Tidak sayang, wanita hamil boleh kuliah, nanti akan ambil cuti kalau mau melahirkan.' Alex juga menjelaskan walau sudah menikah dan hamil masih bebas kuliah.


__ADS_2