GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
Bab 37


__ADS_3

Di kediaman Joshua, pria baruh baya itu baru pulang dari bekerja, sudah capek, bukannya di sambut dengan baik, atau di bikin kan kopi atau apa, ini malah di suguhi tampang yang tidak enak dari istrinya, serta omelan yang panjang lebar


"Pa untung papa sudah pulang, anak sialan itu berbuat ulah lagi, dia tadi pulang di antar oleh om om, kali ini bukan mr Daniel tapi pria lain, fik anak itu jual diri pa, dan papa selalu saja membela dia, papa tahu, setelah mama marahi dan tampar, dia malah kabur dengannya, sampai sekarang juga belum pulang, apa itu anak yang papa banggakan, papa selalu memanjakannya jadi makin kurang ajar, makin ngelunjak." Yola terus berbicara tanpa ada hentinya, padahal Joshua belum juga masuk ke dalam rumah.


Josh masih berdiri di tempatnya, yaitu di ambang pintu, tubuhnya panas, memerah, emosinya sudah di ubun ubun, dia sangat capek menghadapi keluarganya yang bisanya hanya mengadu domba dirinya serta Jeni, tapi tidak satupun tuduhan mereka yang benar. Joshua melempar tasnya ke lantai dengan keras, tidak peduli dengan sebuah laptop yang hancur.


"Stop hentikan, aku suah muak dengan semua ini." Joshua melangkah pergi, bukannya pergi masuk ke dalam, tapi dia pergi meninggalkan rumah yang sudah mirip neraka itu.


"Pa cari dia sampai dapat,seret dia, pasti anak itu sedang bersenang senang dengan om om simpanannya itu."Teriak Yolanda, yang mengira joshua akan pergi mencari Jeni.


Wanita itu tersenyum puas, dia sudah mengira usahanya kali ini pasti berhasil. Yola memungut tas kerja Joshua, membuka isinya, sebuah laptop yang sudah pecah beserta beberapa dokumen.


"Kali ini, bocah itu tidak akan selamat lagi, dan bay bay jeni ku sayang, hihi." seperti orang gila saja, dia cekikikan sendiri. di ruang tamu tersebut sampai Jesslin pulang dan tak lama lagi jesika.


"Jesi perhatikan, mama dari tadi senyum senyum sendiri, ada yang lucu ma?" tanya jesika heran dan diangguki oleh jesslin.


"Iya dong sayang, lihat papa kalian sudah marah besar, dia bahkan membanting tasnya dengan keras nih laptopnya sampai remek begini."Yola menjelaskan kepada kedua putrinya tentang kejadian sore ini.


"Marah kenapa, jesslin masih belum faham dengan cerita mamanya!"


"Tapi mama lapor ke papa, kalau si badung itu pulang diantar om om dengan mobil Audi mewah, dan papa marah besar." jawan Yolanda.

__ADS_1


"Wah bagus dong, lalu anak itu sekarang dimana?" tanya jesika.


"Dia kabur dengan om om tadi sampai sekarang belum puas." ucap yola dengan sangat bahagia. Mereka bertos ria.


Joshua mengemudikan motornya ke sebuah rumah minimalis yang nyaman, joshua datang kesana, mengetuk pintu.


tok tok tok.


Muncullah sosok perempuan paruh baya, yang cantik dan sederhana, usianya lebih muda dari yolanda. Wanita itu menyalami Joshua dengan takzim.


"Ucapkan salam dulu dong mas kalau mau masuk." wanita itu mengingatkan joshua supaya mengucapkan salam dulu. Tapi joshua malah memeluknya dengan erat.


Ternyata perempuan cantik berhijab itu namanya yulia, dia istri kedua joshua, mereka menikah satu bulan yang lalu. Yulia ini dulu mantan kekasih josh waktu Sma, tapi mereka putus karena yulia harus ikut kembali ke kampung bersama kedua orang tuanya.


Mereka menikah karena kesalahpahaman warga, joshua yang sering datang untuk curhat dikira melakukan hubungan gelap, dan meminta josh untuk menikahi janda tanpa anak tersebut.


Yulia memapah joshua ke dalam rumah, memintanya duduk.


"Saya buatkan kopi panas dulu ya mas, biar sedikit rileks, setelah itu mas boleh cerita." ucap Yulia menenangkan hati josh. lelaki paruh baya itu mengangguk setuju, dia membuka sepatu dan merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu sambil menunggu yulia membuatkan kopi.


Tak lama kemudian Yulia keluar dengan secangkir kopi dan secangkir teh.

__ADS_1


"Ayo diminum dulu, mau kopi atau teh?"


"Kopi saja." Josh menerima kopi yang di sodorkan yulia.


"Sekarang mas bisa cerita, ada apa, tentang jeni lagi?" tebak Yulia.


"Iya, yola selalu menyalahkan Jeni, aku baru Pulang kerja, bahkan masuk rumah saja belum dia sudah mengadu yang bukan bukan. capek aku yul, lebih baik aku pergi saja dari neraka itu dan lebih baik bercerai saja, aku akan membawa jeni, jesika dan jesslin biar bersama ibunya saja."Joshua mendesah dan menyandarkan kepalanya di paha yulia.


yulia mengelus kepala suaminya perlahan.


"Mas, sudah fikirkan baik baik, sesuatu yang di putuskan secara emosi itu tidak baik, apalagi mas itu seorang laki laki, kata cerai seorang pria akan di catat oleh Allah, apalagi kalau sudah 3 kali, maka hubungan mas sudah haram, apalagi kalian sudah dikaruniai tiga putri yang cantik cantik, jadi pikirkan dulu dengan kepala dingin." Yulia menasehati joshua dengan lembut.


"Mas sudah lama memikirkan itu, kalau bukan karena anak anak mungkin sudah lama mas berpisah dari yolanda, apalagi setelah Jeni lahir, kukira dengan kembalinya ekonomi ku yang bagus, dia akan berubah, tapi semakin hari dia semakin tidak menghargai ku sebagai suaminya, yang dia pentingkan adalah, uang, serta kehormatan." joshua kembali membuang nafas kasar.


"Mas aku tidak mau ya nanti kalau istri mas menganggap kalau rusaknya rumah tangga kalian itu gara gara aku, iya aku memang pengganggu rumah tanggamu tapi...!" yulia belum selesai bicara tapi di hentikan oleh joshua, dia mengecup singkat bibir Yulia.


"Tidak, ini bukan karena mu, hubunganku ini sudah begini sejak dulu, bahkan sebelum kita bertemu." Joshua menjelaskan kalau bukan karena yulia, hubungan josh dan yola renggang tapi karena mereka sendiri.


"Kalau begitu itu adalah urusan mas Joshua, saya tidak berani ikut campur, kapanpun mas joshua pulang kemari akan yuli sambut dengan hangat, mas juga boleh membawa Jenifer, aku akan menerimanya dan merawatnya seperti putriku sendiri, apalagi hidupku ini hampa tanpa ada hadirnya seorang anak dalam pernikahanku dulu." Yulia menitikkan air matanya, mantan suaminya sakit keras, dan mereka memang tidak memungkinkan punya anak.


"Bagaimana kalau aku bukan josh yang kaya, dan bagaimana jika semua hartaku aku tinggalkan, cuma jeni yang aku bawa.

__ADS_1


"Harta itu cuma titipan mas, jika Allah mau mengambilnya lagi maka akan sangat mudah baginya hanya semudah kita membalikkan telapak tangan kita, uang bisa di cari bersama sama, mas tidak perlu memikirkan kaya atau miskin."yulia tidak mempermasalahkan tentang harta josh.


__ADS_2