
Satria diikuti oleh Santi menuju ke ruang dimana Aleena dan Jeni menunggu.
"Maaf nyonya Aleena sudah menunggu lama, kami masih menyiapkan cincinnya." kata Satria memberi hormat dan meminta Santi meletakkan cincin itu di meja.
Aleena memeriksa cincin putih tersebut
"Bagaimana sayang, apa kamu suka, ini modelnya simple, cocok untuk kalian, Alex tahu kalau kamu pasti tidak menyukai yang terlalu glamour." Aleena, memasangkan cincin di jari manis Jeni untuk di cobanya, ukurannya sangat pas, dan terasa nyaman.
"Suka ma, ini modelnya simpel, dan Jeni tidak menyangka bakal memakai cincin ini begitu cepat." jawab Jeni.
"Tidak apa apa sayang, mama dengar kamu ya yang kemaren mendesain Berlian terbaru perusahaan Al, hebat kamu, senin besok adalah pembukaan pameran tersebut. Semoga semuanya sukses ya nak." ucap Aleena.
"Lalu Om Al ma, apa tidak ikut pembukaan pameran tersebut, itukan impian dia ma, bahkan om Al sendiri yang terjun dalam persiapan ini?"tanya Jeni.
"Kalian akan berangkat setelah ijab qabul, kamu kan juga ikut andil di dalamnya, Ronald masih menyiapkan semua kelengkapan kalian." jawab Aleena.Aleena menjelaskan kalau Jeni juga akan ikut ke london untuk pameran berlian tersebut.
Jeni kaget dan menunjuk dirinya sendiri
"Aku ma?" heran Jeni.
"Iya dong siapa lagi, kamu kan istri sekaligus desainer nya, nikmati saja perjalanan kalian."
Aleena meminta cincin itu untuk di bungkus.
Tak lama kemudian Renata masuk ke ruangan itu mencari Satria.
"Pak, di luar ada pasangan kaya yang melihat lihat cincin, dan saat di coba malah tidak bisa di lepas, saya suruh beli saja sekalian tidak mau, malah mau main pergi, di depan masih di hadang oleh satpam." ucap Renata yang tidak sopan pada Satria.
Renata menoleh ke arah Aleena dan juga Jeni, perempuan seksi itu tersenyum miring ke arah mereka.
"Pak, ngapain mereka masih disini, pak satria sama saja dengan si Santi itu, gaya seperti itu masuk ke toko berlian." Sinis Renata.
"Diam, dan tutup mulut kamu, sekarang juga kamu saya pecat, pelayan sombong sepertimu sangat merugikan toko dan perusahaan." Satria meninggikan Suaranya dan geram dengan Rena.
"Coba saja kalau berani, asal pak Sat tahu, bapak tidak bisa memecat saya tapi saya bisa memecat anda." Sombong Rena.
__ADS_1
"Satria, siapa dia dan siapa yang menerima perempuan seperti ini disini?" tanya Aleena heran.
"Dia itu adik direktur toko di seluruh jawa ini ny, adik pak johan." jawab Satria.
"Panggil Johan kesini, dan kita tangani dulu orang itu.!" perintah Aleena pada Satria.
"Mau manggil kakak gue, coba saja kalau berani." tantang Rena.
"Sat kamu keluar dulu dan urus kekacauan yang dia bikin, kamu juga keluar, biar Johan urusan saya!" pinta Aleena pada Satria.
Santi juga keluar saat itu membawa bungkusan berisi cincin tersebut.
"Ini Nyonya cincinnya, sudah saya bungkus dengan Rapi." Ucap Santi sopan.
"Terima kasih." Aleena memasukkan kotak tersebut ke dalam tasnya, dia juga mengambil ponselnya dan menghubungi Johan.
"Halo nyonya besar, ada apa nyonya sendiri repot repot menghubungi saya." ucap Johan sopan, mencari muka.
"Sekarang jua datang di Al DIAMOND, ada yang penting!" perintah Aleena demgan tegas.
"Siap nyonya ini masih parkir mobil."jawab Johan.
Sementara pelayan tadi mengikuti Satria dan tidak tahu kalau Aleena Menelpon Johan.
