GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
Bab 62


__ADS_3

Seharian itu Alex membawa istrinya berkeliling ke tempat tempat seru, di kota london


" Thank you by, hari ini aku seneng banget, dan baru kali ini bisa puas jalan jalan dan bermain."kata Jeni dengan mata berbinar dan sangat bahagia, dengan menikah dengan Alex barulah Dia bisa melihat kehebatan dunia luar, biasanya dia hanya bisa mendengar cerita teman teman, atau bahkan kedua kakak ya yang menggosip tentang keseruan mereka berlibur.


"Termasuk mengerjai orang orang itu hem?" tanya Alex menggoda .


"Hehe, itu tidak sengaja, mungkin saja para makanan itu berperang di dalam perutku, dan tidak tahan disana, hehe." jawab Jeni ngasal.


"Kamu tahu muka mereka sampai merah, menahan nafas, haha, lucu sekali." Alex tertawa melihat perempuan perempuan itu berebut mau keluar dari toilet. Alex mengacak rambut Jeni dengan gemas.


"Daniel tunggu, aku mau bicara!" ada suara perempuan yang memanggil Alex, kedua pasangan itu menoleh ke arah sumber suara.


Terlihat seorang wanita yang masih menggunakan pakaian merah jambu. Konon warna itu adalah warna kesukaan Alex.


"Ada yang bisa kami bantu nona?" tanya Jeni.


"Aku ingin bicara dengannya, ayah dari putriku." jawab Cintya tidak suka dengan Jeni.


"Apa maksud anda, saya tidak mengerti?" tanya Alex heran.


"Iya niel, waktu aku pergi aku mengandung anakmu, buah hati kita." jawab Cintya lembut dan terkesan lemah.


"Jangan mengarang cerita, saya tidak pernah melakukan itu pada anda nona!" jawab Alex lantang.

__ADS_1


"Pernah niel, kamu kan pernah mendapat kiriman foto dari ayah tiriku, maafkan aku, aku hanya wanita bodoh yang mau saja di manfaatkan ayah tiriku, aku takut padanya, hik hik. kamu mabuk waktu itu."Cintya menangis tersedu dia merosot ke lantai dan memegangi kaki Alex.


"Simpan air mata buaya mu itu, aku tidak akan tertipu lagi." ucap Alex.


"Nona kita bicara saja di sana, dan anda bisa ceritakan apa masalah anda pada suami saya, tidak enak dilihat orang." Jeni menunjuk ke taman samping, supaya mereka bisa bicara dengan jenak.


Alex menepis tangan Cintya yang meminta tolong untuk membantunya berdiri, tapi Alex bukan Alex yang dulu, yang tidak aka teh melihat dirinya menangis.


Alex menggenggam jemari tangan Jeni erat, seolah meminta dukungan, Jeni mengelus punggung tangan Alex, untuk menguatkan laki laki itu. Jeni tidak akan percaya begitu saja cerita Cintya sebelum dia mencari tahu kebenaran dan buktinya.


Cintya mengikuti mereka dari belakang, sambil meremas tangannya erat.


"Kenapa gadis itu tidak marah, aku bilang Sudah punya anak dengan Daniel." batin Cintya.


Setelah semua duduk, Alex menyuruh Cintya melanjutkan dramanya.


"Temui anak itu dan akui dia sebagai anakmu, selama ini dia mencari dimana papanya, aku bingung harus berkata apa, aku takut menemui kamu waktu itu, aku dan ayahku telah banyak berbuat salah, dan setelah mendapatkan semuanya dia dan ibu mengusirku karena hamil, mereka marah besar, karena aku bodoh, menggunakan perasaanku dalam misi mereka, hik hik, tapi sekarang bulan butuh kamu niel, dia kuberi nama Bulan,.supaya menerangi jiwaku yang gelap seperti malam." cerita Cintya.


"Maaf nona, tapi saya tidak pernah melakukannya pada anda, hanya pada istriku aku melakukannya." Alex mengelak.


