GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 89


__ADS_3

Mata Yolanda membelalak sempurna melihat segerombolan benda hitam mendekat ke arah mereka.


" Aaaa, langsung keduanya menjerit histeris,dan segera berlari ke tempat yang aman, tapi kecoa kecoa itu seakan suka dengan aroma mereka, bahkan beterbangan memburu mereka.


Jesika dan ibunya Langsung bersimpuh di lantai dan menutup muka mereka dengan tangan.


" Tolong, tolong, ma geli, perih dan bau banget." keluh Jesika. tapi semakin banyak kecoa yang menempel di punggung, tangan serta kepala mereka, menggerogoti yang mereka temukan, hingga akhirnya Jesika sudah tidak kuat menahan rasa sakit dan juga bau apek pasukan kecoa tersebut, langsung pingsan, kini tinggal Yola sendiri yang harus berjuang.


" Jesi bangun nak." Yola, mengibas ngibaskan tangannya guna mengusir pasukan kecoa tadi ,tapi tidak berhasil. bahkan ada yang berhasil menerobos muka Yolanda, bahkan Suka sekali dengan lubang hidung yolanda, barulah Yolanda pingsan, tersedak kecoa yang terbang ke mulut dia.


" Masukkan kembali kecoa itu ke sarangnya!" perintah Ronald.


Salah satu pengawal segera memencet sebuah tombol, hingga menimbulkan suara aneh, tapi binatang tersebut akhirnya pergi meninggalkan korban mereka.


" Kurung mereka di sana sampai besok, nanti kalau sudah sadar beri makan, dan kalian boleh bermain main, besok sore baru kita antar ke kantor polisi." ucap David bahkan membebaskan anak buahnya mengerjai tawanan mereka.


" Siap tuan." jawab mereka serempak.


David dan Ronald lalu meninggalkan tempat tersebut dengan wajah cerah.


" Ron, ayo kita kembali ke Rs, menjemput Aleena, dia juga harus istirahat!" Ajak Ronald.


" Oke tuan bos om ku tersayang." Jawab Ronald .


" Ron, kapan kamu menyusul Alex, om dan tante sudah tua, dan ingin sekali menimang cucu dari kalian.?" Tanya David.

__ADS_1


" Belum ada calonnya om." Jawab Ronald.


" Ron, jangan menyimpan luka terlalu lama, masih banyak perempuan yang baik di luar sana, contohnya Alex, akhirnya dia nemu juga belahan hatinya, dan jangan melihat orang dari penampilan luarnya Ron, contohnya ada dua Jeni dan Aleena. Dari luar Jeni nampak urakan, nakal,tapi dia punya hati yang tulus. lalu Aleena, dulu dia culun dan ceroboh, selalu bisa membuatku marah serta membencinya, tapi ternyata dialah jodoh om, dan om sangat mencintainya, sifat keibuan dan pengertiannya membuat om luluh." David menceritakan istri dan menantunya.


" Iya, om benar Jeni dan tante Aleena, memang berbeda, doakan Ronald supaya bisa mendapatkan jodoh seperti mereka, yang penting setia dan juga nerima apa yang Ron miliki om." Jawab Ronald.


"Iya Ron, harta tidak bisa menjamin kebahagiaan, kamu benar, asalkan pasangan kita mengerti dan pandai mengatur keuangan Rumah tangga, maka suami bisa berhasil, pernah dengar ibarat kesuksesan seorang pria tergantung dari perempuan. perumpamaan itu benar nak, bagi kita yang sudah berkeluarga. Wanita itu sebagai penentu keberhasilan seorang pria, meski tidak seratus persen benar." Jawab David.


Mobil Ronald melaju dengan kencang ke Rumah sakit Alexander.


Sementara Jeni yang tadinya sempat sadar dan mendengar percakapan Alex dan Aleena, kembali tertidur karena matanya sungguh sangat mengantuk, Jadi tidak ada yang tahu kalau sebenarnya dia sudah sadar.


David mengajak Aleena untuk pulang, dan Ronald kembali ke kantor, menyelesaikan beberapa jadwal Alex yang tertunda, dan harus mencancel jadwal yang bisa di ganti dengan hari yang lain.


" Sayang, baik baik ya di dalam sana, jaga mama dengan baik ya, kalian adalah hidup papa." Alex mengelusnya juga. lalu beralih menggenggam lembut Tangan istrinya.wngecup punggung tangan Jeni.


" Sayang, belum sempat aku menyatakan cintaku dengan acara Romantis seperti di sinetron, sinetron itu, lidah ku sudah kelu, tapi percayalah kalau aku sungguh menyayangi dan mencintaimu, sepenuh hatiku, belum ada seorang perempuan yang mampu membuat dadaku berdetak kencang seperti sedang bersamamu, tidak ada perempuan manapun yang berhasil membangunkan Arjuna seperti dirimu sayang, kamu adalah hidupku, dan hidupku akan lebih sempurna lagi, saat mendengar kalau Alex atu Jeni Junior sudah otw di dalam sini." Alex menetaskan Air matanya lagi.


"By, terima kasih sudah mencintaiku begitu dalam." Tangan Jeni bergerak membalas genggaman tangan Alex.


"Sayang, kamu sudah sadar sayang, Alhamdulillah." Alex yang lupa dengan luka Jeni, reflek memeluk dirinya.


"Auh sst." Jeni meringis manahan rasa sakit.


Alex langsung bangkit dan baru sadar dengan luka Jeni.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku, aku reflek, Tunggu aku panggil dokter dulu." ucap Alex.


Saat tangan Alex mencoba memencet tombol darurat, Jeni mencegahnya, dia menggelengkan kepalanya .


"Jangan, aku hanya ingin bersama mu by, mendengar langsung puisi cinta yang baru kamu ucapkan." kata Jeni.


"Sayang, i love u, di dalam dadaku sudah terukir besar namamu dan tidak akan bisa di hapus lagi, dan tidak akan ada yang menggantikannya." Alex meletakkan telapak tangan Jeni di dadanya.


" I love u to om killer, akan ku serahkan semua hidupku untukmu, untuk keluarga kita, bimbing aku yang masih belum punya pengalaman dan pengetahuan dalam rumah tangga, tapi aku akan berusaha untuk itu."


"Thank u sayang." Alex menciumi seluruh muka Jeni tanpa terlewatkan.


" Udah by, lihat mukaku penuh jigong om hubby." cemberut Jeni, bibirnya maju 5 centi.


" Hehe, uluh uluh kasihan, sini abang bantu dik, dan itu bibirnya jangan di monyong monyongin, nantang abang ya dek." Goda Alex.


" Ternyata om suami sudah bisa menggombal mak, kan bisa meleleh hati adek." jawab Jeni.


Mereka jadi tertawa menggoda, walaupun terkadang Jeni mendesis, merasakan nyeri.


" Sayang tahu tidak, kalau Alex junior sudah otw di dalam sini, jadi tidak sabar kalau aku akan direpotkan oleh ngidam istri dan anakku ini." Alex meletakkan telapak tangan Jeni di perut dia sendiri. Jeni menitikkan Air matanya.


" Sayang kok nangis, tidak suka ya, atau belum siap." Kata Alex khawatir, kalau Jeni belum siap untuk hamil.


" Enggak by, aku bahagia, aku senang, aku akan menjaga dan menyayanginya, tidak akan ada Jeni kedua di dunia ini, tidak ada anak sial atau pembawa sial, yang ada anak adalah pembawa rizki dan Berkah." Jawab Jeni yang masih tergugu, mengingat kisah hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2