"Ma, tampangnya judes banget begitu bisa bisa toko ini jadi sepi ma, lebih baik kita apakan dia ya?" tanya Jeni.
"Kalau mau boleh kamu kerjain dulu sebelum di pecat kakaknya sendiri." Jawab Aleena.
Aleena dan Jeni ikut bergabung di luar di ruang tunggu depan.
"Ada apa ini, tanya Satria?"
"Apa anda manager disini?" tanya pengunjung pria.
"Iya benar, sebenarnya apa yang terjadi tuan, nyonya?" Satria mencari tahu kebenarannya.
"Begini tuan, istri saya akan membeli cincin, nona itu menunjukkan koleksi toko kalian, dan dia memaksa istri saya mencoba model yang ini, tapi tidak bisa di keluarkan, ringnya kekecilan. nona tadi memaksa kami membelinya, tapi bagaimana mau beli kalau dipakai saja tidak nyaman, bukannya memberi solusi malah marah marah." kesal Pengunjung pria itu
__ADS_1
Satria memeriksa jari ibu itu, di jarinya sudah banyak cincin yang bertengger disana.
"Maaf nyonya, tuan. Kami akan mencoba mengeluarkan cincin tersebut tapi bisa tidak cincin di jari yang lain di lepas dulu , supaya tidak mengganggu proses dan rusak." kata Satria dengan bijak.
Nyonya tersebut melepas semuanya dan di serahkan ke suaminya.
Satria meminta seseorang mengambil body losion, lalu di oleskan ke jari jari nyonya tersebut, setelah di putar beberapa saat akhirnya cincin bisa di lepas.
Satria meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji tidak akan terjadi lagi di kemudian hari.
"Maafkan atas ketidak nyamanan tuan dan nyonya, kami akan segera menindak pegawai kami yang lalai." ucap Satria
" Pecat saja orang seperti itu, toko ini bisa tidak laku kalau pelayannya seperti itu, sepertinya tadi juga sudah menghina pelanggan lain." kesal nyonya pengunjung.
"Iya, dan kalau tuan dan nyonya masih berkenan belanja, kamu ada model cincin yang terbaru dan lagi nge hits, baik untuk semua kalangan, apa tan dan nyonya punya member?" tanya Satria sopan.
"Ada mas." jawab pengunjung tadi, dia mengeluarkan member gold miliknya.
Satria meminta Hana untuk membawa tuan nyonya tersebut ke ruangan samping, disana banyak model terbaru yang memang bagus bagus.
Sementara Johan baru datang, di sambut Renata dengan tampang cemberut.
"Kak, orang orang di sini menyebalkan, semua membenci dan membullyku, apalagi managernya itu sombong sekali." Renata juga menunjuk ke arah ruang tamu dimana Aleena masih duduk santai membaca majalah.
" itu kak, pengunjung sombong, bahkan memanggilmu cuma dengan sebutan nama saja. mau memecat ku juga kak!" kata Rena dengan manja.
"Siapa anda yang mau memecat adik saya, manager disini saja tidak bisa apalagi kamu." bentak Johan yang belum melihat wajah Aleena.
Aleena menutup majalahnya, dan mendongak ke arah mereka.
"Aku yang mau memecat dia, terus kenapa?. kamu mau protes juga?" .Sahut Aleena tegas.
Wajah Johan langsung pucat pasi, melihat siapa pengunjung yang di maksud Rena.
"Nyo nyonya Aleena, maafkan saya nyonya yang sudah buta ini." Johan menunduk di hadapan Aleena dengan gemetar.
"Kamu sendiri yang memecatnya, atau kamu yang saya pecat, bukannya tada semua orang tidak bisa memecatnya, tapi saya bisa memecat mu sekarang juga, pilih mana?" ucap Aleena dengan tenang.
__ADS_1
"Ampun nyonya, ampun, jangan pecat saya ia saya akan memecat bocah bodoh ini sekarang juga." Jawab Johan.
"Tunggu ma, sebelum di pecat saya minta mbak seksi itu menari gaya ular di depan pengunjung, karena dari tadi saya perhatikan gayanya meleak leok, seperti ular kepanasan!". Jeni meminta agar pwlayan itu menari ular, pasti seru.