
Alex menunggu dengan gusar, sebenarnya dengan melihat tubuh Jeni yang basah tadi, Alex sudah hampir tidak bisa menahan nafsunya lagi, tapi dia tidak beloh egois, kalau cinta tidak boleh menyakiti.
Jeni keluar dari kamar mandi Rambut basah dan bathrobe itu tidak bisa menutup sempurna.
"Minum obat ini, akan menurunkan kadar obat kuat yang kamu minum." Alex menyodorkan pil dari pelayan tadi. Ternyata pelayan tadi salah kamar, obat yang seharusnya untuk kamar sebelah, di berikan ke Alex.
Obat yang diminum Jeni menambah libidonya.
"Om, kok malah panas, ah om" .yang sudah tidak kuat menahan nafsunya, duduk di pangkuan Alex.
"Sit obat apa yang di berikan pelayan itu." batin alex. Dengan liar Jeni men cum bui Alex, dan meninggalkan banyak bekas ******. Jeni melempar bathrobe tersebut ke sembarang arah dan dia kini sudah polos.
Alex menelan Saliva nya , sungguh luar biasa pemandangan yang tersaji di hadapannya itu. Sebagai pria normal Alex sudah tidak tahan lagi, akhirnya yang seharusnya tidak terjadi terjadilah di malam itu.
Jeni merintih merasakan sakit di bawah kungkungan Alex, tapi dia tidak bisa menghentikannya, dengan terus mengucap kata maaf, Alex memompa tubuhnya. menyelesaikan hasratnya. Alex segera mencabut Juna dan mengeluarkannya di luar. Alex tahu Jeni masih sangat muda jika nanti kalau hamil sekarang, pasti banyak hasutan yang akan dia hadapi.
Alex mengecup kening Jeni, menghapus air mata yang jatuh, karena merasa sakit akibat ulah Alex.
Jeni sudah tertidur setelah dia beberapa kali melakukan pelepasan.
"Aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahi mu, gadis kecilku, aku bangga akan ketangguhanmu, I love u." Alex mengucap kalimat yang langka itu pada seorang gadis belia yang baru di renggut kesuciannya.
Alex memeluk tubuh lelah itu, tapi si Juna memang kamaruk, cuma kulit Alex menempel sedikit saja di dada Jeni sudah bangun lagi dia.
"Sabar jun, belum sah ini, kita sudah menyakitinya dan berbuat dosa, jangan di tambah lagi dosanya." Alex bicara sendiri sama si Juna, dia bangun dari tempat tidurnya, memperbaiki selimut Jeni.
Alex segera ke kamar mandi menuntaskan hasratnya, bersolo karir.
Setelah mandi Alex membereskan pakaian dia dan bathrobe Jeni, kemudian menghubungi Alex.
__ADS_1
"Halo bos, bagaimana kabar disana yang lagi belah durian?" tanya Ronald dengan polosnya.
"Sialan lo, obat apa yang pelayan itu kirim kemari, bukannya menetralkan pengaruh obatnya ini malah ditambah dosisnya." Kesal Alex. Dia berjalan ke balkon dan menyalakan sepuntung Rokoknya.
"Sori bos, obatnya sudah bener tapi si pelayan itu saja yang pinter, dia salah kamar bos." jawab Ronald.
"Lalu siapa pria yang ada di kamar itu yang ingin merusak Jeni?" tanya Alex.
"Namanya jason hartawan dia seorang pengusaha batu bara, menurut info dia adalah selingkuhan Ibu Jeni, dan mereka ingin menjebak Jeni, supaya Tuan Joshua membencinya dan membersihkan namanya dari skandal yang sudah di ketahui tuan Josh. Sebenarnya pria ini tidak punya apa apa bos, dia itu suami nyonya monika, yang hanya numpang tenar dari nama besar nyonya monica " jawab Ronald.
"Oke, sekarang jebak Si Jason, dan kirim Si Yolanda itu ke kamar Jason, mereka masih di sana atau sudah pergi?" masih disini bos, ibu dan anak itu masih di tempat karaoke, mereka masih merayakan suksesnya acara tadi." jawab Ronald lagi.
