GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 74


__ADS_3

Jeni kembali meneruskan ceritanya sementara twins D, masih antusias mendengarkan cerita Jeni.


"Om Al dan pak Ron, menyelamatkan gue sebelum gue di bawa masuk ke kamar jason, mereka menghajar anak buah Jason, tapi obat perangsang itu terus bekerja dan gue udah tidak tahu apa yang gue lakukan pada om Al, om Al membawa gue ke kamar lain, dan saat gue bangun, tubuh gue sakit semua, remuk, dan gue dalam keadaan polos. Hari itu gue hancur, semua yang gue miliki di renggut, om Al keluar dari kamar mandi, dan gue yang tadinya kejer nangis tak karuan, malah terpana melihat dadanya yang sangat bagus itu." Jeni sengaja berkata seperti itu untuk menghidupkan suasana, supaya twins D tidak terlalu tegang.


Twins D menghambur memeluk sahabat baiknya itu.


"Jahat, kenapa lo pendam sendiri semuanya dan tidak cerita ke kita bestie, hik hik, trus bagaimana selanjutnya? Apa yang dilakukan om Al?" tanya Dina.


"Seperti yang gue ceritakan ke kalian, om Alex membalaskan semuanya dan dia berjanji akan tanggung jawab dan akan menikahi gue.


Minggu pagi gue married , sore berangkat ke london, untuk menghadiri pameran berlian perusahaannya." jawab Jeni.


"Jadi sekarang lo sudah tidak...!" Dona segera menutup mulut kembarannya dengan kedua tangannya.


"Sialan lo jangan kenceng kenceng." bisik Jeni.


"Hehe maaf, Don berarti sekarang dia nyonya bos, istri sultan." Dina menggoda Jeni.


"Berarti kemaren lo pameran sambil bulan madu dong, ceritakan dong bagaimana rasanya enak gak?" kepo Dona.


"Bocil, jomblo tidak boleh ikut ikutan bahaya." elak Jeni.


"Sialan, emang lo sudah dewasa, tapi bocil yang sudah bisa buat bocil, haha." Dona tertawa cekikikan.


"Ternyata di balik musibah yang menimpa lo, banyak sekali keuntungan yang lo dapat." ucap Dina.


"Apa coba?" kepo Jeni.


"Satu, lo terhindar dari rencana busuk nyokap lo, dua lo bisa jadi istri sultan, tiga nyokap dan selingkuhannya langsung dapat karma, empat yang mengambil keperawanan lo orang paling di cari di sini, ganteng, macho, gue juga mau jadi lo kalau begini, trus lo jadi horang kaya deh. " Dona langsung ngakak di ikuti jeni dan si Dina juga ikut tertawa cekikikan.


"Sialan, semua yang lo katakan bener bambang, haha."


Ponsel Jeni berdering ada panggilan dari Alex.


"Hallo by."

__ADS_1


"Kamu dimana?" Alex ngetes Jeni.


"Ini lagi di kafe mall karawaci, sama twins D tadi nggak ada pelajaran cuma ada presentasi dari beberapa kampus, kenapa?" tanya Jeni.


"Tidak apa apa, bisa di lanjut senang senangnya, papa kerja dulu ya sayang." 📲


" iya pa, nanti adek pulang sama twins D boleh ya by!" Jeni minta ijin.


"Iya, kamu juga boleh ajak Twins D kalau mau." 📲


" Thank you by, love you more muach."


"Hueek." ucap Twins D bersamaan.


" Kenapa kalian, hamil?" sindir Jeni.


"Serasa dunia milik berdua Din, trus bagaimana nasib yang jomblo ini mak." ucap Dona melas.


"Cup cup kacihan, entar gue panggilkan pak Ronald lho." Jeni menghibur Dona.


"Eh eli kan yang waktu itu nipu gue." Ucap Soraya kasar dan garang.


