
Josh mengikuti dua perempuan kesayangan itu ke dalam rumah.
"Ternyata kalian sudah kenal?" tanya josh.
"Ya Allah mas ternyata putrimu ini adalah anak gadis yang sering aku ceritakan ke kamu, dia pemilik sebuah rumah singgah di dekat restoranku." jawab Yulia. Josh kaget mendengar kalau putrinya adalah gadis yang hebat dan motivator untuk para pengusaha supaya bisa menyisihkan uang mereka untuk yang berada jauh di bawah mereka.
"Apa, benarkah itu sayang, kenapa kamu tidak pernah bicara ke papa?" tanya Josh sambil terharu.
"Lalu uang dari mana, sehingga kamu punya niat baik itu, pasti butuh uang yang banyak nak?"
"Sori pa, jeni tidak mau semakin membebani papa, Jeni dan teman teman membuka bengkel untuk menghidupi mereka, kadang nyanyi di kafe, dan maaf terkadang ikut balapan liar pa, kebutuhan mereka sangat banyak, sekarang masih terus menggalang dana intuk itu, di bantu kakak kakak mahasiswa juga." jawab Jeni.
"Ya Allah nak, papa jadi malu mendengar kisah kamu sayang."
Jeni memeluk ayahnya, tidak mau kalau lelaki paruh baya ini sedih.
"Jangan malu pa, semua ini untuk papa yang sudah menjadi papa terbaik sedunia." hibur Jeni.
"Ayo kita lihat kamar kamu, pasti sudah capek, baru pulang dari perjalanan jauh!" Ajak Yulia.
"Terima kasih bu!" jawab Jeni.
"panggil mama atau bunda ya!" pinta Yulia.
"Maf bu, kalau panggil mama tidak bisa, karena mamaku ya Yolanda, Jeni sudah nyaman memanggil bu Yuli dengan Ibu." ucap Jeni, karena mamanya cuma satu yaitu Yolanda, biar bagaimanapun juga dia adalah wanita yang sudah melahirkan dirinya.
"Tidak apa apa, ibu juga bagus, senyaman nya kamu saja, yang penting jangan panggil ibu dengan tante." jawab Yulia.
__ADS_1
Yulia mengantar Jeni ke kamar barunya, josh bilang kalau putrinya tomboy dan suka warna warna gelap, jadi Yulia mendekor kamar tersebut dengan warna hitam putih.
"Keren bu kamarnya." Jeni memasuki kamar tersebut dan memeriksa isinya.
"Kamu boleh merubah semuanya sesuai keinginan kamu, ibu baru pertama kalinya menghias kamar seorang anak." Kata Yulia sendu.
"Ibu belum punya anak?" tanya Jeni heran.
"Mendiang suami ibu sakit keras dan tidak memungkinkan kami punya anak." Yulia menitikkan air matanya, karena memang suaminya sakit, dulu dia dinikahkan dengan suaminya itu untuk membayar hutang, tapi Yulia Ikhlas merawat suaminya sampai ajal menjemput.
Yulia meninggalkan Jeni di kamar itu setelah berbincang sejenak.
Pagi itu Jeni sudah bangun,.dia berencana akan mengambil pakaian, seragam dan menjemput bi Surti. Jeni mengendarai mobil Joshua dengan kecepatan tinggi, berharap mereka pada belum bangun, kalau nenek lampir itu sudah bangun pasti akan ada drama, yang sangat dia hindari itu.
Jeni memarkirkan mobil josh di tempat parkir biasa, dia langsung ke rumah belakang, para pelayan sedang menjalankan tugas masing masing.
Jeni mencari bi surti di dapur dan mendekapnya dari belakang.
"Ya Allah non, non dari mana saja, nyonya sampai marah besar pada tuan?"tanya bi surti khawatir.
"Sttt." jeni meletakkan telunjuk tangannya di bibirnya.
"Bibi sekarang beres beres ya, kita akan pergi dari sini." bisik Jeni.
"Kemana non, bapak juga dari kemaren juga tidak pulang, setelah non pergi dengan tuan itu." bisik bi Surti.
