GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 70


__ADS_3

Jhon membantu Cintya untuk berdiri. Dia mewakili Cintya untuk meminta maaf pada Alex dan Jeni.


"Saya Jhon, mewakili Cintya untuk meminta maaf atas semua yang telah kami lakukan, kami berjanji tidak akan mengganggu keluarga mr Daniel lagi, semoga kesempatan yang telah tuan dan nyonya bisa membuat kami lebih baik lagi. Mungkin kalau bukan karena Bulan, kalian tidak akan memaafkan kejahatan ini, saya berjanji akan menjaga mereka dengan baik, prof Gio maafkan saya, saya sudah mencemari nama baik seorang dokter, saya sudah melanggar sumpah saya sebagai seorang dokter, saya siap menerima hukuman dan konsekuensi terburuk sekaligus." Jhon menunduk meminta maaf pada semuanya dengan sopan dan gentel.


Cintya sangat beruntung dicintai seorang Jhon yang sangat baik itu.


"Tidak Jhon, aku yang salah, aku yang seharusnya di hukum, dari dulu aku memang sangat jahat, Rakus dan gila uang, bahkan aku memanfaatkan putriku yang tidak bersalah demi kepentinganku sendiri, maafkan aku, Niel, Jhon aku tidak layak di cintai olehmu, kamu bisa mendapatkan yang lebih dari segalanya." Cintya menggenggam tangan Jhon. sementara, Alex memeluk pinggang Jeni. Jhon menghapus air mata Cintya.


"Asal kamu mau berubah, aku akan menerima kamu apa adanya, kita bisa mulai hidup dari awal lagi, jangan pernah menuruti ambisi dan egoisme, orang bilang cinta itu buta, memang itu benar, meski cintaku padamu buta, tapi jangan pernah membiarkan hati kita buta. ayo kita pulang dan setelah operasi Bulan berhasil kita akan menikah." ucap Jhon dengan tulus. Cintya mengangguk dan pergi mengikuti Jhon bersama mendorong kursi roda Bulan.


"Drama keluarga yang mengharukan." ucap Thomas tanpa dia sadari kepalanya bersandar pada Dr Gio. Langsung deh mendapat pukulan dari atasannya itu.


" Pluk, Dasar tidak sopan, saya masih normal Dr Thomas." Kesal Gio dan dia juga pergi di susul Thomas, yang hendak minta maaf.


Tinggal pasangan Alex dan Jeni yang masih tinggal disana. Mereka membereskan kekacauan yang di timbulkan oleh Cintya, mengganti rugi semuanya.


"Sayang, kenapa kamu maafkan wanita seperti itu, bagaimana kalau dia mengganggu lagi?" heran Alex. mereka berjalan ke arah Parkir untuk ke pemeran.


"Semua masalah tidak harus di selesaikan dengan kekerasan, itu juga merupakan hukuman buat Cintya, dia akan belajar dari apa yang selam ini diperbuatnya, kasihan dengan Bulan, kalau kita memenjarakan dia atau menghancurkannya, bagaimana masa depan anak itu, benar apa yang Cintya katakan kalau Bulan memiliki kebutuhan khusus dan sosok seorang ayah, biarkan Dr Jhon mewujudkan semuanya." jawab Jeni dengan pemikirannya yang sangat dewasa itu.


"MasyaAllah, bijak sekali pemikiran istri kecilku ini, jadi makin cinta deh." ucap Alex nyengir.

__ADS_1


"Bener Cinta?" Jeni memastikan


"Buktinya?" tantang Jeni.


"Aku akan memberikan apapun yang istriku inginkan" jawab Alex semangat.


"Bagaimana kalau aku mau semua hartamu." Jeni menggoda.


"Jangankan harta, duniaku semua untuk kamu, asal jangan kamu tinggalkan Om om tua ini sendirian." Ucap Alex melas.