"Waduh tante, jantung kita hampir copot tahu, kenapa sih datang datang main gebrak gebrak meja, memang kita kenal?" jawab Jeni dengan santai.


"Lo lupa sama gue, dasar lo pernah nipu dan ambil makanan gue yang khusus di siapkan untuk Daniel." bentak Soraya.


"Oh jadi tante ini yang waktu itu berantem di depan lift kantornya om Alex itu, memang kenapa tante, waktu itu makanan tante dan tante bahenol yang satunya itu sudah di makan om Alex, om Ronald dan gue ikut makan juga, hehe, kenapa tante, sayang tante kalau tumpah di pakai untuk berantem, katanya mau di berikan om Alex." jawab Jeni santai.


"Jadi beneran sudah di makan sama Daniel.?" penasaran Soraya.


"Ya elah segitu tidak percayanya, memang tampang gue tampang penipu gitu Tante!" kata Jeni dengan santai.


"Oke, kali ini gue percaya,tapi suatu saat kalau lo buat ulah lagi pada gue, siap siaplah untuk menanggung akibatnya, jangan berharap lo bisa hidup tenang." Soraya kembali mengancam


"Oke tante yang seksi, kita ngerti kok, tuh di tinggal teman temannya, ntar ketinggalan lo tante." Jeni menunjuk ke beberapa perempuan seksi yang sudah berjalan agak jauh.

__ADS_1


"Oke, sekarang lo selamat tapi sampai kejadian itu terulang lagi, lo tahu akibatnya." ucap Soraya sambil berlalu mengejar teman temannya.


" Tu salah satu pelakor yang harus gue jauhkan dari om tampan Gue, dan masih banyak lagi, kemaren di london sudah berkurang satu, masih ada 3 lagi yang sudah kelihatan di depan mata." keluh Jeni.


"Wah, ternyata punya suami ganteng banyak resikonya, lo lihat tadi sadis banget orangnya, tatapannya seperti mau menelan kita." Dina merinding dan bergidik ngeri sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya di kalau saat ini berada di posisi Jeni.


"Bagaimana kalau kita pulang saja, ngobrol di rumah suami gue sambil berenang." Jeni mengusulkan untuk berenang di rumahnya saja.


"Ide yang sangat bagus." Jawab Dona.


Mereka segera membayar bon makanan mereka dan meluncur ke rumah Jeni.


"Eh dodol mana alamat rumah lo?" tanya Dona yang melihat Jeni malah molor di kursi penumpang depan.


"Eh sudah sampai ya."


"Gimana mau sampai alamatnya saja tidak tahu." kesal Dona.


"Eh sori Don, ketiduran gue." Jeni kemudian bangun dan memberi arahan jalan menuju rumah dia.


Mobil Dona berhenti di depan gerbang tinggi besar, jeni mengeluarkan kepalanya keluar.


"Pak ini saya!" panggil Jeni


"Siap nyonya pintu akan di buka." Satpam tadi segera mengkode temannya untuk membukakan gerbang. Gerbang terbuka secara otomatis, kemudian mobil Dona segera masuk ke dalam.


"Dada pak satpam ganteng." twins D menggoda kedua satpam yang berjaga di depan itu.


Mobil terus melaju ke dalam, menuju ke garasi yang ada di samping taman.


"Wah ini rumah apa mansion Jen, gila keren banget, dan type lo banget bro." Twins D berlari lari ke taman depan dan berselfie ria. barulah kembali menemui Jeni yang menunggu di teras sambil berselonjor, di depan pintu.


"Seperti orang susah aja lo, selonjor di situ." celetuk Dina.


"Ya, daripada capek berdiri di sini seperti satpam lebih wenak selonjoran aja, ngadem dekat ikan, masuk yuk!" Jeni membawa mereka masuk ke rumah idaman itu."

__ADS_1


Lagi lagi Twins D heboh sendiri dan berebut mau berfoto.


__ADS_2