
"Ron, sudah bosan hidup kamu!" kesal Alex.
Kesempatan itu di gunakan Jeni untuk lepas dari pelukan Alex.
"Maaf tuan bos, nyonya bos, nanti kalian bisa lanjutkan lagi, tapi ada yang harus saya laporkan dulu." kata Ronald. Setelah mereka duduk santai, baru Ronald melaporkan beritanya.
"Bos, nanti di pameran, kita akan bertemu dengan nona Cintya." Ronald melaporkan.
"Kenapa wanita itu bisa, berada di sana?" tanya Alex dengan nada marah.
"Itu di luar kendali kami bos, ternyata bekerja di sana sebagai pemandu pameran, dan nona Cintya sudah berpisah dengan tuan Robert ayah tirinya itu." lapor Ronald lagi.
"Lalu apa hubungannya denganku?" ketus Alex.
"Saya takut dia akan menggangu hubungan kalian, saya cuma tidak mau tuan bos kembali terjerat oleh wanita tersebut." jawab Ronald.
Jeni mengerutkan alisnya penasaran dengan Cintya yang Ronald maksud.
"Pak Ron, siapa itu Cintya? Apa hubungannya dengan suamiku?" heran Jeni, jiwa kepo nya meronta ingin tahu.
"Kalau itu biar tuan bos yang menceritakannya nyonya bos!" jawab Ronald dan segera kabur dari tempat yang mulai panas itu.
" Om, siapa Cintya?" kepo Jeni.
" hmm." jawab Alex.
"Ayolah suamiku hubby sayang, ceritakan siapa itu Cintya?" tanya Jeni lagi.
Bukannya menjawab pertanyaan Istrinya. Alex bangkit dari duduknya dan mengangkat tubuh Jeni yang masih di landa penasaran itu.
"Au, Om, hubby." jerit Jeni kaget.
"Aku akan menjawab semuanya, tapi tidak disini!" jawab Alex.
Jeni mau saja fi ki bully Alex, dia mengira Alex akan menceritakannya di suatu tempat. Jeni meletakkan kedua tangannya di leher Alex takut jatuh.
Alex membawa istri kecilnya itu ke sebuah ruangan, yang ternyata sebuah kamar. Alex meletakkan tubuh Jeni perlahan di Ranjang king size tersebut.
__ADS_1
"Om ?" panggil Jeni dengan penuh tanda tanya.
"Jangan panggil om lagi hmm, aku suka dengan panggilanmu yang tadi, dan disini kamu harus memanggilnya lagi." Alex merangkak di atas tubuh Jeni yang sudah dia kunci itu.
"Si jago bela diri itu, seakan lumpuh kalau di depan Alex, ilmu itu seakan menguap tertiup angin, kalau sudah di bawah kungkungan Alex.
Alex melancarkan aksinya, mewujudkan ucapannya tadi, kalau meraka akan melakukan itu di atas udara.
"Ah Alex sayang." racau Jeni.
"Iya terus panggil namaku aku suka, dan kamu boleh menggigit Arjuna kalau disini, Ah sempit sayang, auh." Dua insan itu kembali merengkuh kenikmatan surga dunia yang sama sama baru mereka rasakan, rasanya lagi dan ingin lagi. Alex tidak tahan menahan nafsunya kalau sudah berdekatan dengan Jeni.
"Aku akan menceritakan siapa itu Cintya, auh."
Alex menceritakan siapa itu Cintya tanpa ada rahasia, sedikitpun sambil memacu tubuhnya di atas istri cantiknya itu, kau sungguh indah Jenifer i love u." Alex mencapai klimaksnya dan menumpahkan semuanya ke dalam rahim Jeni.
"To My hubby." jawab Jeni yang sudah lemas.
Alex menyandarkan tubuhnya di sandaran Ranjang di jet tersebut, sedangkan Jeni menyandarkan kepalanya di dada kotak kotak Alex.
" By, apa kamu masih mencintai Cintya itu?" tanya Jeni perlahan.
Jeni meraba dada Alex perlahan.
