GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 68


__ADS_3

Akhirnya terlihat juga kamar pengantin baru itu, Langkah Alex semakin cepat, dia tidak mau kalau istri kecilnya itu berubah fikiran, dia meminta Jeni untuk menempelkan scan cart ke pintu, kunci terbuka, mereka segera masuk ke kamar pengantin baru tersebut, Alex segera menutup pintu dengan kakinya dan otomatis terkunci.


Alex menjalankan aksinya, dia segera mencumbu bibir Mungil yang sudah menjadi candunya itu, meletakkan tubuh Jeni ke ranjang dengan pelan, ibarat itu sebuah kaca yang rawan pecah.


Alex buka puasa setelah kemaren malam dia harus merana menahan diri dan harus puasa, hari ini dia dengan semangat 45 menggoyang istri kecilnya, tanpa lelah, apalagi Jeni sudah mulai nakal dan menggigit Arjuna dengan gemes.


"Auh, sempit sayang, gigitannya sungguh membuatku mabuk, apalagi Juna. ah." Alex terus memacu tubuhnya diatas Istri kecilnya.


"Beb, mau coba ganti gaya ?" tawar Alex.


"Apa itu?" penasaran Jeni.


Alex mencabut Juna sebentar, dan meminta Jeni untuk nung ging, mereka memakai gaya baru, lebih hot lagi. Jeritan dan ******* keduanya semakin kencang memenuhi kamar pengantin baru itu. Untung kedap suara kalau tidak, tetangga kamar bisa terganggu dengan ulah mereka.


🍁🍁🍁


Pagi Hari setelah rutinitas di hotel selesai, dan sesudah sarapan,mereka kembali ke rumah sakit, ingin melihat permainan Cintya selanjutnya.


"Beb, kamu bawa hasil tes DNA dari dr Gio tadi malam kan?" Alex memastikan kalau Jeni tidak lupa membawa hasil DNA yang asli.


"Siap tuan om suami, semua sudah beres, dan nanti lihat saja aksi istri badung om Alexander beraksi." Ucap Jeni yang sudah siap menghadapi pelakor pertama.


"Siap nyonya, om suami ikut aksi nyonya bos,hehe." jawab Alex


Alex menelpon Ronald kapan acara lelang di mulai.


"Ron jam berapa lelang di mulai?" tanya Alex.

__ADS_1


"Lelang di mulai sekitar jam satu tuan, karena sekarang ini kami masih melayani pesanan yang masuk, karena pemeran kali ini sukses 1000 persen, jumlah pesanan juga naik 30 kali lipat dari pameran yang lalu." jawab Ronald semangat.


"Oke good job, nanti kabari kalau hampir mulai, kami masih harus menyelesaikan masalah Cintya dulu, sebelum berlarut larut." ucap Alex


"Siap bos, gue yakin nyonya bos pasti bisa menyelesaikan ulat keket itu, jadi semangat."


"Thank Ron." Alex menutup sambungan telponnya, dan mereka masuk ke lobi rumah Sakit Royal.


Jeni dan Alex di cegat oleh Cintya di lorong.


"Niel tunggu, kita bicara saja di cafe depan."ajak Cintya, dia meraih lengan Alex, tapi segera di hempaskan dengan kasar oleh Alex.


"Oke tidak apa apa kamu boleh jual mahal padaku sekarang, tapi setelah membaca hasil tes DNA ini kamu akan berubah fikiran Niel."Ucap Cintya. lalu dia beralih berjalan di sisi Jeni.


"Hei kamu bocah kecil, berani beraninya kamu menggoda Daniel, lebih baik kamu tahu diri, siapa dia dan siapa kamu, lihat saja, suamimu pasti akan meninggalkan kamu, dan kembali padaku, walau hanya demi anaknya." Bisik Cintya.


"Oh begitu ya mbak, tapi bagaimana kalau mas Alex tidak mau menceraikan aku, secara lihat deh, aku lebih muda, lebih fresh, dan yang pasti aku bisa membuatnya merem melek sepanjang malam." balas Jeni.