Jeni mencubit kedua pipi Alex dengan Gemas, bukan harta yang dia inginkan, tapi kesetiaan dan pengertian Alex.


"By, bukan harta yang aku butuhkan, tapi kasih sayang, rasa aman, kesetiaan dan pengertian Om suami." Jawab Jeni.


"By, umurku masih 18, masih sekolah, di usiaku ini masih butuh banyak teman, jalan jalan, dan...." Belum selesai Jeni bicara Alex menghentikannya dengan mengecupnya singkat.


"Sayang, kamu memang istriku, banyak tanggung jawabmu untuk suami, rumah tangga, aku membebaskan kamu bergaul dengan teman teman sebaya kamu, healing, jalan jalan, asal satu jangan pernah kamu nomer duakan suamimu ini." Jawab Alex dengan gamblang.


"Thank you, Om sayang hubby, aku janji akan bisa mengatur semuanya dan akan berusaha menjadi istri yang baik. Cup cup cup." Jeni menciumi seluruh muka Alex, tapi Pria ini tidak mungkin melewatkan kesempatan itu, dia menghisap lembut bi bir Jeni.


"Ih mesum, ini tempat umum by." Jeni mengingatkan.

__ADS_1


"Ini london, bukan Indonesia, jadi wajar saja, dan kita kan sudah halal nyonya." Alex membela diri.


Akhirnya Alex dan Jeni menuju ke galeri pameran. Siang itu dilakukan pelelangan untuk 3 buah Berlian yang sangat berharga itu. Satu berlian ada yang menghargainya dengan 10-20 milyar rupiah.


Pameran kali ini adalah pemeran tersukses di sepanjang Alex mendirikan Perusahaan tersebut, mereka pulang membawa banyak keuntungan.


Malam ini malam terakhir di london pasangan pengantin baru itu menghabiskan waktunya jalan jalan, dan melakukan hal hal yang seru dan konyol, kali ini Ronald ikut serta, bahkan dia tidak jarang menjadi sasaran kejahilan Jeni.


"Sayang jangan makan terlalu banyak, nanti seperti waktu lho!" Alex memperingatkan Jeni untuk tidak makan terlalu banyak jenis makanan.


"Apa kamu tidak membelikan oleh oleh untuk Twins D, Rendi, sama itu satu lagi sofyan?" Tanya Alex.


"Oh iya, hampir saja lupa bestie gue." Jeni menepuk jidatnya sendiri dan langsung menuju ke stan oleh oleh, Alex memberikan kartunya dan dia beserta Ronald menunggunya di cafe pinggir jalan sambil mengawasi Jeni.


"Bos, hidup lo lebih berwarna bersama nya, lihatlah dia hidup seperti tanpa beban, padahal beban hidupnya sudah banyak dari dia kecil bos, lo sangat beruntung bos." ucap Ronald.


"Lho benar, gue serasa muda kembali Ron, selain dia ceria, dia smart dan cerdas,Jeni mengatasi satu pelakor dengan caranya yang cantik, aku suka semua di dirinya, pertemuan dengan gadis sinting di pinggir jalan itu membuatku ke hidup baru Ron, dan sekarang giliranmu, cobalah membuka hati untuk seorang wanita, gue yakin hidup lo juga tidak akan monoton seperti ini." Alex memberi nasehat kecil pada Ronald.


"Sulit bos melupakan sakit hati ini." jawab Ronald.


"Mencoba tidak ada salahnya, oh ya teman Jeni ada yang jomblo tu, siapa itu Dona, si kembar, hehe,dia juga smart dan lucu." Alex memberi contoh teman Jeni, siapa tahu bisa nyantol di hati Ronald.

__ADS_1


Jeni membeli coklat, permen serta pernak pernik harry potter. Jeni juga membelikan papa, bunda serta bi Surti.


Setelah gadis itu puas,mereka kembali ke hotel istirahat, besok pagi haris kembali lagi ke indonesia, tanah air tercinta.


__ADS_2