
Orang suruhan Alex juga sudah melaporkan penyelidikannya dan mengirim file tersebut di email Alex. Hari ini mereka cuma sibuk dengan masalah Cintya. Jeni juga sudah menyimpan Rekaman dan vidio percakapan, Cintya dan Dr Jhon.
Menurut laporan dari orang suruhan Alex, ternyata Bulan tidak cacat bawaan, tapi karena kecelakaan beberapa bulan lalu, tapi uang biaya operasi dari si penabrak, tidak dipakai untuk Bulan, melainkan untuk kesenangan Cintya sendiri. Kasihan Juga Dr Jhon, dia dr yang baik, tapi harus terjerat wanita jalank tersebut.
Di indonesia, sidang perceraian Joshua dan yolanda sudah memasuki tahap ke dua. Yolanda menuntut semua harta Joshua, dan menganggap semua kebangkitannya adalah belas kasihan dia dan Jason, Yolanda juga menuduh Joshua selingkuh dan mengkhianati dirinya dulu, makanya dia membalas, selingkuh juga . Tapi bukti bukti yang di bawa Joshua lebih akurat dan meyakinkan pihak hakim, kalau dirinya tidak bersalah sama sekali dan hanya menjadi boneka wanita licik bernama Yolanda. Joshua menuntut, semua harta dia, terutama hak atas Jenifer.
Keputusan hakim akan di umumkan minggu depan bersamaan dengan sidang ketiga sekaligus terakhir.
Jesika dan Jesslin menghampiri Joshua, kedua gadis itu memeluk seorang laki laki yang selama ini mereka yakini sebagai ayah kandung mereka.
"Pa, benarkah jesslin bukan anak papa hik hik, pa, papa adalah papa terbaik untuk jesslin, dimanapun papa berada papa adalah papa Jesslin, love u pa."Jesslin menangis di pelukan Joshua dengan tersedu, dan ini bukan sandiwara.
"Jesslin anakku, tidak ada yang namanya mantan anak dan mantan papa, kalian tetap putri papa, dengan kedua tangan ini, papa menimang dan menjaga kalian."Joshua tidak kalah terharu seperti putrinya, tapi Jesika menanggapinya dengan biasa, sama seperti Yolanda, tidak peduli dia anak siapa, yang penting dirinya bisa mendapatkan apapun yang diinginkannya.
Jesika menarik tangan Jesslin dan ikut masuk ke mobil Yolanda.
Twins D juga merana tanpa kehadiran Jeni.
"Kemana itu bocah, sudah dua hari tidak nongol, gue kangen." celetuk Dina.
"Bukan lo saja yang kangen gue juga, tapi om Josh bilang, Jeni ada kepentingan penting di luar kota, mungkin 4-5 hari baru pulang." Dona menambahkan.
"Eh lo tahu tidak, si Monalisa mangga palsu, dia sudah masuk, dia oplas di korea, tambah seksi dan menjijikkan." ucap Dina.
__ADS_1
"Biarkan saja, itu bukan urusan kita, ya lo tahu sendirikan kakaknya kan model terkenal, itu lho isabella, jadi wajar saja dia oplas sampai benjol muka juga suka suka dia." sewot Dona.
"Kok lo yang sewot, haha mau oplas juga, mana coba yang di tambah, pepaya, hidung, pantat, katanya biar pak asisten biar melirik lo, hahaha." ledek Dina.
"Ih amit amit, yang ada pak Ronald kabur duluan, gimana ya caranya supaya bisa kenalan dengan cowok ganteng itu?" monolog Dona.
"Ntar kita tanya saja Jeni, diakan si otak komputer, apalagi cuma kenalan, lihat saja kita bisa kenal mr Alexander, berkat dia, bos ya saja dia kenal baik apalagi asistennya." tambah Dina.
"Benar juga, atau gue pepet saja Jeni supaya bisa mengenalkan gue dengan asisten tampan." Dona senyum senyum sendiri membayangkan dirinya berkencan dengan Ronald.
"Belum belum sudah membayangkan yang enggak enggak, istighfar non." goda Dina.
🍁🍁
"Oke kita bertemu di kafe hotel." jawab Alex.
"Sayang , Dr Gio sudah datang, ayo kamu ganti baju sana, masak pakai baju tidur seperti itu." Alex Mengingatkan penampilan Jeni.
"Gerah by, ini juga sudah sopan, bahkan ini tertutup lho." Jeni menolak ganti baju, memang karena suasana nya panas, dan kebetulan di london sedang musim panas.
Alex hanya geleng geleng saja dia juga hanya memakai kaos santai saja, dan pergi ke kafe.
Alex memesan soda dingin untuk mereka, dari sekian banyak pengunjung, cuma Jeni yang memakai baju tidur, tapi wanita wanita bule itu malah tertarik, dengan gaya fashion Jeni.
__ADS_1
Gio datang dangan gaya kasualnya, dia nampak lebih muda tanpa baju dokter dan kemejanya.
"Hai friends, kalian keren dengan penampilan santai kalian, lihat mereka malah iri dan pengen tuh." Gio mengangkat dagunya.menunjuk ke beberapa pengunjung yang membicarakan mereka.
"Dr juga keren, jauh lebih muda dari yang tadi pagi." puji Jeni.
"Sayang, jangan puji pria lain di depan suami." kesal Alex.
"Hahaha, ngambek dia." ejek Gio.
Setelah memesan makanan dan bergurau, Gio menyerahkan hasil tes DNA tersebut.
"Anak itu bukan anak kamu bro, bahkan dari hasilnya tidak ada kesamaan sedikitpun denganmu." Gio menjelaskan semuanya, kalau Bulan bukan anak kandung Alex seperti yang di katakan Cintya.
"Saya juga punya sesuatu untuk Dr Gio, tentang Dr jhon yang membantu Cintya, disini ada bukti keterlibatan dr Jhon dalam pemalsuan Hasil DNA Bulan." ucap Jeni.
"Saya akan lihat besok, seberapa jauh Jhon terlibat, sebenarnya dia dr yang baik dan bagus, tapi karena terperdaya dengan ulat bulu, dia jadi gelap mata." jawab Gio.
"Sama tuh, sama seseorang yang sudah terperdaya, apa ini yang namanya cinta buta dok ya?" sindir Jeni pada suaminya.
"Bisa jadi, bahkan dulu saya juga menyukainya tapi karena setia kawan saya mundur, dia bahkan menjadi idola banyak pria, sikap polos dan kelembutannya menutupi semua kebusukannya, bukan begitu mr.Daniel ?"
Alex mengangguk membenarkan apa yang Gio katakan.
__ADS_1