"Trus apa hebatnya kamu di banding aku lihat saja wajah sudah seperti tante tante umur 35 tahun, ya masih kalah jauh deh, lihat tu mangga juga sudah kendor, dan yang pasti Mas Alex lebih suka yang original, bukan bekas." jawab jeni Acuh.


Sebenarnya Alex juga mendengar dua wanita otu saling menyindir, tapi dia diam saja, Alat yakin Jeni pasti bisa menghadapinya.


"Kelebihanku adalah ada anak diantara kita, jadi mau tidak mau Daniel harus bertanggung jawab atas anak kami." jawab Cintya optimis.


"Yakin mbak kalau Bulan anak kandung suamiku, bagaimana kalau bukan?"


"Yakin lah kalian lihat saja hasilnya didalam sini, dan lihat masih tersegel, jadi ini asli dan original."jawab Cintya sambil menunjukkan senjata ampuhnya.

__ADS_1


"Siap, tapi menurut gue ya mbak, bertanggung jawab atas anak itu tidak harus menikahi ibu dari anak itu, tapi banyak sekali cara yang lain, dan mbak bisa tanyakan langsung ke Suamiku nanti ya, semoga mbak kuat dengan jawabannya.", Jawab Jeni dengan santai.


"Sial, terbuat dari apa hati bocah ini, malah menantang dia, atau jangan jangan mereka itu cuma berpura pura jadi pasangan dan bocah ini di bayar Daniel untuk menghindari diriku, batin Cintya tersenyum miring.


"Oke Niel, lihat saja sebentar lagi lo akan kembali lagi ke pelukan gue, dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu." batin Cintya lagi masih dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.


"Dasar tante tante kepedean, memang idemu sudah sempurna dimata orang lain, tapi tidak di mataku Tante, lihat pandanganmu saja sudah penuh dengan Rencana busuk, lihat saja apa yang akan kamu lakukan nanti, kita ikuti saja alur drama yang kamu buat, supaya senang." batin Jeni dengan senyum misteriusnya.


Mereka sampai di cafe depan Rumah sakit dan memesan tiga cangkir coffe latte.


"Sekarang mana hasilnya!" pinta Alex to the point, dia bosan jika harus bertele tele.


"Sabar sayang, kita nikmati kopi ini dulu." elak Cintya.


"Saya masih banyak urusan, jadi langsung saja pada intinya." tegas Alex


"Kok kamu jadi berubah kasar begini sama aku niel, kan sudah ku jelaskan kalau waktu itu aku cuma korban yang dipakai menjadi alat mereka." melas Cintya.


"Tidak perlu basa basi lagi." nada Alex semakin tinggi saja.


"Oke baiklah, lalu apa yang akan kamu lakukan jika Bulan benar putri kandung kamu?" tanya Cintya.


"Kita lihat saja dulu hasilnya." jawab singkat Alex.


"Tidak, kalau terbukti Bulan anak kita ,maka kamu garus menukahi aku dan meninggalkan wanita sewaan ini, Niel niel, memangnya aku tidak tahu akal akalanmu, sengaja kan kamu sewa dia untuk menghindari ku." ucap Cintya dengan percaya diri.


"Percaya diri sekali anda nyonya, memangnya apa istimewa anda hingga saya menyewa orang untuk mengelabuhi anda." sinis Alex.

__ADS_1


"Please niel, jangan kau pandang diriku dengan pandangan mengerikan itu, aku memang salah, tapi apakah kamu sudah melupakan semuanya,.semua kenangan manis tentang kita, dan itu nyata Niel, bukan palsu. aku sungguh mencintaimu setulus hatiku kalau tidak,pasti aku akan memilih menikah dengan orang lain, tanpa mempedulikan Bulan atau lainnya." ucap Cintya menggebu gebu, meyakinkan Alex kalau cintanya masih seperti dulu.


"Niel, percayalah, dan kini saatnya penantian panjang ku, akan terkabul, tapi malah kamu sengaja membawa perempuan lain, sakit Niel, sakit,hik hik." Cintya mulai menggunakan air matanya sebagai senjata ampuh


__ADS_2