GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 75


__ADS_3

Sampai di dalam rumah Twins D berlarian kesana kemari seperti dia waktu pertama kali diajak kemari. Twins D mencari posisi yang enak untuk berfoto.


"Ah nanti akan gue pasang di IG gue pasti Viral." celoteh Dina.


"Wenak ya jadi istri sultan, lihat itu nyonya bos malah asyik duduk santai disana." tunjuk Dona.


"Woi nyonya, gila kalau begini mah, gue mau jadi istri sultan, kenalin dong temannya om Alex yang sama kayanya dengan dia!" ucap Dina halu.


"Eh bang Rendi mau lo kamanakan Dina, mau di gorok lo, coba aja lo minta di ajak ke rumahnya gitu siapa tahu dia anak orang tajir, kan ada jaminan bisa ikut kaya." jawab Dona.


"Kan yang kaya orang tuanya sayang, jangan pernah banggakan kekayaan orang tua, kalau kita tidak bisa mengelolanya dengan baik, maka akan merugikan kita sendiri, jadi biarkan Rendi tunjukkan kemampuannya sendiri dan jangan pernah bangga punya pacar anak orang kaya." Jeni memberitahukan semua itu pada mereka, karena memang benar, jangan pernah mengandalkan harta orang tua maka kamu tidak bisa jadi orang sukses, karena harta itu hanya titipan Allah, lalu bagaimana kalau seandainya harta orang tua kita habis, apa yang bisa kita lakukan kalau tidak mau berusaha dengan kemampuan kita sendiri.


"Iya bu, siap." ucap Dina


"Kalau gue mah masih tetep ngarep babang Ronald, dia sudah mapan, rajin. gaji pastinya juga lumayan, hehe." Dona masih berharap sama babang Ronald.


"Resiko pekerjaannya juga besar, dia orang yang paling sibuk diantara para karyawan Lainnya, tenaga dan pikirannya harus selaras, dan tubuhnya harus fit, gue sudah lihat sendiri bagaimana sibuknya pak Ronald jadi Asisten Om Alex." Jeni juga menceritakan bagaimana kesibukan Ronald di kantor bahkan meski di kuar kantor dia di butuhkan juga hrus siap siaga.


" jadi makin cinta deh sama babang Ronald, dengan pekerjaannya saja dia sangat bertanggung jawab, pasti dia juga sangat bertanggung jawab dengan keluarga." ucap Dona.


"Belum tentu dodol, yang ada waktunya buat lo akan berkurang karena jadwal kerja ya yang padat." jawab Dina..

__ADS_1


"Dulu kan si bosnya masih jomblo semua jomblo tapi sekarang bis killer nya kan sudah sold out, dan gue yakin kalau om Alex akan mengerti kalau Asistennya juga butuh privasi." kata Dona kemudian.


"Lo bener Don, gue akan coba bicara pada om Al, untuk memberi libur pada pak Ronald supaya bisa segera dapat pacar, dan mengurus kepentingan pribadinya juga."Jeni setuju dengan pemikiran Dona ini.


Minuman dan camilan juga sudah datang, mereka makin ngaco ngobrolnya, baru setelah dhuhur ketiga gadis cantik tersebut pindah ke kolam Renang.


🍁🍁🍁


Hari berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari dimana sidang terakhir perceraian Joshua dan Yolanda. Setelah pulang ujian Jeni berangkat ke tempat sidang, dia langsung mencari Joshua yang sedang berbincang dengan pengacara, Sementara Yolanda baru datang bersama Jason dan pengacara mereka, Jesika tidak bisa ikut karena harus magang, jadi cuma Jesslin saja yang ikut.


"Pa, bun, belum dimulai sidangnya? " tanya Jeni.


