GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
Bab 98


__ADS_3

Bella jadi takut dengan Ide Soraya, dan dia juga takut kalau nanti sasaran selanjutnya adalah dirinya.


Jadi Bella akan memutuskan untuk bicara pada Alex atau Jeni tentang rencana Soraya serta meminta jaminan keselamatan dia.


Setelah mengantar Duo J ke Tasikmalaya ke sebuah pesantren, mereka semua segera pulang ke rumah, tapi di luar pagar, Bella masih menunggu, meski satpam sudah mengusirnya, tapi Bella tidak mau pergi, dia harus bicara pada Mereka hari itu juga, sebelum semua rencana Soraya berhasil.


" By, itu kan tante tante yang suka ke kantor?" Heran Jeni.


" Iya sayang, dia Bella mau apa dia kemari." kesal Alex. Bella berdiri di depan mobil Alex tersebut.


" Daniel, aku mau bicara, ini sangat penting, demi keselamatan tunangan kamu." Teriak Bella.


"By, coba kita bicara padanya, siapa tahu benar." pinta Jeni.


Alex setuju dengan usul Jeni, dan mengijinkan Bella masuk ke mansion Alexander.


Alex menyuruh Bella duduk di teras.


"Sekarang katakan apa yang ingin kamu katakan?" Tanya Alex.

__ADS_1


"Gue kemaren bertu dengan Soraya, dia mengajak gue bekerja sama untuk menghabisi tunangan lo itu, itu yang mau gue sampaikan, dan hati hati saja dengan Soraya." Ucap Bella memperingati Alex.


"Kenapa lo mengatakan rencana Soraya, apa yang sebenarnya lo inginkan?" Tanya Alex.


"Gue cuma tidak mau mendekam dalam penjara, atau berakhir seperti Tunangan lo juga, kami kan bersaing, kemana lagi coba kalau bukan gue sasaran selanjutnya.." ucap Bella.


"Gue akan ke luar negeri saja, gue akan berusaha melupakan lo Niel, gue sadar kalau gue salah dan pernah menghianati kamu dulu." Jawab Bella.


"Baguslah kalau lo sadar, dari dulu hue memang tidak mencintai lo, gue menerima perjodohan itu karena orang tua gue saja, dan maaf kalau akhirnya lo terluka, tapi sekarang gue sudah menikah, Jeni ini bukan tunangan gue tapi istri Gue, dan gue sangat mencintai dia." jawab Alex dengan tegas.


Bella menitikkan air mata, dia sadar kalau Alex bukanlah jodoh dia, dan Bella bertekad akan ke luar negeri dan menjalani kehidupan bebas seperti yang dia inginkan


" Bantuan apa?" tanya Alex.


"Gue cuma pengen pergi dengan selamat dan jangan sampai Soraya tahu, itu saja permintaan gue." Jawab Bella


"Oke, Ronald yang akan mengurus perjalan lo ke luar negeri dan gue salut atas kejujuran lo, gue akan menjaga istri gue dengan baik dan tidak akan membiarkan wanita busuk itu mencelakakan dia dan anak gue. semoga lo bahagia di sana." jawab Alex tegas.


"Dia hamil niel?", tanya Bella.

__ADS_1


"Iya, pengawal akan mengantar kamu ke hotel, jangan kembali ke apartemen, bahaya." Ucap Alex lagi. Dia meminta seseorang menjaga Bella, khawatir Soraya akan mengetahui kalau Bella sudah berkhianat.


Setelah kepergian Bella, Alex membawa Jeni ke dalam rumah dia meminta Jeni untuk di rumah saja dan mengenai ujian Nasional, mereka akan memanggil guru khusus untuk mengawasi proses ujian Jeni, supaya tidak curang.


" Tapi aku bosan By, di rumah saja." cemberut Jeni.


"Kalau bosan, minta teman teman kamu saja yang datang kemari, jadi kalian bisa bersenang senang di rumah." Jawab Alex.


"Uluh co sweet, ini baru keren, oke papa telima kacih." ucap Jeni yang menirukan suara anak kecil. Dia sangat bahagia mendengarnya.


" Ya sudah sekarang waktunya istirahat, kita habis dari perjalanan jauh, aku tidak mau kamu kecapean sayang." Ucap Alex.


"Nggak capek, malah suka sekali disana pemandangannya sangat indah, mungkin kalau belum menikah dan hamil, aku mau diajak mondok disana." Ucap Jeni.


"Tidak bisa sayang, lalu bagaimana dengan diriku siapa yang akan mengurus semuanya.", jawab Alex yang pura pura marah.


"Kan seandainya Hubby sayang, sekarang prioritas utamaku adalah papa dan dedek bayi , kalau soal agama, kita bisakan mengundang seorang kyai sebagai guru kita jadi kita bisa belajar bersama." Jawab Jeni.


"Thank you sayang, memang tidak salah aku memilihmu menjadi istriku, meski usiamu masih sangat muda, kamu memiliki pemikiran yang sangat Dewasa."Jawab Alex.

__ADS_1


"Sama sama by, aku juga bersyukur mendapatkan dirimu, kamu mampu membimbingku yang belum berpengalaman ini bahkan sudah sabar menghadapi aku, jadi makin cinta deh." Ucap Jeni cengengesan, kesempatan itu tidak dibiarkan berlalu begitu saja, Alex langsung menyambar bibir mungil yang sudah menjadi candunya itu, dan mereka akhirnya melanjutkan ke adegan yang selanjutnya.


__ADS_2