
Jesslin sangat lega karena Jeni berjiwa lapang dan tidak menaruh dendam padanya.
" Iya, papa beruntung bertemu dengan bunda, bahkan dia juga memintaku memanggilnya bunda juga seperti kamu memanggilnya, dan sekarang kita akan punya Adik, akan afa dua anggota baru di keluarga kita, satu adik kita, satu keponakanku, jadi tidak sabar aku menanti di panggil tante, tante lin." Jesslin terkekeh sendiri, dia lebih tua dari Jeni malah adiknya duluan yang sudah punya suami dan sebentar lagi menjadi ibu.
" hehe iya kak, seharusnya kakak yang punya anak duluan eh malah si badung duluan yang di panggil mama." kelakar Jeni
" Aku sempat iri padamu, meski kamu di benci dan di kucilkan keluarga, tapi seakan kamu baik baik saja dan hidup dengan baik bahkan seperti tanpa beban, bahkan sangat beruntung dicintai oleh orang seperti tuan Daniel." imbuh Jesslin.
" Benar Kak, aku sangat beruntung mengenal dan do cintai olehnya, meski awal pernikahan kami berawal dari sebuah kesalahan, akibat ulah kalian semua waktu itu, dan Om Al yang mengambil kesucianku." Jeni menceritakan semuanya pada Jesslin, bagaimana dia bisa menikah dengan Alex.
" Berarti ini musibah yang membawa berkah, serta mama dan Jason langsung mendapat karma instan, aku dan kak Jesi berusaha menolong mama waktu itu, tapi semua sia sia." jawab Jesslin.
Hari itu 4 sohib Jeni juga hadir mengunjungi Dia, jadi kamar inap Jeni sudah seperti pasar saja, mungkin kalau Jeni berada di kamar umum, sudah pasti di tegur perawat atau satpam.
Alex memberi kesempatan Jeni berinteraksi dengan sahabat sahabatnya, sementara dia membicarakan bisnis dengan Alex di sofa yang tidak jauh dari tempat mereka bercanda, bahkan Jesslin juga sudah bisa berbaur dengan bocah bocah labil itu.
Ronald sedikit melirik ke arah mereka, dia memperhatikan Jesslin kakak Jeni, menurutnya dia perempuan yang hebat, mau mengakui semua kesalahan dan memperbaikinya dengan tulus, wajahnya juga cantik natural, dandanannya juga tidak terlalu heboh seperti Jesika. Sikap Ronald tersebut tidak luput dari pandangan Alex, karena beberapa kali Alex mengajaknya bicara, pemuda itu tidak mendengar. Alex menutup laptopnya dan memberi kesempatan asistennya itu untuk melamun.
Hari sudah sore teman teman Jeni pada pulang, demikian juga dengan Jesslin selang beberapa waktu.
" Jen, aku pulang dulu, rencana akan mampir ke rumah mama, mengambil beberapa pakaian." Jesslin pamit pada Jeni.
__ADS_1
Jeni merasa sedikit khawatir pada kakak keduanya itu, takutnya mama tahu kalau Jesslin yang membocorkan rahasia dia lalu menghukumnya.
" Pak Ron, saya minta tolong!" panggil Jeni.
" Iya nyonya bos, ada yang bisa Ron bantu?" Ronald segera mendekat.
" Tolong antar kakak saya pulang ke rumah mama, dia sekarang tinggal di tempat papa, aku takut mama akan murka, dan menghukum kak Jesslin, setelah itu antar ke tempat papa Joshua ya!" Jeni meminta Ronald mengantar Jesslin.
" Apa nona Jesslin tidak membawa mobil tadi bos?" tanya Ronald.
" Enggak, kak lin naik taksi online tadi." jawab Jeni.
" Oke bos, ayo nona silahkan!" Ronald mengajak Jesslin keluar ruangan tersebut.
" Tidak nona, perintah Jeni, sama seperti perintah tuan Alex." jawab Ronald singkat untuk menutupi rasa canggungnya.
Mereka segera menuju ke tempat parkir dan menuju ke rumah Yolanda.
Sementara di ruang rawat Jeni, Alex mendekati Jeni sambil tersenyum lebar.
" By, kenapa tersenyum seperti itu, apa ada yang lucu.?" heran Jeni.
__ADS_1
" Istriku ini memang paling bisa membuat baper." Ucap Alex sambil mencubit hidung mancung Jeni.
"Maksudnya?" tanya Jeni dengan keheranan.
" sepertinya Ronald menyukai Kakakmu Jesslin, tadi aku perhatikan pandangan matanya sering melirik bahkan curi curi pandang ke arah Jesslin, bukan Dona sayang, bahkan Aku bicara dia Tidak dengar." jawab Alex.
"Trus bagaiman dengan Dona by?"
"Cinta itu tidak bisa di paksakan, mungkin hati Ron, lebih condong ke Jesslin, kamu adiknya kan ,bagaimana peringai dia ?" tanya Alex, dia mengorek keterangan dari Jeni, Alex tidak mau Ronald jatuh cinta pada orang yang salah lagi.
" Kak Jesslin sebenarnya baik, tapi karena kesehariannya bersama mama dan kak Jesi, dia sering terbawa suasana tapi nanti di belakang mereka dia sering membagi miliknya padaku, secara diam diam. Kalau soal pacar aku tidak tahu By, sepertinya dia belum punya, karena tiap hari bersama Jesika , layaknya seperti Asisten saja." jawab Jeni.
"Kenapa by?" tanya Jeni heran kenapa suaminya menanyakan tentang Jesslin.
" Aku cuma tidak mau Kalau Ronald jatuh cinta pada orang yang salah, dulu dia sangat mencintai mantannya, bahkan hampir menikah, wanita itu lembut, dan perhatian pada Ronald, mereka sudah 5 tahun pacaran, tapi sehari menjelang pernikahannya, pacar dan kakaknya mengumumkan kalau mereka saling mencintai dan membatalkan pernikahannya pada Ronald, dan pernikahan itu berubah menjadi pernikahan kakak dan tunangannya." jawab Alex.
"Ternyata kisah cinta lalu, pak Ron juga rumit sepertimu by, lalu sekarang bagaimana kabar mereka?" tanya Jeni dengan penasaran.
Mereka di karunia dua anak, tapi kehidupan ekonomi Ronald jauh lebih baik dari mereka, kakak Ronald kini menjadi manager di sebuah perusahaan konstruksi." jawab Alex.
"Berarti tunangan Pak Ron, memang lebih nyaman bersama dengan kakak pak Ronald, dan terbukti harta bukanlah segalanya dalam hidup ini, dan semoga pak Ronald bisa menemukan cintanya, baik bersama Kak lin maupun Dona aku setuju by, tapi bagaimana caranya menjelaskan pada Dona kalau pak Ronald lebih memilih kak Jesslin." Jeni mendesah pelan.
__ADS_1
" Biarkan dulu sayang, biarkan hubungan mereka mengalir apa adanya, dan untuk Dona, sepertinya Sofyan Menaruh hati padanya, semoga Sofyan bisa meluluhkan hati Dona seperti Rendi bisa meluluhkan Dina. serta masa mereka lebih panjang sayang." jawab Alex.
"Kamu benar sayang, kita akan menjadi penonton setia saja dan sesekali menjadi suporter garis depan, jangan memihak pada siapapun." ucap Jeni.