"Bagaimana tuan usul saya tadi, kalau tuan akan mengikhlaskan semua harta itu pada mereka keenakan si penghianat tersebut, menikmati dengan bebas hasil jerih payah tuan, kalau tuan tidak mau lagi mengurus perusahaan itu, lebih baik saham milik tuan di serahkan ke nona Jeni, beliau yang sangat berhak, pokoknya kita ambil dulu perusahaan tersebut, untuk perkembangan selanjutnya nanti kita bicarakan setelah sidang, saya yakin nona Jeni bisa mengurusnya, apalagi suaminya orang berpengaruh di kota ini." Pengacara Joshua tetap menyarankan mengambil alih hak yang harus menjadi milik Joshua, karena dia sudah terlalu banyak berkorban


"Anda benar pak Andi, saya masih memiliki putri yang paling berhak atas semua milik saya, oke saya setuju, kita harus berjuang sampai akhir, enak sekali mereka bersenang senang di atas kerja keras saya." jawab Joshua.


Semua sudah hadir, sidang segera di mulai, bukti bukti perselingkuhan dan penipuan Yolanda sudah lengkap dan sangat akurat. hari ini mereka memperebutkan harta gono gini dan keputusan sidang terakhir.


Setelah diskusi yang sedikit alot karena ada beberapa tambahan dari pengacara Joshua akhirnya hakim memutuskan kalau Joshua dan Yolanda resmi bercerai.


Pembagian harta gono gini juga diumumkan kalau Yolanda hanya mendapatkan rumah yang selama ini mereka tempati berserta isinya, sementara perusahaan itu sepenuhnya milik Joshua, untuk masalah hutang Joshua kepada Jason, sudah di bayar lunas setiap bulannya bahkan Selama ini Jason sudah ikut menikmati hasil pembagian deviden. Tapi mulai hari itu, saham Atas nma Jason juga sudah di ambil alih kembali.

__ADS_1


Yolanda tidak terima akan hal itu, dia tetap akan meminta perusahaan tersebut menjadi miliknya karena dia berseri keras telah berjuang membangkitkan lagi perusahaan Joshua yang hampir bangkrut dulu.


"Maaf nyonya keputusan kami adalah mutlak, Harta yang anda tuntut tadi memang bukanlah hak Anda maupun tuan Jason, karena tuan Joshua sudah mengembalikan semua hutang piutang itu. kalau anda keberatan silahkan melakukan banding, sidang saya tutup dok dok dok."


Keputusan sudah di putuskan secara adil, Joshua sangat lega akan hal itu, dan dia akan menyerahkan perusahaan tersebut pada Jeni, karena dia bisa bangkit bukan karena uang bantuan Jason, tapi semangat dia yang ingin membuktikan bahwa Jeni bukanlah anak pembawa sial tapi pembawa kebahagiaan untuk mereka, hak asuh Jeni juga di menangkan oleh Joshua.


"Selamat pa, akhirnya sudah deal, dan semoga papa dan bunda bahagia, Jeni juga doakan bunda bisa segera hamil." bisik Jeni ke Yulia.


Perempuan setengah baya itu tersenyum mali, kerena apa yang Jeni bisikkan tadi memang terjadi, dirinya sekarang sedang hamil muda, usia kandungannya baru berumur dua minggu.


"Terima kasih nak, bunda juga mau sampaikan itu ke papa, sebagai hadiah hari ini, kamu sudah ngomong duluan." bisik Yulia ke Jeni.


Jeni membelalakkan matanya dan tersenyum lebar, dia memeluk ibu sambungnya dengan erat.


"Kalian harus segera mensahkan pernikahan kalian secara negara untuk menguatkannya, demi adikku." mereka masih berbisik lirih.


Joshua masih berbincang dengan pengacaranya waktu mereka daling berbisik dan tersenyum lucu, lelaki paruh baya itu penasaran juga akhirnya. Joshua mendekati kedua perempuan kesayangannya itu.


"Apasih yang bunda dan Jeni bicarakan? sepertinya seru ?" kepo Joshua.


" Papa kepo saja ih, nanti di rumah biar bunda yang mengatakannya, tidak disini, nanti ada yang iri." ucap Jeni sambil cengengesan saja, mengerjai Joshua.

__ADS_1


__ADS_2