"Bagus, beri obat kuat dosis tinggi pada mereka berdua, dan kirim Yolanda di kamar Jason, lalu kalau lo hubungi nyonya monika, aktifkan juga cctv di kamar itu, gue pengen tahu bagaimana reaksi mereka saat kepergok oleh istrinya Jason, hubungi juga joshua supaya dia tahu kebejatan istrinya itu.
"Siap laksanakan tuan, ada yang lain lagi tuan.?" tawar Ronald.
"Siap laksanakan, akhirnya bosku sold out, wah pasti nona Jeni sangat hebat, bisa mencairkan es balok itu, bhahaha." Ronald malah meledek atasannya.
"Diam, mau gue pangkas habis gaji lo." Alex meninggikan suaranya.
"Jangan bos, untuk modal kawin belum ada bos, si bos mah gampang, uang banyak, lha Saya bos." Melas Ronald.
"Ya sudah cepat, bisa masuk angin gue." ketus Alex.
"Oke sabar bos, mentang mentang mau sold out..Tut tut tut. sambungan sudah alex Tutup secara sepihak. Alex masih menikmati Rokoknya di balkon ,Ronald dengan cepat dan cekatan melaksanakan perintah dari Alex. dia segera membagi tugas, pada anak buah Alex dengan tepat. Mereka juga cepat bertindak dengan semangat, karena Alex tidak akan main main soal memberi bonus pada anak buahnya.
Ronald juga segera memesan pakaian lengkap dengan ********** baik untuk Alex maupun Jeni.
Tengah malam Monika istri dari Jason datang ke hotel, bersama pengawalnya. atas arahan orang Alex, dia segera menuju ke resepsionis meminta kunci kamar yang di beritakan.
__ADS_1
"Saya minta kunci duplikat kamar VIP no 9, sekarang juga." nada monika yang tinggi, wanita tua itu sangat kejam dalam berbisnis.
Petugas hotel segera menyerahkan duplikat kamar tersebut, karena tadi Ronald sudah memberitahu dia lebih dulu.
petugas hotel yang tidak lain adalah manager hotel itu sendiri Mengantarkan monica sampai di tempat tujuan.
Didalam kamar tersebut aksi mesum dua sejoli yang di pengaruhi obat laknat tersebut terekam jelas di cctv.
Monika sudah sampai di depan pintu kamar hotel, dia memerintahkan manager membukanya.
"Buka pintunya!" perintah Monika.
Begitu mereka masuk ke dalam dalam sana, langsung di suguhi permainan kuda liar.
"Seret mereka kemari!" perintah Monika dengan lantang.
Jason yang sedang asyik berpacu dalam melodi kaget, ketika dirinya tiba tiba di tarik dari ranjang, demikian juga dengan Yolanda.
"Auh" keluh jason ketika dia di seret dan dilempar ke bawah kaki monika. Jason mengangkat mukanya, melihat sosok perempuan yang sudah emosi dan pandangannya sangat menakutkan.
"Mama, ampun ma, papi di jebak." Jason membela diri dan merangkat mencekal betis Monika meminta ampun.
"Lepaskan, anjing keparat ini dari kakiku, dan hajar dia." Monika tidak segan segan untuk melukai bahkan menghabisi nyawa orang yang menentangnya, apalagi penghianat.
Dengan tubuh yang tinggi besar, Monika menendang Jason .
dia juga menarik rambut Yolanda dengan kasar. Yolanda menjerit merasa kesakitan, dan rasanya rambut tersebut seperti lepas dari kepalanya.
"Oh ini Wanita jalank, murah han itu, kamu pikir sudah hebat, menjadi selingkuhan pria itu ha, asal lo ngerti dia bukan apa apa tanpa gue, dan malam ini ,bawa mereka ke depan hotel, ikat di sana, biarkan tetap telanjang seperti itu, supaya jadi tontonan gratis.
__ADS_1