"Kamu Jahat, kamu sudah mengambil mahkota yang ku jaga selama ini dan tidak mengaku, bahkan bukti buktinya juga sudah ada." bela Cintya.


"Bukti, maksud anda foto foto itu, maaf saya sudah menyelidiki semuanya, dan apa tadi saya mengambil mahkota anda, bukannya anda sering melakukannya dengan mr Robert ayah tiri anda itu, jangan bilang anda ditinggalkannya nona, lalu bagaimana dengan semua yang sudah kalian ambil dari kami ha, lalu drama apa lagi ini." kesabaran Alex sudah habis, dia menggebrak meja taman hotel.

__ADS_1


"Pergi dari sini dan jangan pernah menganggu hidup saya lagi, cukup sekali seorang wanita memporak porandakan perasaan dan semuanya, bahkan harta kedua orang tuaku juga kalian rampas. lalu apa ini setelah saya bosa bangkit anda datang, membawa nama anak anda, cih murah an sekali tipuannya nona." Alex sangat geram.


"Oke kalau tidak percaya datang saja ke Royal hospital, disana bulan di rawat, dia mengalami kelainan membutuhkan kasih sayang seorang ayah, bahkan mentalnya sudah terganggu." Cintya marah marah dan emosi karena Alex tidak mempercayai ceritanya.


"Datang saja ke Rumah sakit royal, kamar inap no 61, dia pasien lama rumah sakit tersebut, dan aku banting tulang demi membesarkan perbuatanmu, memang ini memang karma buatku, tapi paling tidak lihatlah dia dan akui dia, itu sudah cukup." Cintya marah dan pergi meninggalkan Alex dan Jeni.


"Benarkah itu mas?" tanya Jeni penasaran, dilihat dari emosi Cintya yang sangat meyakinkan itu.


"Entahlah, tapi aku sangat yakin belum pernah melakukan itu padanya. aku memang pernah mendapatkan kiriman foto foto , aku tidur dengan dia, tapi aku tidak ingat sama sekali, kalaupun aku mabuk, pasti akan ada potongan potongan ingatan yang bisa aku ingat." ucap Alex frustasi.


Jeni mengelus pundaknya, menenangkan Alex, dia ingat nasehat Yulia untuk jangan langsung percaya tentang sebuah kabar tentang suamimu sebelum menyelidikinya.


"Ayo kita masuk ke dalam, besok kita cari tahu kebenaran dari cerita Cintya tersebut."


"Kamu tidak marah sayang?" tanya Alex.


"Istri mana yang tidak marah, bahkan kecewa, memdengar suaminya punya anan dengan wanita lain, ya pasti marah, rasanya ingin menonjok muka tampan ini supaya jadi jelek supaya tidak ada banyak pelakor yang berkeliaran, memang apasih kelebihan om om killer ini, kok banyak banget yang suka." kata Jeni. Alex mendekapnya di sofa.


"Terima kasih istriku, jangan mudah percaya, sungguh semua yang dia ceritakan itu adalah bohong belaka, kenyataanya Cintya itu simpanan Ayah tirinya, bahkan mereka sudah seperti suami istri, aku sudah mengumpulkan semua kebejatan mereka waktu itu, sebelum menghancurkan apa yang mereka ambil dariku, dan mereka juga menghilang bak ditelan bumi." Alex menjelaskan garis besarnya pada Jeni.


"Oke, kita lihat saja nanti apa yang terjadi besok." Jeni menuju segera ke kamar mandi dan menguncinya, takutnya kucing garong masuk lagi, kan lagi mode ngambek. Jeni mulai ritual mandinya dengan tenang tanpa mempedulikan ketukan pintu dari Alex.


"Jeni sayang, buka pintunya dong aku juga mau mandi nih!" panggil Alex dari luar.

__ADS_1


" Sebentar om hubby, mandinya gantian ya, satu lagi, puasa dulu ya om, sebelum masalah om dan wanita itu kelar." jawab Jeni dari dalam.


Alex menyugar rambutnya dengan kasar, Arjuna harus puasa, padahal rencananya mau bulan madu tapi malah merana.


__ADS_2