"Kenapa banyak sekali bibit pelakor yang harus aku hadapi by, ada Cintya cinta pertama, ada Bella si model mantan tunangan, ada soraya si keponakan, ada Jesika kakakku sendiri." ucap Jeni sambil mendongak ke atas, memandang wajah tampan Alex.
Alex mengecup singkat bibir ranum itu.
"Tapi kau harus percaya padaku,kalau aku sudah jatuh cinta pada seseorang, maka aku akan setia." ucap Alex dengan lembut.
"Apa kamu sudah mencintaiku By?"
" Entahlah, tapi aku sedang berusaha membuka hatiku untukmu, dan bantu aku istriku, bantu aku untuk percaya bahwa cintaku padamu itu benar, dan kau berbeda dari mereka semua, kalau sampai kamu mengkhianati maka saat itu akan menghancurkan dirimu sehancur hancurnya, seperti aku menghancurkan Cintya dan simpanannya itu." imbuh Alex.
" Ajari aku juga By, untuk mengenal itu cinta. Dan jangan pernah mengecewakan aku. Aku sudah menyerahkan semuanya padamu, jiwa dan ragaku. Semua sudah kamu ambil, suatu saat jika kamu mengkhianati ku, maka aku akan pergi jauh, tanpa bisa kamu temukan lagi." jawab Jeni menanggapi pernyataan Alex.
"Iya sayang, ayo kita saling berusaha dan percaya, dan kau jangan pernah pergi dariku, karena aku akan gila."
__ADS_1
Alex mendekap tubuh ramping itu dan mengecupnya.
Mereka tertidur dengan keadaan sama sama polos, menghabiskan malam di pesawat, karena besok pagi barulah mereka akan sampai di negara ratu elisabeth tersebut.
🍁🍁🍁
Jam 10 waktu london. pameran akan resmi di buka. Sejak pagi Cintya sudah sibuk menyiapkan diri untuk memandu pameran dan bertemu dengan Alex, pemuda yang dulu sangat mencintai dirinya dengan tulus, tapi waktu itu dirinya malah menipunya dan bekerja sama dengan ayah tiri yang dari kecil merawat dan mencintainya. Karena cinta buta Cintya pada Robert, dia rela melakukan apapun itu.
"Daniel, kita akan bertemu lagi, dan aku yakin kamu masih sangat mencintaiku, aku akan mendapatkan kembali cinta itu." gumam Cintya penuh dengan percaya diri.
"Aku akan menggunakan Bulan untuk menjeratmu lagi." kembali Cintya tersenyum, mengingat masa masa dahulu waktu dirinya sangat di manja Alex. Cintya berdiri di barisan terdepan guna menyambut kedatangan rombongan Alex yang baru memasuki halaman gedung.
Dada Cintya sudah berdebar debar, tidak sabar melihat wajah tampan itu lagi.
"Dia sudah semakin dewasa, pasti akan lebih hot dan tampan." batin Cintya.
Mobil Yang di tunggu tunggu sudah berhenti tepat di depan gedung, Ronald keluar terlebih dahulu dan membuka pintu mobil sebelah belakang, tapi apa yang di harapkan Cintya tidak sesuai.
Dari dalam mobil keluar gadis remaja yang sangat cantik dengan polesan sedikit make up dan tampil sederhana tapi berkelas.
"siapa gadis muda itu, kenapa bukan Daniel?" heran Cintya.
Dari pintu sebelahnya lagi, barulah muncul seorang pria tampan dan berwibawa, berjalan menghampiri gadis belia tadi.
Gadis tersebut menautkan tangannya di lengan Alex dengan mesra.
Mereka berjalan menuju ke pintu gedung pameran. Wajah Cintya yang tadinya secerah awan langsung di selimuti kabut awan tebal.
"Siapa gadis kecil itu, kenapa mereka sangat mesra, dan gadis itu tampak manja." batin Cintya kesal, padahal dia sudah berdandan sangat cantik dan anggun, untuk menarik perhatian Alex.
Alex bahkan tidak menolehnya sama sekali, dan lurus masuk ke dalam gedung.
"By, mana yang namanya Cintya? biar aku ada persiapan?" tanya Jeni penasaran.
hai kak aku ganti ya visual tokoh Alex nya
__ADS_1
He