"Nanti Jeni ceritakan di perjalanan, ayo!" ajak Jeni.
__ADS_1
Bi surti dan jeni menuju ke rumah belakang mengambil pakaian mereka. Sementara Jeni hanya membawa seragam dan beberapa potong pakaiannya, serta Nisa.
Mereka buru buru keluar tapi Yolanda sudah berdiri diambang pintu.
"Mau kemana kalian, pagi pagi sudah membawa tas, mau kabur ha!" Bentak Yolanda.
"Iya ma, lebih baik Jeni pergi saja dari sini, supaya rumah ini tenang, tanpa adanya anak sial ini.
"Kenapa baru sekarang, tidak sedari dulu, apa papamu dan perempuan udik itu yang menghasut kamu ha." suara Yola masih tinggi.
"Saya sebagai anak, tidak mau ikut campur urusan orang dewasa, tapi memang kalau Jeni pergi bisa membuat mama dan papa akur, Jeni rela." kata Jeni. Matanya sudah berkaca kaca.
"Oke baiklah kalau itu mau kamu, tapi sebagai permintaan maaf mama, maukah kamu makan malam dengan mama dan kedua kakakmu, mama sadar selama ini memusuhi anak kandung mama sendiri, mama egois, dan percaya begitu saja ramalan itu, hik hik." Yolanda menangis dan mendekati Jeni, memeluk putri yang tidak dianggapnya itu dengan erat, tapi bola matanya lirak lirik kekiri , ke kanan.
"Iya ma, Jeni tidak pernah benci mama ."
"Kamu memang anak yang baik sayang, lalu kamu kemana, ayo balik lagi dan kamu tidak akan tidur di rumah ini lagi, tapi di rumah utama, di dekat kamar Jesslin." bujuk Yola, dia berusaha merayu gadis kecil itu dan akan mudah untuk menyingkirkan dia.
"Maaf ma,sekarang biarkan saya pergi dulu, nanti malam Jeni akan datang, dimana?" tanya Jeni.
"Di Golden hotel, di bagian restorannya ya,. jam delapan malam harus sudah sampai, mama takut nanti kalau papamu akan marah." Kata Yola dengan lembut, layaknya seorang ibu yang sayang pada anaknya. Jeni mengangguk mengerti.
"Oke, sementara ini papa marah pada mama, karena papa sedang emosi, setelah emosinya reda, bawa pulang sayang. Mama sadar kalau ternyata mama di tipu teman mama, dan paranormal itu ternyata gadungan, dia iri dengan kebahagiaan keluarga mama, hik hik." Yolanda menangis tersedu sedu.
" Bahkan kemaren dia sudah memfitnah mama kalau mama selingkuh, padahal mama sudah menganggap dia seperti saudara mama, kamu datang ya nanti malam, mama juga akan menyatukan kamu dan kedua kakakmu, supaya tidak ada lagi permusuhan diantara kita semua, tapi nanti malam, kamu jangan ajak papa dulu ya, kita akan membuat rencana bagaimana papa percaya lagi pada mama!" Dengan lembut dan rasa menyesal, Yolanda merayu putri yang belum pernah dianggapnya ada.
"Oke ma, nanti malam Jeni akan datang ke restoran di golden hotel, baiklah sekarang Jeni harus sekolah dulu, da mama!" Jeni mengecup pipi mama nya untuk yang pertama kalinya. Tapi setelah Jeni pergi Yolanda segera membasuh mukanya hingga bersih.
__ADS_1
" Bagaimana ma?" tanya jesi.
"Dia sudah masuk ke dalam umpan, mama akan telpon Jason supaya menyiapkan semuanya,.serta obat perangsangnya, papa kalian baru akan membenci bocah itu kalau dia sudah benar benar rusak dan mendukung kita. Yolanda ternyata akan menjebak Jeni supaya datang ke hotel tersebut, memberi obat perangsang dan diumpankan pada Jason. Maka Yolanda akan mendapat bayaran yang sangat banyak dari selingkuhannya itu. Yolanda juga belum memberi tahu kalau kemaren Joshua sudah mentalakmya.